Kota Solok, dorlanhikmah.com – Pemerintah daerah memperkuat fondasi transformasi sosial demi mewujudkan masyarakat yang cerdas melalui pengembangan program tahfiz kota solok secara berkelanjutan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok, Irsyad, menyampaikan langsung komitmen tersebut dalam Forum Perangkat Daerah di Akmal Room Bappeda, Selasa (18/3). Acara strategis ini mengusung misi besar untuk melahirkan generasi yang sehat, kreatif, tangguh, serta berdaya saing tinggi.
Pemerintah merancang program unggulan ini untuk membudayakan rasa cinta terhadap Al-Qur’an pada generasi muda. Kurikulum ekstrakurikuler di setiap jenjang pendidikan akan memuat pembinaan karakter tersebut secara terstruktur. Seluruh pemangku kepentingan berkomitmen penuh mendukung integrasi nilai islami ke dalam sistem pengajaran formal.
Program Pendidikan Berantas Buta Aksara Al-Qur’an
Langkah nyata ini menjadi jawaban atas persoalan siswa SD dan SMP yang belum lancar membaca Al-Qur’an. Pihak dinas menyiapkan pendampingan intensif sebagai solusi jangka pendek selama kegiatan pesantren ramadhan. Model pendekatan kilat ini menyasar perbaikan tajwid dan kelancaran membaca para murid secara berkala.
Untuk jangka panjang, seluruh sekolah wajib menyelenggarakan ekstrakurikuler baca tulis Al-Qur’an secara mandiri. Kebijakan mandiri ini bertujuan agar setiap satuan pendidikan mampu mengawasi perkembangan siswa secara berkala. Pihak sekolah memegang kendali penuh dalam mengelola waktu dan metode ajar yang adaptif bagi siswanya.
Pada sisi lain, Kota Solok juga mempercepat transformasi digital sektor pendidikan melalui SMP N 4 Kota Solok. Sekolah ini sukses meraih status sebagai salah satu kandidat rujukan google. Pengakuan internasional ini menjadi tonggak baru bagi modernisasi sistem pembelajaran di wilayah tersebut.
Irsyad menjelaskan bahwa sekolah tersebut kini mengoperasikan 64 unit chromebook untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Namun, jumlah ini masih membutuhkan penambahan untuk memenuhi target ideal kuota operasional murid. Kota Solok sendiri telah mengumpulkan 251 unit chromebook, 17 Google Certified Educator L2, 62 L1, serta 3 master trainer.
Sinergi Pelayanan Kesehatan Dan Penyediaan Fasilitas
Pemerintah daerah mengimbangi program pendidikan cerdas tersebut dengan peningkatan kualitas jaminan kesehatan masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Elvi Rosanti, menjamin penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi semua warga. Kebijakan ini bertujuan mempermudah akses deteksi dini penyakit tanpa membebani keuangan keluarga.
Dinas Kesehatan juga terus melengkapi fasilitas medis pada seluruh Puskesmas dan RSUD Serambi Madinah. Peningkatan sarana fisik ini mendukung terwujudnya pelayanan publik yang lebih tangguh dan merata. Petugas medis siap memberikan penanganan optimal seiring dengan kelengkapan alat kesehatan yang semakin modern.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Nurzal Gustim, menyoroti pentingnya ruang publik untuk meningkatkan aktivitas fisik masyarakat. Minimnya sarana olahraga memicu kebiasaan kurang bergerak yang berpotensi membebani sektor kesehatan di masa depan. Malas bergerak memicu timbulnya berbagai penyakit degeneratif pada usia produktif.
Untuk mengatasinya, pihak dinas menargetkan penyediaan area olahraga publik baru dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Area ini diharapkan mampu mendorong pola hidup sehat sekaligus menekan risiko penyakit bagi warga Solok. Fasilitas terbuka hijau ini nantinya tersebar di beberapa titik strategis yang mudah dijangkau.
Jaminan Perlindungan Sosial Serta Layanan Disabilitas
Sektor perlindungan sosial tidak luput dari perhatian serius pemerintah daerah dalam forum strategis tersebut. Kepala Dinas Sosial Kota Solok, Herman, memaparkan kemajuan pemutakhiran data pekerja informal yang masuk kategori rentan. Validasi data ini sangat krusial agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan berkeadilan.
Langkah pendataan ini berfungsi merealisasikan janji kampanye Wali Kota terpilih demi memberikan jaminan keselamatan kerja. Selain itu, pemerintah merancang program pembangunan lumbung sosial dan kampung siaga bencana dengan dukungan penuh Kementerian Sosial. Sinergi ini memperkuat kesiapsiagaan warga lokal dalam menghadapi potensi situasi darurat.
Dinas Sosial juga mencanangkan bantuan sandang, pangan, dan alat bantu khusus bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Shelter multi layanan yang mencakup rumah aman dan istana lansia turut disiapkan guna menangani gangguan psikososial warga. Infrastruktur sosial ini akan menjadi pusat rehabilitasi yang manusiawi.
Sesi diskusi melahirkan berbagai masukan berharga dari perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) mengenai penanganan anak putus sekolah. Komunitas disabilitas juga mengharapkan perluasan akses lapangan kerja serta penyediaan alat bantu fisik. Sementara itu, Forum Anak mendesak pembangunan gedung youth centre sebagai wadah ekspresi kreativitas.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Arjuna Anwar Nani, meminta seluruh dinas menyelaraskan masukan tersebut ke dalam Rencana Strategis resmi. Forum ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan untuk mengunci prioritas pembangunan daerah. Dokumen ini resmi mengikat penyusunan Renstra Perangkat Daerah, RPJMD Tahun 2025-2029, serta RKPD Tahun 2026.(ust)










Komentar