Hadits Arbain Nawawi 2 tentang Islam dan Ihsan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hadist Arba'in bagian ke dua tentang Islam dan Ikhsan,( Poto : bersamadakwah )

Hadist Arba'in bagian ke dua tentang Islam dan Ikhsan,( Poto : bersamadakwah )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Hadits Arbain Nawawi 2 menjadi salah satu hadits paling penting dalam Islam karena menjelaskan dasar agama secara lengkap.

Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan tentang rukun Islam, rukun iman, ihsan, hingga tanda-tanda hari kiamat saat Malaikat Jibril datang menemui beliau.

Pembahasan dalam hadits Arbain Nawawi 2 tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga membentuk akhlak, keyakinan, dan cara seorang muslim mempersiapkan diri menghadapi akhir zaman. Karena kandungannya sangat luas, para ulama menyebut hadits ini sebagai ummus sunnah atau induk hadits.

Hadits Arbain Nawawi ke-2

Hadits ini diriwayatkan oleh Umar bin Khattab dan tercantum dalam Shahih Muslim karya Imam Muslim.

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللّٰهِ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِى عَنِ الإِسْلاَمِ.

فَقَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صلى الله عليه وسلم: «الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ وَتُقِيمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِىَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلاً».

قَالَ صَدَقْتَ.

قَالَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ.

قَالَ فَأَخْبِرْنِى عَنِ الإِيمَانِ.

قَالَ: «أَنْ تُؤْمِنَ بِاللّٰهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ».

قَالَ صَدَقْتَ.

قَالَ فَأَخْبِرْنِى عَنِ الإِحْسَانِ.

قَالَ: «أَنْ تَعْبُدَ اللّٰهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ».

قَالَ فَأَخْبِرْنِى عَنِ السَّاعَةِ.

قَالَ: «مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ».

قَالَ فَأَخْبِرْنِى عَنْ أَمَارَتِهَا.

قَالَ: «أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِى الْبُنْيَانِ».

قَالَ ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا ثُمَّ قَالَ لِى: «يَا عُمَرُ أَتَدْرِى مَنِ السَّائِلُ؟»

قُلْتُ: اللّٰهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ.

قَالَ: «فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ».

Artinya:

Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Suatu hari kami duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian sangat putih dan berambut hitam pekat. Tidak terlihat tanda perjalanan jauh padanya dan tidak seorang pun mengenalnya.

Ia duduk di hadapan Nabi lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam.’

Baca Juga :  5 Sifat Haji Mabrur dalam Islam yang Wajib Dipahami

Rasulullah menjawab:

‘Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika mampu.’

Laki-laki itu berkata, ‘Benar.’

Kemudian ia bertanya tentang iman, ihsan, hari kiamat, dan tanda-tandanya. Rasulullah menjawab seluruh pertanyaan tersebut hingga akhirnya beliau menjelaskan bahwa laki-laki itu adalah Malaikat Jibril yang datang untuk mengajarkan agama kepada umat Islam.”

Kedudukan Hadits Arbain Nawawi ke-2

Kitab Arbain Nawawi karya Imam Nawawi memuat 42 hadits pilihan yang menjadi pokok ajaran Islam. Dari seluruh hadits tersebut, hadits kedua memiliki kedudukan sangat istimewa.

Ulama besar Ibnu Daqiq Al-Id menjelaskan bahwa hadits ini mencakup seluruh ajaran agama, baik amalan lahir maupun batin.

Beliau berkata:

“Hadits ini mencakup seluruh ilmu syariat dan menjadi induk sunnah sebagaimana Al-Fatihah disebut Ummul Qur’an.”

Penjelasan itu menunjukkan bahwa hadits Arbain Nawawi 2 bukan sekadar hadits biasa. Hadits ini menjadi fondasi utama dalam memahami Islam secara menyeluruh.

Kisah Malaikat Jibril Mengajarkan Agama

Para sahabat merasa heran saat melihat laki-laki asing itu bertanya kepada Rasulullah lalu membenarkan jawaban beliau.

Setelah majelis selesai, Rasulullah menjelaskan bahwa laki-laki tersebut adalah Malaikat Jibril yang datang untuk mengajarkan pokok agama kepada umat Islam.

Metode bertanya yang dilakukan Jibril menjadi cara pembelajaran yang efektif karena membuat para sahabat lebih mudah memahami ajaran Islam.

Rukun Islam dalam Hadits Arbain Nawawi 2

Saat Jibril bertanya tentang Islam, Rasulullah menjelaskan lima rukun Islam yang wajib dijalankan setiap muslim.

1. Mengucapkan Syahadat

Rasulullah bersabda:

أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ

“Engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Syahadat menjadi dasar seluruh ibadah dalam Islam.

2. Mendirikan Shalat

Shalat menjadi tiang agama dan kewajiban utama setelah syahadat.

Allah berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ

“Dirikanlah shalat.”
(QS. Al-Baqarah: 43)

3. Menunaikan Zakat

Zakat mengajarkan kepedulian sosial dan membersihkan harta dari sifat kikir.

4. Berpuasa Ramadhan

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Baca Juga :  Hadits Arbain Nawawi 6: Halal, Haram, dan Syubhat

Puasa melatih kesabaran dan meningkatkan ketakwaan.

5. Menunaikan Haji

Rasulullah bersabda:

وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلاً

“Dan berhaji ke Baitullah jika mampu.”

Haji mengajarkan pengorbanan, persaudaraan, dan kepatuhan kepada Allah.

Rukun Iman dalam Hadits Arbain

Hadits ini juga menjelaskan enam rukun iman.

Iman kepada Allah

Seorang muslim wajib meyakini Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.

Iman kepada Malaikat

Allah menciptakan malaikat dari cahaya dan memberi mereka tugas tertentu.

Iman kepada Kitab-kitab Allah

Muslim wajib mengimani seluruh kitab yang Allah turunkan kepada para nabi.

Iman kepada Rasul-rasul Allah

Allah mengutus para rasul untuk membimbing manusia menuju jalan yang benar.

Iman kepada Hari Akhir

Hari akhir menjadi pengingat bahwa seluruh manusia akan mempertanggungjawabkan amalnya.

Iman kepada Qada dan Qadar

Rasulullah bersabda:

وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.”

Makna Ihsan dalam Islam

Rasulullah menjelaskan ihsan dengan sabda:

أَنْ تَعْبُدَ اللّٰهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

“Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

Ihsan membuat seorang muslim selalu merasa diawasi Allah sehingga lebih menjaga ibadah dan akhlaknya.

Ulama klasik Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam kitab Jami’ul Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa ihsan merupakan tingkatan tertinggi dalam ibadah.

Tidak Ada yang Mengetahui Hari Kiamat

Ketika Jibril bertanya tentang kiamat, Rasulullah menjawab:

مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ

“Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya.”

Jawaban itu menegaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui kapan kiamat terjadi.

Allah berfirman:

إِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ

“Sesungguhnya hanya Allah yang mengetahui hari kiamat.”
(QS. Luqman: 34)

Tanda-Tanda Hari Kiamat

Rasulullah menjelaskan dua tanda kiamat dalam hadits ini.

Budak Wanita Melahirkan Tuannya

Beliau bersabda:

أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا

“Jika budak wanita melahirkan tuannya.”

Sebagian ulama menafsirkan hadits ini sebagai tanda banyak anak durhaka kepada ibunya.

Penggembala Berlomba Mendirikan Bangunan

Rasulullah bersabda:

وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِى الْبُنْيَانِ

“Dan engkau melihat penggembala kambing berlomba meninggikan bangunan.”

Hadits ini menggambarkan perubahan besar dalam kehidupan manusia menjelang hari kiamat.(ust)

Berita Terkait

Panduan Lengkap Mimpi Buruk dalam Islam: Penyebab, Dalil, dan Adab Menyikapinya
Keistimewaan Pohon Bidara Menurut Alquran dan Sunnah Nabi
Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar
Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap
Tanda Husnul Khotimah dan Keutamaan Pujian Orang Beriman
Rahasia Dialog Allah dan Hamba dalam Surat Al-Fatihah
Hadits tentang Maulid Nabi, Adakah Perintah Merayakannya?
Siapa yang Setia Menemani Manusia di Dalam Kubur?
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Panduan Lengkap Mimpi Buruk dalam Islam: Penyebab, Dalil, dan Adab Menyikapinya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Keistimewaan Pohon Bidara Menurut Alquran dan Sunnah Nabi

Minggu, 20 September 2026 - 16:19 WIB

Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar

Sabtu, 12 September 2026 - 20:07 WIB

Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap

Sabtu, 12 September 2026 - 19:59 WIB

Tanda Husnul Khotimah dan Keutamaan Pujian Orang Beriman

Berita Terbaru

Ilustrasi: Kiai mengajar kitab fikih klasik tentang istibra dan menjaga nasab kepada para santri di pesantren tradisional.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Istibra Matan Taqrib: Aturan Menjaga Nasab

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:53 WIB

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin rapat Pembentukan Tim Fasilitasi Sertifikasi Keamanan Pangan dan Sertifikasi Halal Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Berita Islam

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:45 WIB