Muktamar Ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Resmi Dibuka di Surakarta

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammadiyah resmi membuka Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Jumat, 7 Agustus 2026.(poto: republika).

Muhammadiyah resmi membuka Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Jumat, 7 Agustus 2026.(poto: republika).

Surakarta, dorlanhikmah.com – Organisasi otonom perempuan muda Muhammadiyah resmi membuka Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Jumat, 7 Agustus 2026. Perhelatan akbar ini mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan” sebagai arah gerakan organisasi.

Forum permusyawaratan tertinggi tersebut menjadi momentum penting konsolidasi gerakan perempuan muda dalam memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. Para kader berkomitmen meneguhkan peran strategis mereka mulai dari lingkungan keluarga hingga kancah kemanusiaan global.

Pembukaan acara ini menghadirkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir beserta seluruh jajaran pimpinan. Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini turut menghadiri pembukaan bersama unsur pemerintah dan tokoh Muhammadiyah-‘Aisyiyah.

Ribuan Kader Hadir Dalam Pembukaan Muktamar Di Surakarta

Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah Monica Subastia menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan menjadikan wilayahnya sebagai tuan rumah. Pihaknya menyambut hangat kehadiran seluruh utusan kader dari berbagai penjuru tanah air dengan tangan terbuka.

Sebanyak 875 peserta resmi tercatat mengikuti seluruh rangkaian musyawarah dari tingkat pimpinan wilayah hingga pimpinan cabang. Sementara itu, sekitar 6.700 kader dari bermacam daerah turut memeriahkan pembukaan agenda empat tahunan ini.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Ariati Dina Puspitasari menegaskan makna strategis dari pelaksanaan muktamar kali ini. Ia menyebut forum ini bukan sekadar ajang rutin untuk memilih susunan kepemimpinan baru.

Baca Juga :  Hukum Mencium Bendera Merah Putih Menurut Pandangan Islam

Forum ini menjadi ruang krusial untuk memperkuat komitmen pergerakan sekaligus merumuskan arah perjuangan organisasi. Seluruh elemen Nasyiah harus bersiap menghadapi berbagai dinamika perubahan zaman yang bergerak sangat cepat.

Tantangan Perempuan Muda Di Tengah Era Perubahan Modern

Ariati Dina Puspitasari memaparkan sejumlah tantangan kompleks yang membayangi kehidupan kader perempuan muda saat ini. Tantangan tersebut meliputi pesatnya transformasi digital, perubahan dinamika keluarga, hingga masalah kesehatan mental generasi muda.

Kondisi sosial juga menghadapi ancaman ketidakpastian ekonomi serta dampak krisis iklim yang semakin nyata. Fenomena ini menuntut Nasyiatul Aisyiyah agar terus beradaptasi dan menciptakan inovasi dakwah yang relevan.

Pengurus dan kader harus memiliki kemampuan membaca tanda zaman untuk mempertahankan eksistensi gerakan sosial keagamaan. Ariati mengingatkan pentingnya menjadikan muktamar sebagai ajang refleksi mendalam bagi seluruh jajaran organisasi.

Langkah pergerakan Nasyiatul Aisyiyah harus senantiasa mengacu pada misi awal untuk menghadirkan kemaslahatan bersama. Muktamar menjadi tempat terbaik untuk mengingat kembali cita-cita dasar pendirian organisasi ini.

Tradisi Musyawarah Menjadi Spirit Utama Pergerakan Nasyiatul Aisyiyah

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Setda Jawa Tengah Syamsudin Isnaini menilai tema muktamar sangat kontekstual. Ia menyebut agenda pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan aktif dari sektor perempuan muda.

Baca Juga :  Menag Tegaskan Pentingnya Diplomasi Keagamaan Imam Masjid untuk Perdamaian Dunia

Pembangunan masa kini harus mampu menjaga kelestarian lingkungan hidup serta memperkuat ketahanan fondasi keluarga. Upaya tersebut perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju masyarakat adil dan inklusif.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan seluruh peserta untuk melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi masa depan pergerakan. Ia menekankan bahwa tradisi musyawarah (wa syawirhum fil amri) merupakan ruh utama yang menjaga keberlangsungan organisasi otonom.

Prinsip musyawarah harus mewarnai setiap ruang diskusi agar menghasilkan keputusan yang membawa keberkahan. Haedar berharap jiwa musyawarah selalu hidup dalam setiap perhelatan muktamar Muhammadiyah.

Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan agenda yang sangat padat. Peserta akan membahas laporan pertanggungjawaban pimpinan serta merumuskan isu-isu strategis dan program kerja.

Seluruh agenda rapat pimpinan akan bermuara pada proses pemilihan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030. Kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa pergerakan perempuan muda ini semakin maju dan berdampak luas.(ust)

Berita Terkait

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis
Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah
Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng
NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026
Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Status Aset Kripto Merujuk Fatwa MUI
Seleksi Guru Agama Sekolah Rakyat Perketat Uji Baca Kitab Suci
Kemenag Rilis Tiga Langkah Perkuat Ekonomi Umat Rp1.200 Triliun
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:23 WIB

NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB