Jakarta, dorlanhikmah.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama merilis jadwal Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur. Agenda besar lima tahunan warga Nahdliyin ini berjalan selama lima hari mulai 27 sampai 31 Agustus 2026.
Selain itu, kepastian jadwal tersebut tertuang dalam surat PBNU bernomor 970/PB.02/A.I.01.47/99/08/2026. Rais Syuriyah PBNU Prof Mohammad Nuh bersama Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori menandatangani surat tersebut pada 23 Agustus 2026.
Presiden Prabowo Subianto Buka Muktamar Ke-35 NU Jombang
Selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto membuka secara resmi perhelatan Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati Jombang. Ketua Organizing Committee Muktamar Saifullah Yusuf menegaskan kepastian kehadiran Kepala Negara dalam pembukaan acara tersebut.
Sementara itu, panitia mengimbau seluruh utusan PWNU, PCNU, dan PCINU menyelesaikan registrasi sejak Rabu 26 Agustus 2026. Utusan wajib memverifikasi QR Code pendaftaran pada Sekretariat Panitia di kompleks MA dan MTs Bahrul Ulum.
Rangkaian Pembukaan Dan Jadwal Sidang Komisi Muktamar
Pada hari pertama, acara berfokus pada seremoni pembukaan yang menghadirkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kemudian, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf serta Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyampaikan pidato kunci setelah seremoni pembukaan.
Memasuki hari kedua, agenda memuat pembahasan tata tertib serta Laporan Pertanggungjawaban PBNU masa khidmah 2021-2026. Para peserta melanjutkan kegiatan pada malam hari melalui enam sidang komisi di area pesantren.
Pembagian Lokasi Berbagai Komisi Dalam Muktamar NU
Dalam pembagian tempat, Komisi A membahas Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi’iyyah di halaman MAN 3 Jombang. Di lokasi berbeda, Komisi B menggelar Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu’iyyah pada Aula Ma’had Aly.
Selanjutnya, Komisi C mengkaji Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qonuniyyah di Aula Madrasah Fatah Hasyim. Adapun Komisi D mendiskusikan urusan organisasi pada Aula Gedung Serbaguna.
Tidak hanya itu, Komisi E menggodok program kerja organisasi di Aula Kampus IAIBAFA. Sementara Komisi F merumuskan rekomendasi strategi organisasi pada Aula Universitas KH A Wahab Hasbullah.
Pemilihan Pimpinan Dan Konferensi Pers Pengurus Baru PBNU
Berikutnya, hari ketiga menjadi momen krusial karena peserta mengesahkan hasil pembahasan seluruh komisi. Peserta sidang pleno juga menentukan tata tertib pemilihan pimpinan tertinggi PBNU.
Setelah itu, panitia memfasilitasi penentuan demisioner pengurus lama serta pemilihan sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi. Anggota AHWA menggelar musyawarah tertutup untuk menetapkan Rais Aam PBNU periode 2026-2031.
Hasilnya, muktamirin memilih Ketua Umum PBNU baru sekaligus membentuk tim mede formatur pada malam puncaknya. Oleh karena itu, seluruh rangkaian pemilihan ini menentukan arah kepemimpinan Nahdlatul Ulama lima tahun mendatang.
Akhirnya, hari keempat menutup rangkaian acara melalui penyampaian pidato perdana pimpinan PBNU terpilih. Rais Aam dan Ketua Umum PBNU baru kemudian menggelar konferensi pers perdana bersama media massa.(ust)










Komentar