Pesantren Naik Kelas: Dari Lembaga Umat ke Motor Kemajuan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan.(poto: istimewa).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan.(poto: istimewa).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Pemerintah menaikkan derajat pesantren ke panggung utama pembangunan nasional. Komitmen Presiden Prabowo Subianto terlihat jelas lewat pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di tubuh Kementerian Agama.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, membeberkan bukti keseriusan negara dalam merangkul kalangan santri. Langkah kelembagaan baru ini memberi pesantren payung hukum sekaligus wewenang yang jauh lebih kuat.

Pemerintah juga menempatkan sejumlah tokoh santri di kursi menteri Kabinet Merah Putih. Kehadiran mereka membawa pengalaman riil pendidikan bilik santri langsung ke meja pengambil kebijakan tertinggi negara.

Langkah Nyata Angkat Posisi Tawar Pesantren

Selama puluhan tahun, pesantren kerap menanggung beban pembinaan moral bangsa secara mandiri. Kini, negara menempatkan lembaga khas Nusantara ini sebagai tumpuan utama pencetakan sumber daya manusia unggul.

Syahganda menegaskan bahwa pesantren bukan sekadar tempat mengaji kitab kuning. Lembaga ini terbukti sukses merawat persatuan warga, meredam gesekan sosial, dan menyemai benih toleransi lintas generasi.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Tetapkan Empat Tersangka Kasus Dugaan Penistaan Agama Ancol

Keberpihakan nyata dari pimpinan negara membuka jalan lebar bagi pesantren untuk bergerak lincah. Syahganda optimis fondasi nilai pesantren sanggup menopang lahirnya peradaban baru Indonesia yang berdaulat dan berkarakter kuat.

Para pengasuh pondok kini memiliki jalur birokrasi khusus yang memahami kultur pesantren secara utuh. Keberadaan ditjen baru ini memangkas hambatan administratif yang selama ini memperlambat pembenahan fasilitas pondok.

Dukungan anggaran dan program kerja kementerian kini menyasar langsung kebutuhan dasar para santri di pelosok daerah. Kebijakan ini menyalakan harapan baru bagi jutaan pencari ilmu di seluruh penjuru tanah air.

Tuntutan Melek Teknologi Menuju Indonesia Emas

Pada momentum peringatan Hari Santri Nasional, Menteri Agama KH Nasaruddin Umar menitipkan pesan penting kepada generasi muda sarungan. Ia mengusung tema ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’ sebagai peta jalan perjuangan baru.

Baca Juga :  Rektor UI Tebo Dorong Mahasiswa Baru Kuasai AI dan Karakter Islam

Nasaruddin mengingatkan bahwa medan laga santri hari ini telah bergeser total dari era revolusi fisik. Santri masa kini memikul tanggung jawab besar memajukan negeri lewat kecerdasan pikiran dan karya nyata.

Kemerdekaan bangsa memang lahir dari cucuran keringat dan darah para pejuang pondok terdahulu. Namun, bangsa ini menuntut santri masa kini untuk segera menguasai sains modern, kecerdasan buatan, dan teknologi digital.

Nasaruddin mendorong para santri agar getol melahirkan inovasi terapan yang memecahkan masalah riil masyarakat. Penguasaan teknologi tinggi harus berjalan seiring dengan penjagaan akhlak mulia dan keteguhan spiritual.

Tantangan zaman bergerak cepat tanpa menunggu kesiapan siapa pun. Karena itu, semangat pengabdian santri kepada bumi pertiwi wajib terus menyala terang di tengah derasnya arus modernisasi dunia.(ar)

Berita Terkait

Harapan Muslimat dan Fatayat NU untuk PBNU 2026–2031
PBNU Gandeng Ekonom dan Pakar Kaji Arah Perekonomian Bangsa
Ponpes Al-Hamid Dorong PBNU Jadi Rumah Besar dan Pembela Umat
Rais Aam PBNU Ajak Pengurus Buang Kepentingan Pribadi
Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Personalia PBNU Baru
Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari
Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda
Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Harapan Muslimat dan Fatayat NU untuk PBNU 2026–2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:30 WIB

PBNU Gandeng Ekonom dan Pakar Kaji Arah Perekonomian Bangsa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Ponpes Al-Hamid Dorong PBNU Jadi Rumah Besar dan Pembela Umat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Rais Aam PBNU Ajak Pengurus Buang Kepentingan Pribadi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Personalia PBNU Baru

Berita Terbaru

Ilustrasi Suasana kultum di masjid, seorang penceramah di mimbar menyampaikan tausiyah penuh hikmah kepada jamaah yang khusyuk.(poto: AI).

Kultum

Teks Ceramah Hari Santri Nasional Penuh Makna

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi Suasana belajar kitab kuning Matan Taqrib tentang bersuci bersama kiai dan santri di serambi pesantren yang damai.(poto: AI).

Fiqih

Enam Sebab Mandi Wajib Menurut Panduan Matan Taqrib

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:04 WIB

Suasana hangat ibu menyusui bayi di rumah, didampingi anak perempuan dan putra sulungnya yang sedang membaca.(ilustrasi poto: AI).

Fiqih

Hukum Saudara Kandung Anak Susuan Jadi Mahram

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:50 WIB