PBNU Gandeng Ekonom dan Pakar Kaji Arah Perekonomian Bangsa

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Umum PBNU Muhammad Lukman Edy.(poto: nuonline).

Wakil Ketua Umum PBNU Muhammad Lukman Edy.(poto: nuonline).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengambil langkah baru untuk memperkuat peran strategisnya di sektor perekonomian. Organisasi Islam terbesar ini mulai merangkul para pakar demi membedah dinamika ekonomi warga maupun negara secara mendalam.

Inisiatif tersebut mempertemukan ekonom, periset, dan akademisi dalam satu wadah pemikiran resmi. PBNU ingin menyajikan analisis yang lebih tajam terhadap berbagai persoalan finansial yang terus berkembang cepat di tanah air.

Wakil Ketua Umum PBNU Muhammad Lukman Edy menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi di Depok, Jawa Barat. Ia menegaskan urgensi kehadiran suara NU dalam merespons isu-isu perekonomian kontemporer.

Selama ini sumbangan pemikiran NU terkait kebijakan ekonomi makro masih tergolong minim. Tim khusus ini akan menutup celah tersebut melalui riset berkala yang terukur dan aplikatif.

Laju roda ekonomi menuntut evaluasi yang bergerak dinamis. Kajian situasi pasar tidak lagi cukup berjalan tahunan, melainkan harus hadir dalam hitungan bulan agar relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Mekanisme Pemilihan Ketua Umum PBNU Bakal Warmkan Muktamar Ke-35 NU

Pemisahan Tegas Pengkaji dan Pelaku Bisnis

Komposisi tim penasihat ini secara khusus menghimpun sarjana doktoral, peneliti independen, serta pakar ekonomi syariah dan konvensional. PBNU sengaja tidak memasukkan kalangan pengusaha ke dalam kelompok pemikir ini.

Pemisahan tersebut bertujuan menjaga objektivitas hasil riset agar tetap murni sebagai pijakan kebijakan. Para pakar memegang mandat penuh untuk menyusun telaah kritis tanpa benturan kepentingan bisnis praktis.

Dengan formasi ini, PBNU berharap mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang kuat bagi pengambil keputusan. Warga nahdliyin di akar rumput juga dapat memanfaatkan hasil telaah tersebut untuk mengembangkan kemandirian finansial mereka.

Riset yang solid akan menjadi landasan utama bagi NU saat menyikapi berbagai tantangan ekonomi global. Pendekatan ilmiah ini sekaligus memperkaya khazanah pemikiran Islam dalam menjawab problem riil masyarakat.

Tim periset akan memantau fluktuasi harga kebutuhan pokok, ketahanan pangan, hingga tren industri digital. Hasil telaah mereka bakal menjadi kompas moral dan intelektual dalam mengawal pembangunan nasional.

Baca Juga :  BPKH Salurkan Nilai Manfaat Rp2,06 Triliun untuk Jamaah Haji

Badan Usaha NU Wajib Setor Dividen

Sementara itu, urusan perputaran modal dan eksekusi proyek komersial berada sepenuhnya di bawah kendali badan usaha milik NU. Entitas bisnis ini mengemban tugas mengonsolidasikan jejaring para saudagar nahdliyin di berbagai daerah.

Lini usaha tersebut fokus menciptakan lapangan kerja baru bagi warga serta menggerakkan sektor riil. Selain memutar roda bisnis, badan usaha ini memikul target finansial yang terukur sejak awal pendirian.

Lukman Edy menegaskan bahwa seluruh entitas bisnis NU wajib mencetak keuntungan bersih secara berkelanjutan. Manajemen perusahaan juga terikat perjanjian resmi untuk menyetorkan dividen langsung ke kas PBNU.

Skema ini memastikan unit bisnis menopang operasional organisasi secara mandiri tanpa membebani kas keumatan. Pembagian tugas yang tegas antara pemikir dan pengelola bisnis menjadi fondasi utama PBNU dalam membangun ekosistem ekonomi yang berdaya tahan tinggi.(ar)

Berita Terkait

Pesantren Naik Kelas: Dari Lembaga Umat ke Motor Kemajuan
Harapan Muslimat dan Fatayat NU untuk PBNU 2026–2031
Ponpes Al-Hamid Dorong PBNU Jadi Rumah Besar dan Pembela Umat
Rais Aam PBNU Ajak Pengurus Buang Kepentingan Pribadi
Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Personalia PBNU Baru
Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari
Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda
Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Harapan Muslimat dan Fatayat NU untuk PBNU 2026–2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:30 WIB

PBNU Gandeng Ekonom dan Pakar Kaji Arah Perekonomian Bangsa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Ponpes Al-Hamid Dorong PBNU Jadi Rumah Besar dan Pembela Umat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Rais Aam PBNU Ajak Pengurus Buang Kepentingan Pribadi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Personalia PBNU Baru

Berita Terbaru

Ilustrasi Suasana kultum di masjid, seorang penceramah di mimbar menyampaikan tausiyah penuh hikmah kepada jamaah yang khusyuk.(poto: AI).

Kultum

Teks Ceramah Hari Santri Nasional Penuh Makna

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi Suasana belajar kitab kuning Matan Taqrib tentang bersuci bersama kiai dan santri di serambi pesantren yang damai.(poto: AI).

Fiqih

Enam Sebab Mandi Wajib Menurut Panduan Matan Taqrib

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:04 WIB

Suasana hangat ibu menyusui bayi di rumah, didampingi anak perempuan dan putra sulungnya yang sedang membaca.(ilustrasi poto: AI).

Fiqih

Hukum Saudara Kandung Anak Susuan Jadi Mahram

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:50 WIB