Bungo, dorlanhikmah.com – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA IT Ad Dhuha Bungo berjalan penuh semangat pada Senin (13/7/2026). Para peserta didik baru terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang menjadi gerbang awal mengenal sekolah. Agenda ini bertujuan mengenalkan lingkungan belajar, jajaran guru, hingga budaya akademik yang berlaku di sana.
Tahun ajaran baru kali ini membawa catatan sejarah tersendiri bagi lembaga pendidikan tersebut. Lonjakan jumlah peserta didik baru memicu pihak sekolah untuk menerapkan kebijakan baru yang lebih representatif. Momentum ini sekaligus menandai perkembangan signifikan bagi eksistensi sekolah di masyarakat.
Lonjakan Peserta Didik Baru Picu Kebijakan Pemisahan Kelas
Untuk pertama kalinya, kuota siswa baru yang terpenuhi memungkinkan sekolah membagi kelas secara terpisah. Manajemen sekolah kini menerapkan pemisahan ruang belajar antara siswa laki-laki dan siswa perempuan yang masing-masing melahirkan satu kelas penuh. Langkah strategis ini langsung berjalan efektif sejak hari pertama masuk sekolah.
Pihak sekolah optimistis bahwa kebijakan baru tersebut akan membawa dampak positif pada efektivitas pembelajaran. Lingkungan belajar yang terpisah dinilai mampu menciptakan atmosfer akademik yang jauh lebih kondusif dan fokus. Selain itu, sistem ini sangat selaras dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang menjadi fondasi utama sekolah.
Para guru menyambut positif format baru ini karena dapat mengoptimalkan interaksi edukatif di ruang kelas. Proses penyampaian materi juga diyakini akan lebih mengalir dan sesuai dengan karakteristik masing-masing gender. Kebijakan ini sekaligus menjawab ekspektasi orang tua yang menginginkan lingkungan sekolah berbasis nilai religi yang kuat.
Pimpinan Lembaga Dr Mukhliisin Ungkapkan Rasa Syukur
Pimpinan Ad Dhuha, Dr. Mukhliisin, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian dan lompatan kuantitas pada tahun ajaran ini. Beliau melihat bahwa pertumbuhan jumlah siswa ini menjadi indikator nyata meningkatnya kepercayaan publik. Masyarakat Bungo dan sekitarnya menilai kualitas pendidikan di SMA IT Ad Dhuha semakin kompeten.
“Alhamdulillah, tahun ini menjadi kebahagiaan bagi kami karena jumlah peserta didik baru terus bertambah hingga siswa putra dan putri dapat belajar di kelas yang terpisah,” ujar Dr. Mukhliisin saat meninjau langsung pelaksanaan MPLS SMA IT Ad Dhuha.
Beliau juga menyelipkan doa dan harapan besar bagi masa depan seluruh anak didiknya yang baru bergabung. Pihak lembaga berkomitmen penuh untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia. Target utama sekolah adalah melahirkan lulusan yang siap berkontribusi nyata bagi agama, nusa, dan bangsa.
Membangun Karakter Islami Sejak Hari Pertama Sekolah
Dr. Mukhliisin berharap momen MPLS SMA IT Ad Dhuha ini menjadi fondasi awal yang kokoh bagi proses adaptasi siswa. Melalui orientasi ini, anak-anak diharapkan mampu memompa semangat belajar mereka dengan cepat. Sekolah memanfaatkan momentum hari pertama ini untuk menanamkan karakter Islami yang kuat dalam sanubari setiap siswa.
Pihak panitia mengemas kegiatan orientasi dengan berbagai materi yang edukatif dan jauh dari kesan perundangan. Para siswa baru mendapatkan pembekalan mengenai kedisiplinan, tata krama, hingga pengenalan program unggulan sekolah. Pendekatan yang humanis membuat para peserta didik baru lebih cepat membaur dengan lingkungan sekitar.
Melalui modal kebersamaan yang solid dan sistem pembinaan karakter yang terarah, SMA IT Ad Dhuha Bungo menatap masa depan dengan penuh optimisme. Sekolah ini terus berkomitmen melahirkan generasi muda yang berprestasi tinggi sekaligus memiliki integritas moral yang kokoh. Seluruh elemen sekolah kini siap bergerak bersama demi mewujudkan visi pendidikan tersebut.(ust)









Komentar