Harapan Muslimat dan Fatayat NU untuk PBNU 2026–2031

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Muslimat NU Jakarta Timur pada pelantikan PBNU 2026-2031 di Pesantren Al-Hamid, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).(poto: nu online).

Pengurus Muslimat NU Jakarta Timur pada pelantikan PBNU 2026-2031 di Pesantren Al-Hamid, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).(poto: nu online).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Kader perempuan Nahdlatul Ulama menaruh harapan besar terhadap jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031. Mereka secara terbuka menyuarakan aspirasi penguatan kaderisasi ranting Muslimat Fatayat saat pengukuhan pengurus baru berlangsung di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026).

Struktur badan otonom di tingkat akar rumput menginginkan kepengurusan baru ini menghadirkan perubahan nyata. Pembinaan organisasi serta program kerja strategis semestinya tidak hanya berputar di jajaran pusat, melainkan mengalir lancar hingga ke level ranting desa dan kelurahan.

Pemberdayaan ekonomi, pemerataan fasilitas pendidikan, serta pendampingan kapasitas kader menjadi poin utama yang mereka titipkan. Seluruh pengurus wilayah bawah membutuhkan dukungan konkret agar roda organisasi terus berputar aktif melayani masyarakat sekitar.

Penguatan Pembinaan Badan Otonom Tingkat Bawah

Pengurus Cabang Muslimat NU Jakarta Timur, Ria, menegaskan bahwa para pemimpin PBNU mesti menjadi teladan utama bagi seluruh warga nahdliyin. Keteladanan tersebut mencakup kedisiplinan mengelola waktu, kejernihan visi, dan kesungguhan mengayomi umat tanpa sekat birokrasi.

Baca Juga :  MTQ Nasional XXXI Semarang 2026 Integrasikan AI dan UMKM

Ria menyoroti kenyataan lapangan bahwa pengurus ranting dan cabang kerap menjalankan agenda keumatan secara swadaya. Kader daerah bahkan sering urunan dana kas mandiri demi menopang kegiatan struktural tingkat atas.

Oleh karena itu, Ria mendorong PBNU membagi perhatian secara adil kepada seluruh badan otonom di daerah. Pengurus tingkat anak cabang berhak merasakan kucuran program serta fasilitas pembinaan yang serupa demi mewujudkan kemajuan organisasi secara serempak.

Perluasan Akses Edukasi dan Kemandirian Kader

Sekretaris Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Cipayung, Endang Setyaningsih, menyuarakan desakan serupa mengenai peningkatan wawasan intelektual kader muda. Ia menuntut PBNU membuka ruang belajar seluas mungkin agar anggota Fatayat di pelosok dapat mengasah keterampilan hidup dan kepemimpinan.

Baca Juga :  Pimpin Apel Pegawai, Kakanwil Kemenag Jambi Dorong Kinerja Kolektif dan Akuntabel

Endang mengusulkan pemanfaatan media digital secara agresif untuk menyebarkan modul pelatihan dan materi dakwah modern. Pendekatan digital ini memangkas jarak geografis, sehingga kader ranting langsung menerima ilmu terkini tanpa kendala perjalanan fisik.

Selain literasi digital, penguatan ekonomi mandiri menjadi kebutuhan mendesak bagi kader perempuan NU saat ini. Endang mengingatkan bahwa beban biaya administrasi tidak boleh memadamkan semangat kader daerah yang ingin menempuh pendidikan atau kursus keahlian resmi organisasi.

Seluruh jajaran PBNU kini memikul pekerjaan rumah besar untuk menerjemahkan aspirasi kader akar rumput menjadi kebijakan konkret. Pendampingan berkelanjutan dari pusat akan memastikan Muslimat dan Fatayat tetap menjadi benteng ketahanan sosial umat yang tangguh.(ar)

Berita Terkait

Pesantren Naik Kelas: Dari Lembaga Umat ke Motor Kemajuan
PBNU Gandeng Ekonom dan Pakar Kaji Arah Perekonomian Bangsa
Ponpes Al-Hamid Dorong PBNU Jadi Rumah Besar dan Pembela Umat
Rais Aam PBNU Ajak Pengurus Buang Kepentingan Pribadi
Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Personalia PBNU Baru
Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari
Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda
Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Harapan Muslimat dan Fatayat NU untuk PBNU 2026–2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:30 WIB

PBNU Gandeng Ekonom dan Pakar Kaji Arah Perekonomian Bangsa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Ponpes Al-Hamid Dorong PBNU Jadi Rumah Besar dan Pembela Umat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Rais Aam PBNU Ajak Pengurus Buang Kepentingan Pribadi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Personalia PBNU Baru

Berita Terbaru

Ilustrasi Suasana kultum di masjid, seorang penceramah di mimbar menyampaikan tausiyah penuh hikmah kepada jamaah yang khusyuk.(poto: AI).

Kultum

Teks Ceramah Hari Santri Nasional Penuh Makna

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi Suasana belajar kitab kuning Matan Taqrib tentang bersuci bersama kiai dan santri di serambi pesantren yang damai.(poto: AI).

Fiqih

Enam Sebab Mandi Wajib Menurut Panduan Matan Taqrib

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:04 WIB

Suasana hangat ibu menyusui bayi di rumah, didampingi anak perempuan dan putra sulungnya yang sedang membaca.(ilustrasi poto: AI).

Fiqih

Hukum Saudara Kandung Anak Susuan Jadi Mahram

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:50 WIB