Jakarta, dorlanhikmah.com – Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan BMBPSDM Kementerian Agama bersama Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta merancang skema konversi mata kuliah perkuliahan digital. Kedua pihak merancang langkah strategis ini untuk memperluas jangkauan pendidikan tinggi keagamaan Islam secara praktis, fleksibel, dan terintegrasi.
Melalui program ini, mahasiswa UIN Jakarta dan masyarakat umum dapat mengakses materi perkuliahan secara mandiri dan gratis. Pengguna cukup membuka laman resmi di pintar.kemenag.go.id untuk mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.
Penyelenggara menyusun sistem pembelajaran ini secara terstruktur melalui kombinasi metode sinkronus dan asinkronus. Penyelenggara juga menerbitkan sertifikat resmi paling lambat tujuh hari setelah peserta menyelesaikan pelatihan.
Pihak UIN Jakarta dapat mempertimbangkan sertifikat tersebut untuk konversi kredit mata kuliah resmi mahasiswa. Kebijakan ini menjawab kebutuhan belajar masyarakat modern yang membutuhkan kemudahan akses serta fleksibilitas waktu.
Kepala Bagian Tata Usaha Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, Muhtadin, menegaskan fleksibilitas platform tersebut sebagai solusi konkret masyarakat modern. “Platform ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar secara mandiri dan mengakses materi pembelajaran secara fleksibel sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih mudah dan menyesuaikan kebutuhan peserta,” kata Muhtadin, Selasa (22/9/2026).
Pengembangan Integrasi Sistem Pembelajaran Digital Terpadu Kampus
Tim pengembang menargetkan penyelesaian sistem dan integrasi platform dalam waktu empat bulan. Tim melengkapi proses ini dengan dukungan 14 media pembelajaran interaktif.
Penyelenggara memfokuskan tahap awal penyiapan ini untuk menjawab tantangan pembelajaran pada mata kuliah krusial. Mata kuliah krusial tersebut meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris.
Tim pengembang merancang setiap materi agar sesuai dengan standar akademis kampus. Langkah ini memastikan kualitas pembelajaran digital tetap terjaga dengan baik.
Program ini membuka kesempatan luas bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan akademis secara mandiri. Inovasi ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam modernisasi pendidikan keagamaan.
Proyek Percontohan Kolaborasi Produksi Media Edukatif Pakar
Kepala Pusat Pembelajaran dan Pengembangan Kurikulum LPM UIN Jakarta, Dr. Ramdani Miftaah, M.Pd., menyampaikan rencana pelaksanaan proyek percontohan. Ia memproyeksikan kerja sama ini dapat mulai melalui pengembangan satu mata kuliah terlebih dahulu.
“Kerja sama ini diharapkan dapat dimulai dari satu mata kuliah terlebih dahulu. Materi pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum, kemudian dikembangkan menjadi video edukatif melalui kolaborasi tenaga ahli dan tim produksi. Langkah ini diharapkan menjadi awal pengembangan pembelajaran digital yang lebih praktis dan terintegrasi,” ujar Ramdani.
Tim produksi melibatkan langsung narasumber pakar dari fakultas terkait dalam tahap pelaksanaan. Pakar mendampingi seluruh proses, mulai dari penyusunan modul hingga pengunggahan materi ke sistem MOOC.
Pihak Kemenag dan UIN Jakarta berharap sinergi ini menjadi fondasi nyata dalam menghadirkan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif. Langkah ini memberikan dampak positif yang luas bagi civitas akademika dan masyarakat.(ust)










Komentar