Hukum Bersyair di Dalam Masjid, Boleh Selama Isinya Baik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 05:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

hukum bersyair didalam Masjid ( poto : masjid raya Al-jabar )

hukum bersyair didalam Masjid ( poto : masjid raya Al-jabar )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Hukum bersyair dimasjid pada dasarnya memperbolehkan seseorang melantunkan syair selama isi dan tujuannya tetap baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarang semua bentuk syair di masjid.

Para ulama mengambil kesimpulan itu dari hadis tentang Umar bin Khattab dan Hassan bin Tsabit. Karena itu, Islam tidak menutup ruang bagi syair, tetapi mengatur adab dan batas penggunaannya.

Pembahasan ini tercantum dalam Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani pada Kitab Shalat, Bab Seputar Masjid. Melalui hadis tersebut, para ulama menjelaskan kapan syair mendapat izin dan kapan seseorang harus meninggalkannya.

Hadis Tentang Bersyair di Dalam Masjid

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan:

وَعَنْهُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ؛ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَرَّ بِحَسَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يُنْشِدُ فِي الْمَسْجِدِ، فَلَحَظَ إلَيْهِ، فَقَالَ: قَدْ كُنْتُ أُنْشِدُ، وَفِيهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Umar radhiyallahu ‘anhu melewati Hassan yang sedang bersyair di dalam masjid. Umar lalu memandang Hassan dengan ekspresi yang menunjukkan ketidaksukaan. Hassan kemudian menjawab:

“Aku juga pernah bersyair dan di dalamnya ada seseorang yang lebih utama darimu.”

Yang Hassan maksud ialah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadis ini tercantum dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Para ulama menjadikan riwayat ini sebagai dasar bahwa Islam tidak melarang syair secara mutlak.

Hassan bin Tsabit, Penyair yang Membela Islam

Tokoh dalam hadis ini ialah Hassan bin Tsabit. Sejak masa jahiliyah, masyarakat sudah mengenal Hassan sebagai penyair yang kuat dalam bahasa dan sastra.

Setelah memeluk Islam, Hassan mengarahkan kemampuannya untuk mendukung dakwah. Ia menyusun syair yang membela kaum muslimin dan menjawab serangan kaum musyrik.

Pada masa itu, masyarakat Arab memandang syair sebagai alat komunikasi yang sangat berpengaruh. Karena itu, syair memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial.

Baca Juga :  Hati-Hati! Utang Belum Lunas, Ruh Tertahan Menurut Hadits Nabi

Ketika Rasulullah membiarkan Hassan bersyair di masjid, para ulama memahami bahwa syair yang benar tetap memiliki tempat dalam Islam.

Mengapa Umar Menunjukkan Sikap Tegas?

Umar bin Khattab terkenal sebagai sosok yang menjaga adab dan kehormatan masjid.

Saat melihat Hassan bersyair, Umar menunjukkan perhatian agar masjid tidak kehilangan fungsinya sebagai tempat ibadah.

Namun Hassan segera menjelaskan bahwa ia pernah melakukan hal yang sama ketika Rasulullah masih hidup.

Penjelasan itu membuat persoalan menjadi jelas. Umar tidak menolak dalil yang sahih dan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa para sahabat saling mengingatkan dan tetap kembali kepada petunjuk Rasulullah.

Kapan Syair di Masjid Menjadi Boleh?

Para ulama menjelaskan bahwa hukum syair mengikuti isi dan tujuannya.

Jika seseorang menggunakan syair untuk tujuan yang baik, maka Islam membolehkannya.

Berikut beberapa kondisi yang mendapat izin.

Syair yang Berisi Kebaikan

Seseorang boleh melantunkan syair yang mengandung nasihat, hikmah, atau pelajaran hidup.

Syair seperti ini tidak mengganggu tujuan utama masjid.

Sebaliknya, syair tersebut dapat menguatkan semangat beribadah dan mengingatkan manusia kepada Allah.

Syair untuk Membela Agama

Hassan bin Tsabit memberi contoh nyata tentang penggunaan syair untuk membela Islam.

Ia menggunakan kemampuan bahasa untuk menjawab serangan terhadap kaum muslimin.

Karena itu, para ulama menilai syair seperti ini memiliki nilai ibadah karena membantu menyebarkan kebenaran.

Syair yang Mengandung Ilmu

Islam juga memberi ruang bagi syair yang menyampaikan ilmu dan nasihat.

Banyak ulama pada masa lalu menyusun syair agar murid lebih mudah menghafal ilmu.

Syair yang mengajak kepada akhlak baik dan pemahaman agama tetap sejalan dengan tujuan syariat.

Hadis Larangan Bersyair di Masjid

Selain hadis di atas, ada hadis lain yang berbunyi:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari bersyair di dalam masjid.”

Baca Juga :  Keutamaan Nabi dan Rasul dalam Islam Menurut Dalil

Hadis ini berasal dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya dan tercantum dalam riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad.

Sebagian orang mungkin melihat adanya pertentangan antara dua hadis tersebut.

Namun para ulama tidak memahaminya seperti itu.

Mereka menggabungkan seluruh riwayat dan menyimpulkan bahwa larangan berlaku untuk syair yang membawa kebatilan atau menghilangkan kehormatan masjid.

Dengan cara ini, semua hadis tetap berjalan tanpa saling meniadakan.

Imam Al-Qurthubi Ingatkan Agar Tidak Berlebihan

Para ulama tetap mengingatkan agar umat Islam tidak menjadikan aktivitas bersyair sebagai rutinitas utama di masjid.

Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa kebiasaan seperti itu dapat mengurangi ketenangan dan kemuliaan masjid.

Masjid memiliki fungsi utama sebagai tempat shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menuntut ilmu.

Karena itu, setiap aktivitas tambahan harus tetap mendukung tujuan tersebut.

Jika suatu kegiatan mulai mengganggu jamaah atau menggeser fungsi masjid, maka seseorang perlu menghentikannya.

Pelajaran dari Sikap Umar dan Hassan

Hadis ini tidak hanya membahas hukum syair.

Peristiwa tersebut juga menunjukkan bagaimana para sahabat menyikapi perbedaan.

Umar menunjukkan kepedulian terhadap kemuliaan masjid.

Sementara itu, Hassan menyampaikan penjelasan dengan tenang dan berdasarkan dalil.

Keduanya memberikan contoh tentang cara menjaga kebenaran tanpa meninggalkan adab.

Sikap seperti ini tetap relevan dalam kehidupan umat Islam saat ini.

Syair Tetap Perlu Menjaga Kehormatan Masjid

Islam menghargai keindahan bahasa dan sastra.

Namun Islam juga mengarahkan manusia agar menggunakan kemampuan itu untuk tujuan yang benar.

Syair yang mengajak kepada kebaikan, ilmu, dan pembelaan terhadap agama tetap mendapat ruang.

Sebaliknya, syair yang melalaikan, mengandung kebatilan, atau mengganggu ibadah tidak sesuai dengan kehormatan masjid.

Karena itu, seorang muslim perlu menilai isi dan dampak sebelum melantunkan syair di rumah Allah.(ust)

Berita Terkait

Tiga Golongan Orang Beriman Masuk Surga Menurut Dalil
Keistimewaan Jawamiul Kalim Rasulullah SAW
Adab Makan Menurut Nabi dan Rahasia Hidup Sehat
Kritik Kaidah “Semakin Banyak Ilmu Semakin Sedikit Mengingkari”: Tinjauan Dalil dan Ulama
Hati-Hati! Utang Belum Lunas, Ruh Tertahan Menurut Hadits Nabi
Lalat dalam Minuman: Penjelasan Hadits dan Hikmah Syariat Islam
Kisah Orang Terakhir Masuk Surga dan Besarnya Rahmat Allah
Keutamaan Tanah Haram Makkah dan Madinah dalam Islam
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

Tiga Golongan Orang Beriman Masuk Surga Menurut Dalil

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Keistimewaan Jawamiul Kalim Rasulullah SAW

Senin, 8 Juni 2026 - 07:00 WIB

Adab Makan Menurut Nabi dan Rahasia Hidup Sehat

Senin, 8 Juni 2026 - 05:18 WIB

Hukum Bersyair di Dalam Masjid, Boleh Selama Isinya Baik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

Kritik Kaidah “Semakin Banyak Ilmu Semakin Sedikit Mengingkari”: Tinjauan Dalil dan Ulama

Berita Terbaru

Surat Al-Quraisy( poto : tarbiyah )

Al-Qur'an

Kritik Penafsiran “Ayat MBG” dalam Surah Quraisy

Rabu, 10 Jun 2026 - 19:00 WIB

Metode berpikir logis untuk membangun kesimpulan yang benar di tengah derasnya opini media sosial menurut Imam Al-gazali( ilustrasi poto : surau.co )

Sejarah

Tiga Metode Berpikir Imam Al-Ghazali di Era Media Sosial

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:00 WIB

Asal usul Bulan Hijriyah( poto : madaninews.id )

Sejarah

Asal Usul Nama Bulan Hijriah dari Tradisi Arab Kuno

Rabu, 10 Jun 2026 - 09:00 WIB

Delapan amalan yang mengundang do'a para Malaikat( poto :chatGPT ).

Al-Qur'an

8 Amalan yang Mengundang Doa Para Malaikat

Rabu, 10 Jun 2026 - 07:00 WIB