Jakarta, dorlanhikmah.com – Kementerian Agama resmi meluncurkan Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (Lamgama) di Jakarta pada Rabu (9/9/2026). Kehadiran lembaga baru ini menandai babak baru dalam penjaminan mutu perguruan tinggi keagamaan di Indonesia.
Peluncuran ini siap melayani ribuan program studi dari berbagai agama secara nasional. Layanan tersebut mencakup pengajuan akreditasi pertama, reakreditasi, hingga penetapan status akreditasi unggul.
Melayani Enam Agama dan Ribuan Prodi
Direktur Eksekutif Lamgama, Ahmad Thib Raya, mengonfirmasi kesiapan lembaganya dalam menerima permohonan akreditasi. Pihaknya menjangkau rumpun pendidikan tinggi Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu.
Thib Raya memperkirakan cakupan layanan lembaga ini mencapai 4.000 hingga 6.000 program studi. Potensi tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab lembaga dalam mengawal mutu pendidikan keagamaan.
Resmi Menjadi LAM Ke-10 di Indonesia
Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT, Imam Buchori, menyebut Lamgama sebagai Lembaga Akreditasi Mandiri ke-10 di Indonesia. Terbitnya peraturan BAN-PT terkait cakupan kerja menjadi dasar hukum operasional lembaga tersebut.
Imam menekankan pentingnya kesiapan seluruh perangkat pendukung, mulai dari asesor hingga sistem informasi. Kelengkapan instrumen dan organisasi akan menjamin kredibilitas proses penilaian mutu perguruan tinggi.
Menilai Kontribusi Nyata Lulusan bagi Masyarakat
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, meminta tim penilai memasukkan unsur dampak sosial dalam kriteria evaluasi. Menurutnya, kualitas lembaga pendidikan tidak boleh berpatokan pada kelengkapan berkas administratif semata.
Kamaruddin menyoroti kiprah nyata para alumni di tengah masyarakat sebagai indikator utama keberhasilan. Kontribusi alumni dalam pembangunan daerah menjadi bukti konkret kualitas sebuah program studi.(ust)









Komentar