Jakarta, Dorlanhikmah.com – Kementerian Agama membuka pelatihan online Hari Santri guna memperkuat literasi teknologi warga pondok pesantren di berbagai daerah. Program edukasi digital ini berlangsung penuh melalui platform Massive Open Online Course Pintar.
Kolaborasi ini melibatkan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia bersama Direktorat Jenderal Pesantren. Kemenag menyiapkan skema pembelajaran jarak jauh agar santri dan pengelola pesantren dapat belajar tanpa kendala lokasi.
Inisiatif digital ini menyasar peningkatan mutu sumber daya manusia pesantren secara menyeluruh. Panitia merancang seluruh modul agar relevan dengan tuntutan zaman modern sekaligus kebutuhan administrasi lembaga.
Penyelenggara menyediakan materi berbasis kecakapan digital mutakhir serta tata kelola kelembagaan. Para peserta dapat mengakses seluruh materi secara fleksibel dari wilayah masing-masing bermodalkan gawai pintar.
Kemenag Hadirkan Lima Modul Pelatihan Khusus Pesantren
Kemenag menyajikan lima topik pembelajaran khusus dalam momentum peringatan tahunan ini. Program mencakup kelas Santri Mahir Artificial Intelligence serta pelatihan Santri Menjadi Content Creator.
Tiga kelas lain membedah tata kelola administrasi pendidikan kesetaraan dan manajemen keuangan. Peserta mempelajari Manajemen Data E-Ijazah Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah, sosialisasi ujian, serta akuntabilitas dana bantuan operasional.
Materi teknis ijazah elektronik mempermudah pengelola menertibkan arsip kelulusan santri secara akurat. Sementara itu, panduan akuntabilitas mendorong pengurus pesantren menjalankan pelaporan dana operasional secara transparan dan tertib hukum.
Materi kecerdasan buatan dan pembuatan konten membekali santri agar terampil berdakwah di media digital. Generasi muda pesantren kini memegang instrumen penting untuk memproduksi konten edukatif yang mencerahkan publik.
Kombinasi materi ini menyeimbangkan antara penguasaan teknologi terapan dan akuntabilitas manajemen kelembagaan. Pendekatan terpadu tersebut diharapkan mampu mempercepat modernisasi ekosistem pesantren di seluruh penjuru Indonesia.
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Wajib Dampingan Guru Agama
Kepala BMBPSDM Kemenag RI Muhammad Ali Ramdhani menegaskan pentingnya adaptasi digital santri. Menurutnya, kalangan santri harus menguasai teknologi modern tanpa menanggalkan nilai-nilai luhur keagamaan.
Dhani menilai santri mengemban tugas ganda yang menuntut keteguhan moral dan keluasan ilmu. Santri wajib memperkokoh fondasi karakter agama sekaligus mengabdi secara nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pria yang akrab disapa Kaban Dhani itu juga menyoroti etika pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan buatan sekadar mempermudah pencarian informasi normatif dalam proses belajar.
Keberadaan sistem digital canggih tidak akan pernah menggantikan peran utama para kiai dan ustaz. Penjelasan langsung dari ulama tetap menjadi rujukan mutlak saat mendalami persoalan hukum syariat dan fikih.
Pengawasan ketat dari guru menjamin santri memperoleh pemahaman agama yang mendalam dan sahih. Melalui arahan yang tepat, santri dapat memanfaatkan teknologi secara bijak untuk menyebarkan pesan perdamaian.(ar)










Komentar