Keuangan Syariah Berpotensi Biayai Transisi Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi ekonomi dan keuangan syariah Dr Hayu Prabowo.(poto: republika).

Akademisi ekonomi dan keuangan syariah Dr Hayu Prabowo.(poto: republika).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Akademisi ekonomi dan keuangan syariah Dr. Hayu Prabowo menilai instrumen keuangan syariah memiliki potensi besar untuk mendukung pendanaan sektor ramah lingkungan. Dana sosial seperti zakat dan wakaf dapat menjadi alternatif solusi untuk mempercepat pembiayaan transisi energi bersih di Indonesia.

Menurut Hayu, saat ini pelaku sektor finansial syariah mulai mengembangkan konsep inovatif berupa green zakat dan green wakaf. Kedua instrumen tersebut mengusung fungsi yang berbeda, namun tetap saling melengkapi dalam menekan emisi karbon secara global.

“Keduanya memiliki fungsi yang berbeda, tetapi saling melengkapi untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek yang berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan peningkatan akses masyarakat terhadap energi bersih,” kata Hayu dalam diskusi mengenai investasi keuangan syariah di Jakarta, Rabu.

Mengoptimalkan Raksasa Dana Sosial yang Tertidur

Potensi dana sosial Islam di tanah air tergolong sangat masif untuk menyokong program keberlanjutan. Estimasi perputaran dana zakat nasional mampu menyentuh angka Rp320 triliun per tahun, sedangkan potensi wakaf mencapai Rp180 triliun setiap tahunnya.

Baca Juga :  Operasional Haji 2026 Resmi Berakhir, Seluruh Jamaah Pulang

Namun, masyarakat dan lembaga pengelola belum memanfaatkan modal besar ini secara optimal untuk pembangunan jangka panjang. Kesenjangan tersebut membuka ruang yang sangat luas bagi para pemangku kebijakan untuk mengarahkan dana filantropi ke sektor produktif.

Solusi Risiko Tinggi Lewat Pembiayaan Campuran

Proyek energi terbarukan umumnya menghadapi tantangan besar karena memiliki karakteristik risiko tinggi dengan tingkat keuntungan rendah pada fase awal. Kondisi tersebut membuat lembaga perbankan konvensional sering kali enggan mengucurkan modal atau menganggap proyek belum bankable.

Dalam situasi ini, dana sosial Islam dapat masuk sebagai modal awal pelindung atau first-loss capital. Melalui skema pembiayaan campuran (blended finance), instrumen filantropi ini efektif menurunkan profil risiko proyek sehingga memikat investor komersial.

Hayu memaparkan bahwa tata kelola wakaf sangat ideal untuk memenuhi kebutuhan modal jangka panjang proyek infrastruktur. Sementara itu, penyaluran zakat lebih tepat menyasar program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas di sekitar lokasi proyek.

Baca Juga :  Karhutla Muaro Jambi Meluas, Al Haris Ajak Warga Salat Istisqa

Mendorong Riset dan Aksi Nyata

Selain sektor sosial, pemerintah Indonesia sebenarnya sukses meluncurkan instrumen komersial seperti green sukuk ritel. Namun, produk investasi ini tetap menuntut kelayakan finansial yang ketat sehingga hanya menyasar proyek-proyek yang sudah mapan secara bisnis.

Oleh sebab itu, Hayu mendorong kalangan akademisi untuk memperluas kajian ilmiah dan inovasi kebijakan terkait dana sosial Islam. Sektor riset memegang peran kunci agar gagasan pembiayaan hijau ini dapat segera diaplikasikan secara konkret di tengah masyarakat.

Langkah strategis ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem regulasi yang kuat untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. Implementasi nyata dari green zakat dan green wakaf pada akhirnya akan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang lebih bersih.(ust)

Berita Terkait

Persaingan Sengit Final KTIQ dan KTIH MTQH Ke-55 Provinsi Jambi
Menag Ajak Negara MABIMS Bangun Peradaban Islam dari Asia Tenggara
Peserta Finalis Beradu Hafalan di Musabaqah Al-Hadis MTQH Jambi
Jadwal Sholat Sungai Penuh Hari Ini Sabtu 7 November 2026
Jadwal Sholat Kota Sungai Penuh Hari Ini Jumat 6 November 2026
Kemenag Jambi Sebut Angka Nikah Anjlok, Ingatkan Jangan FOMO
Jadwal Sholat Sungai Penuh Kamis 5 November 2026
Pembukaan MTQH ke-55 Jambi: Dorong Lahirnya Generasi Qurani
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 05:47 WIB

Persaingan Sengit Final KTIQ dan KTIH MTQH Ke-55 Provinsi Jambi

Sabtu, 7 November 2026 - 05:43 WIB

Menag Ajak Negara MABIMS Bangun Peradaban Islam dari Asia Tenggara

Sabtu, 7 November 2026 - 05:36 WIB

Peserta Finalis Beradu Hafalan di Musabaqah Al-Hadis MTQH Jambi

Jumat, 6 November 2026 - 10:08 WIB

Jadwal Sholat Kota Sungai Penuh Hari Ini Jumat 6 November 2026

Kamis, 5 November 2026 - 11:09 WIB

Kemenag Jambi Sebut Angka Nikah Anjlok, Ingatkan Jangan FOMO

Berita Terbaru

Ilustrasi Tafsir AL-qur'an.(poto: dorlanhikmah.com).

Al-Qur'an

Tafsir Al-Baqarah Ayat 5: Kunci Meraih Keberuntungan Abadi

Sabtu, 7 Nov 2026 - 05:52 WIB

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, hadir langsung di lokasi acara untuk menyaksikan jalannya kompetisi.(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Persaingan Sengit Final KTIQ dan KTIH MTQH Ke-55 Provinsi Jambi

Sabtu, 7 Nov 2026 - 05:47 WIB

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyambut langsung kedatangan seluruh ketua delegasi negara anggota pada Minggu (1/11/2026).(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Menag Ajak Negara MABIMS Bangun Peradaban Islam dari Asia Tenggara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 05:43 WIB

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said.(poto: jemabi.kemenag.go.id).

Pendidikan

Kemenag Rilis Juknis Himayatu Thalabah untuk Lindungi Santri

Sabtu, 7 Nov 2026 - 05:40 WIB

Arena Musabaqah Al-Hadis MTQH Ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 resmi memasuki babak puncak pada Kamis (5/11/2026).(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Peserta Finalis Beradu Hafalan di Musabaqah Al-Hadis MTQH Jambi

Sabtu, 7 Nov 2026 - 05:36 WIB