Rais Aam PBNU Ajak Pengurus Buang Kepentingan Pribadi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.(poto: nuonline).

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.(poto: nuonline).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar meminta seluruh pengurus Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031 menepikan urusan pribadi saat mengelola jamiyah. Pesan tegas tersebut meluncur langsung saat ia memimpin prosesi baiat pengurus baru di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026).

Langkah pengabdian lima tahun ke depan ini menandai fase awal abad kedua perjalanan Nahdlatul Ulama. Kiai Miftach mengingatkan para pengurus agar selalu berpijak teguh pada nilai luhur Qanun Asasi.

Prinsip welas asih, persatuan, dan rasa kasih sayang harus memandu setiap keputusan organisasi. Sikap mendahulukan umat ketimbang keuntungan personal menjadi harga mati bagi keberhasilan kerja kepengurusan periode baru ini.

Tantangan Ruang Digital dan Polarisasi Publik

Kiai Miftach menyoroti dinamika dunia maya yang kini berkembang begitu cepat tanpa jeda. Kanal digital kerap menggiring publik melontarkan komentar liar tanpa landasan data yang valid maupun rujukan ilmu yang sahih.

Baca Juga :  Mubes Warga NU 2026 di Jombang Bedah Relasi NU dan Negara

Situasi tersebut membuat batas antara kebenaran dan kekeliruan kian kabur di mata masyarakat awam. Akibatnya, banyak warga terjebak opini sesat serta mudah tersulut konflik horizontal.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini meminta pengurus tidak menghabiskan energi untuk membalas kegaduhan maya. PBNU wajib tampil menghadirkan penyejuk suasana lewat karya nyata yang membawa jalan keluar konkret.

Setiap level kepengurusan harus menjawab sinisme publik dengan memperkuat program pemberdayaan keumatan. Pengurus perlu menuntun kembali masyarakat yang tersesat narasi digital agar cita-cita luhur para muassis NU tetap hidup.

Dakwah Merangkul dan Keragaman Warga Nahdliyin

Kiai Miftach juga menggarisbawahi realitas warga Nahdliyin yang tersebar luas dengan ragam latar belakang sosial, ekonomi, hingga pandangan politik. Perbedaan mencolok tersebut merupakan modal dasar keumatan yang butuh tata kelola bijak.

Keragaman warga menuntut cara komunikasi yang mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan golongan. Pendekatan dakwah masa kini harus meneladani jejak langkah Rasulullah SAW secara konsisten.

Baca Juga :  Peringkat SGIE Indonesia Turun, INDEF Soroti Pelemahan Kebijakan

Para kader NU perlu mengedepankan metode dakwah merangkul, bukan memukul atau memusuhi pihak yang berbeda pendapat. Sikap santun ini menjadi jalan utama untuk mengantarkan umat menuju taraf kehidupan yang jauh lebih bermartabat.

Pengesahan jajaran kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031 sendiri tertuang resmi dalam Surat Keputusan Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026. Susunan struktur organisasi ini memuat formasi lengkap Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah, A’wan, hingga Pengurus Harian Tanfidziyah.

Agenda pelantikan akbar tersebut turut mengundang sejumlah tokoh penting dan pimpinan daerah ibu kota. Hadir di lokasi antara lain Pengasuh Pesantren Al-Hamid KH Luqman Hakim Hamid, Walikota Jakarta Timur Munjirin, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhur Alynudin, serta Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Sutikno.(ar)

Berita Terkait

Pesantren Naik Kelas: Dari Lembaga Umat ke Motor Kemajuan
Harapan Muslimat dan Fatayat NU untuk PBNU 2026–2031
PBNU Gandeng Ekonom dan Pakar Kaji Arah Perekonomian Bangsa
Ponpes Al-Hamid Dorong PBNU Jadi Rumah Besar dan Pembela Umat
Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Personalia PBNU Baru
Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari
Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda
Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Harapan Muslimat dan Fatayat NU untuk PBNU 2026–2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:30 WIB

PBNU Gandeng Ekonom dan Pakar Kaji Arah Perekonomian Bangsa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Ponpes Al-Hamid Dorong PBNU Jadi Rumah Besar dan Pembela Umat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Rais Aam PBNU Ajak Pengurus Buang Kepentingan Pribadi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Personalia PBNU Baru

Berita Terbaru

Ilustrasi Suasana kultum di masjid, seorang penceramah di mimbar menyampaikan tausiyah penuh hikmah kepada jamaah yang khusyuk.(poto: AI).

Kultum

Teks Ceramah Hari Santri Nasional Penuh Makna

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi Suasana belajar kitab kuning Matan Taqrib tentang bersuci bersama kiai dan santri di serambi pesantren yang damai.(poto: AI).

Fiqih

Enam Sebab Mandi Wajib Menurut Panduan Matan Taqrib

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:04 WIB

Suasana hangat ibu menyusui bayi di rumah, didampingi anak perempuan dan putra sulungnya yang sedang membaca.(ilustrasi poto: AI).

Fiqih

Hukum Saudara Kandung Anak Susuan Jadi Mahram

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:50 WIB