Dakwah Tauhid dalam Islam: Inti Perjuangan Para Nabi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid adalah salah satu tempat melaksanakan dakwah Islam( ilustrasi poto : geotime.id )

Masjid adalah salah satu tempat melaksanakan dakwah Islam( ilustrasi poto : geotime.id )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Dakwah tauhid dalam Islam, menjadi inti utama seluruh risalah para nabi dan rasul yang diutus Allah kepada umat manusia.

Seluruh perjuangan mereka berfokus pada satu tujuan besar, yaitu memurnikan ibadah hanya kepada Allah dan membersihkan manusia dari segala bentuk syirik serta penyembahan selain-Nya.

Dalam realitas kehidupan umat, banyak orang memahami Islam hanya sebatas identitas dan pengakuan lisan.

Padahal, para ulama menegaskan bahwa inti agama ini terletak pada tauhid yang benar, bukan sekadar pengucapan syahadat tanpa pemahaman dan pengamalan yang lurus.

Tauhid sebagai Misi Utama Para Rasul

Allah Ta’ala menegaskan misi para rasul dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan: Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. An-Nahl: 36)

Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh nabi membawa pesan yang sama, yaitu mengajak manusia untuk mengesakan Allah dalam ibadah dan menolak segala bentuk sesembahan selain-Nya.

Para rasul tidak memulai dakwah mereka dengan hal-hal sekunder. Mereka memulai dari fondasi utama, yaitu tauhid uluhiyah, karena seluruh amal ibadah tidak akan diterima tanpa kemurnian akidah.

Hakikat Tauhid dalam Ajaran Islam

Tauhid tidak hanya berarti meyakini bahwa Allah adalah Pencipta alam semesta. Lebih dari itu, tauhid mencakup pengesaan Allah dalam seluruh bentuk ibadah, baik lahir maupun batin.

Tauhid terbagi dalam beberapa aspek, namun yang paling utama adalah tauhid uluhiyah, yaitu mengesakan Allah dalam ibadah. Semua doa, harapan, rasa takut, dan tawakal harus diarahkan hanya kepada Allah.

Tauhid inilah yang menjadi inti dari kalimat laa ilaha illallah, yang berarti tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.

Al-Fatihah dan Makna Ibadah Murni

Surah Al-Fatihah menjadi contoh nyata pendidikan tauhid dalam Al-Qur’an. Dalam ayat:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.”

Kalimat ini menegaskan bahwa seluruh ibadah harus ditujukan hanya kepada Allah. Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini juga menolak segala bentuk syirik dan riya dalam amal.

Baca Juga :  Cara Selamat dari Fitnah Dajjal Menurut Nabi

Dengan demikian, seorang muslim tidak boleh mencampurkan ibadah kepada Allah dengan permintaan kepada selain-Nya, baik kepada nabi, wali, maupun makhluk lainnya.

Larangan Menyekutukan Allah

Allah Ta’ala memperjelas larangan syirik dalam firman-Nya:

وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً

“Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.” (QS. An-Nisa: 36)

Allah juga berfirman:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَداً

“Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kalian menyeru siapa pun bersama Allah.” (QS. Al-Jin: 18)

Kedua ayat ini menegaskan bahwa ibadah adalah hak mutlak Allah. Tidak ada satu pun makhluk yang boleh disekutukan dengan-Nya dalam bentuk ibadah apa pun.

Kesalahan dalam Memahami Syahadat

Sebagian orang mengira bahwa cukup dengan mengucapkan syahadat, maka seseorang telah sempurna tauhidnya. Pemahaman ini tidak tepat jika tidak disertai ilmu, keyakinan, dan pengamalan yang benar.

Kaum munafik pada masa Nabi ﷺ juga mengucapkan syahadat, namun Allah tetap mencela mereka karena hati mereka tidak beriman dengan benar. Hal ini menunjukkan bahwa pengakuan lisan saja tidak cukup tanpa ketundukan hati dan amal yang benar.

Penjelasan Ulama tentang Hakikat Tauhid

Seorang ulama besar, Muhammad bin Saleh al-Utsaimin, menjelaskan bahwa kebanyakan manusia tidak mengingkari Allah sebagai Pencipta. Namun, masalah utama yang di hadapi para rasul adalah penyimpangan dalam ibadah kepada Allah.

Beliau menerangkan bahwa tauhid rububiyah pada dasarnya sudah diakui manusia, tetapi yang sering dilanggar adalah tauhid uluhiyah, yaitu ketika manusia mengarahkan ibadah kepada selain Allah.

Dengan penjelasan ini, menjadi jelas bahwa inti dakwah para nabi bukan sekadar membuktikan keberadaan Allah, tetapi mengajak manusia untuk memurnikan ibadah hanya kepada-Nya.

Kesombongan Fir’aun dan Penolakan Tauhid

Al-Qur’an menceritakan kesombongan Fir’aun yang berkata:

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى

“Aku adalah Tuhan kalian yang paling tinggi.” (QS. An-Nazi’at: 24)

Fir’aun juga berkata:

مَا عَلِمْتُ لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرِي

Baca Juga :  Etika Dagang Rasulullah yang Penuh Berkah

“Aku tidak mengetahui bagi kalian sesembahan selain diriku.” (QS. Al-Qashash: 38)

Namun Allah menegaskan bahwa Fir’aun sebenarnya mengakui kebenaran di dalam hatinya, tetapi ia menolak karena kesombongan.

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْماً وَعُلُوّاً

“Mereka mengingkarinya padahal hati mereka meyakininya karena kezaliman dan kesombongan.” (QS. An-Naml: 14)

Tujuan Penciptaan Manusia dan Jin

Allah menegaskan tujuan penciptaan manusia dan jin dalam firman-Nya:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh kehidupan manusia berpusat pada ibadah kepada Allah. Inilah inti dari tauhid yang benar dalam Islam.

Dakwah Para Nabi adalah Dakwah Tauhid

Seluruh nabi membawa pesan yang sama kepada umat mereka.

Nabi Nuh ‘alaihis salam berkata:

يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ

Begitu juga Nabi Hud, Shalih, dan Syu’aib, semuanya menyeru:

“Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada bagi kalian sesembahan selain-Nya.” (QS. Al-A’raf)

Kesamaan pesan ini menunjukkan bahwa dakwah tauhid adalah fondasi seluruh risalah kenabian.

Pandangan Ulama Salaf tentang Tauhid

Ulama menjelaskan bahwa tauhid adalah inti dari seluruh ajaran Islam. Seorang ulama kontemporer, Abdul Aziz bin Baz, menegaskan bahwa seluruh amal tidak akan di terima tanpa tauhid yang benar.

Demikian pula Muhammad Nashiruddin al-Albani menjelaskan bahwa para nabi menghabiskan sebagian besar hidup mereka untuk mengajak manusia kepada tauhid, meskipun mendapat penolakan dari kaumnya.

Sementara itu, Shalih bin Fauzan al-Fauzan menegaskan bahwa syahadat tidak sah tanpa pengamalan tauhid yang benar dalam kehidupan sehari-hari.

Akidah tauhid menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Tanpa tauhid, seluruh amal ibadah tidak memiliki nilai di sisi Allah.

Akidah ibarat pondasi bangunan. Jika pondasi rusak, maka seluruh bangunan akan runtuh. Begitu pula amal tanpa tauhid tidak akan berdiri kokoh di sisi Allah.

Oleh sebab itu, setiap muslim wajib memberikan perhatian besar terhadap perbaikan akidah sebelum memperbanyak amalan lainnya.(ust)

Berita Terkait

Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Perlindungan Data Pribadi Bagian Martabat Manusia
Penghulu Viral Mojokerto Soroti Pentingnya Kerendahan Hati Orang Berilmu
Mengendalikan Volume Suara: Cermin Adab dan Tanggung Jawab Sosial Seorang Muslim
Akhlak Nabi Muhammad SAW: Cerminan Nyata Ajaran Alquran
6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah Menurut Alquran dan Hadis
Nasihat KH Hasyim Asy’ari tentang Menghadapi Perbedaan Pendapat Ulama
4 Tipe Manusia Menurut Imam Al Ghazali dan Cara Menyikapinya
Etika Bisnis dalam Islam: Panduan Lengkap Menurut Syariat
Berita ini 31 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Perlindungan Data Pribadi Bagian Martabat Manusia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Penghulu Viral Mojokerto Soroti Pentingnya Kerendahan Hati Orang Berilmu

Senin, 21 September 2026 - 16:36 WIB

Mengendalikan Volume Suara: Cermin Adab dan Tanggung Jawab Sosial Seorang Muslim

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Akhlak Nabi Muhammad SAW: Cerminan Nyata Ajaran Alquran

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:00 WIB

6 Sifat Tercela yang Dibenci Allah Menurut Alquran dan Hadis

Berita Terbaru

Ilustrasi Tafsir AL-qur'an.(poto: dorlanhikmah.com).

Al-Qur'an

Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 3

Rabu, 4 Nov 2026 - 06:18 WIB

Tafsir Al-Quran.(poto: istimewa).

Al-Qur'an

Rahasia Huruf Muqatta’ah Pembuka Surah Al-Baqarah Ayat 1

Rabu, 4 Nov 2026 - 06:05 WIB

Pemerintah Provinsi Jambi resmi membuka gelaran Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi pada Minggu (1/11/2026).(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Pembukaan MTQH ke-55 Jambi: Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Rabu, 4 Nov 2026 - 05:56 WIB

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Mahbub Daryanto, membuka Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi di lapangan Kantor Wali Kota Jambi pada Minggu (1/11/2026).(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

MTQH Jambi 2026: Kakanwil Kemenag Dorong Ekoteologi dan Wakaf

Rabu, 4 Nov 2026 - 05:52 WIB