Derajat Orang Berilmu dalam Islam dan Keutamaannya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang Santri Sedang menuntut ilmu ( Poto : istimewa )

Seorang Santri Sedang menuntut ilmu ( Poto : istimewa )

Jakarta, dorlanhikmah.com – derajat orang berilmu Islam menjadi pembahasan penting dalam ajaran Islam karena Allah secara langsung mengangkat posisi orang yang memiliki ilmu di atas orang lain.

Al-Qur’an menegaskan bahwa ilmu bukan hanya sarana pengetahuan, tetapi juga jalan menuju kemuliaan, ketakwaan, dan kedudukan tinggi di sisi Allah.

Islam tidak memisahkan antara iman dan ilmu. Keduanya berjalan beriringan dan saling menguatkan dalam membentuk pribadi Muslim yang utuh.

Karena itu, Allah tidak hanya memuliakan orang beriman, tetapi juga secara khusus meninggikan derajat orang yang berilmu.

Landasan Al-Qur’an tentang Derajat Orang Berilmu

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah. Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah, maka berdirilah. Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak hanya mengangkat derajat orang beriman, tetapi juga secara khusus meninggikan derajat orang yang memiliki ilmu pengetahuan.

Makna Kenaikan Derajat dalam Islam

Para ulama menjelaskan bahwa kenaikan derajat dalam ayat ini tidak terbatas pada kehidupan akhirat, tetapi juga mencakup kehidupan dunia. Orang berilmu mendapatkan kehormatan, pengakuan, dan kemampuan untuk memberi manfaat kepada orang lain.

Syekh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa Allah memberikan keutamaan kepada orang beriman yang menuntut ilmu dengan peningkatan derajat sesuai kadar ilmu yang mereka pelajari. Ilmu menjadi faktor yang membedakan kualitas seseorang dalam beramal dan beribadah.

Baca Juga :  Muhasabah Tahun Baru Hijriah: Refleksi Diri dan Sosial

Mengapa Ilmu Mengangkat Derajat Manusia

Imam Fakhruddin Ar-Razi menjelaskan beberapa alasan mengapa Allah mengangkat derajat orang berilmu. Ia menegaskan bahwa ilmu bukan sekadar pengetahuan, tetapi alat pembentuk perilaku, ibadah, dan akhlak seseorang.

1. Ilmu Membimbing dari Haram dan Syubhat

Orang berilmu memahami batasan halal, haram, dan syubhat dengan lebih jelas. Ia tidak berjalan dalam kebodohan yang dapat menjerumuskannya pada dosa tanpa disadari.

Dengan ilmu, seseorang mampu menjaga diri dari kesalahan hukum dan menjaga kesucian amalnya.

2. Ilmu Menumbuhkan Khusyuk dalam Ibadah

Orang berilmu memahami bagaimana cara beribadah dengan benar dan khusyuk. Ia tidak sekadar melakukan gerakan ibadah, tetapi juga menghadirkan hati yang tunduk kepada Allah.

Ilmu membantu seseorang menghindari sifat sombong dalam ibadah dan menjaga keikhlasan dalam setiap amal.

3. Ilmu Mengajarkan Hakikat Taubat

Orang berilmu memahami kapan harus bertaubat, bagaimana cara bertaubat, dan apa saja syarat taubat yang benar. Ia tidak menunda-nunda taubat ketika menyadari kesalahan.

Kesadaran ini membuat hidupnya selalu dalam kondisi kembali kepada Allah setiap kali melakukan kekhilafan.

4. Ilmu Menjaga Kewajiban dan Hak

Orang berilmu lebih teliti dalam menjalankan kewajiban kepada Allah dan manusia. Ia memahami hak-hak yang harus ditunaikan dan tidak meremehkannya.

Sikap ini membuatnya lebih bertanggung jawab dalam kehidupan sosial dan ibadah.

Ilmu sebagai Penguat Iman

Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa Allah mengangkat derajat orang beriman terlebih dahulu karena iman mereka, kemudian menambahkan derajat yang lebih tinggi bagi mereka yang memiliki ilmu.

Ia menjelaskan dalam tafsirnya:

وَالْعُمُومُ أَوْقَعُ فِي الْمَسْأَلَةِ وَأَوْلَى بِمَعْنَى الْآيَةِ، فَيَرْفَعُ الْمُؤْمِنَ بِإِيمَانِهِ أَوَّلًا ثُمَّ بِعِلْمِهِ ثَانِيًا

Baca Juga :  Tafsir Surah Al-Fatihah Berdasarkan Tafsir Jalalain

Artinya, makna umum ayat ini menunjukkan bahwa Allah mengangkat derajat orang beriman karena imannya terlebih dahulu, kemudian karena ilmunya.

Penjelasan ini menegaskan bahwa ilmu tidak berdiri sendiri, tetapi selalu berada di atas fondasi iman.

Ilmu Tidak Menggantikan Iman

Para ulama menegaskan bahwa ilmu tidak dapat menggantikan iman. Ilmu hanya menjadi nilai tambah yang menyempurnakan keimanan seseorang.

Orang yang berilmu tetapi tidak beriman tidak akan mendapatkan kemuliaan sejati di sisi Allah. Sebaliknya, iman yang kuat tanpa ilmu akan sulit berkembang secara sempurna dalam amal.

Karena itu, Islam selalu menempatkan iman sebagai dasar, sementara ilmu menjadi cahaya yang mengarahkan perjalanan hidup seorang Muslim.

Peran Ilmu dalam Kehidupan Muslim

Ilmu memberikan dampak besar dalam kehidupan seorang Muslim. Ia tidak hanya mempengaruhi ibadah, tetapi juga cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi dengan sesama.

Orang yang berilmu cenderung lebih bijak dalam mengambil keputusan. Ia tidak mudah terjebak dalam emosi atau kebodohan yang merugikan dirinya dan orang lain.

Ilmu juga membantu seseorang memahami prioritas hidup, sehingga ia tidak terjebak dalam kesibukan dunia yang melupakan akhirat.

Ilmu sebagai Jalan Menuju Kemuliaan

Islam memandang ilmu sebagai jalan utama menuju kemuliaan. Allah tidak hanya memerintahkan manusia untuk beriman, tetapi juga untuk belajar dan memahami agama-Nya.

Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu dalam membentuk peradaban Islam.

Ilmu yang benar akan membawa seseorang kepada ketakwaan, sedangkan ilmu tanpa iman dapat menyesatkan jika tidak di arahkan dengan benar.(ar)

Berita Terkait

Prinsip Imam Syafi’i Memahami Nas
Mengapa Hati Menjadi Keras? Ini Penjelasan Ibnu Qayyim
Siapa Sebenarnya Ahlul Kitab dalam Al-Qur’an? Ini Kata Ulama
Otoritas Tafsir Al-Qur’an dan Syarat Menjadi Mufasir
Tafsir Al Baqarah 286 Ujian Hidup Sesuai Kemampuan
Keutamaan Surah Al-Fatihah, Surah Paling Agung dalam Alquran
Tafsir Az-Zumar Ayat 53: Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah
Cara Al-Qur’an Menguatkan Hati Nabi Muhammad Saat Ditolak
Berita ini 18 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Prinsip Imam Syafi’i Memahami Nas

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:00 WIB

Mengapa Hati Menjadi Keras? Ini Penjelasan Ibnu Qayyim

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:00 WIB

Siapa Sebenarnya Ahlul Kitab dalam Al-Qur’an? Ini Kata Ulama

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:00 WIB

Otoritas Tafsir Al-Qur’an dan Syarat Menjadi Mufasir

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:00 WIB

Tafsir Al Baqarah 286 Ujian Hidup Sesuai Kemampuan

Berita Terbaru

Hukum Islam dan UU TPPU terkait dana haram untuk pesantren.(ilustrasi poto: riau online).

Fiqih

Pencucian Uang di Pesantren: Hukum Islam dan Jerat Pidana

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:00 WIB

Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) MUI berkolaborasi dengan Baznas RI untuk memperkuat literasi keislaman digital AI.(poto: hidayatullah.com).

Berita Islam

MUI dan Baznas Latih Mujahid Digital Kuasai Teknologi AI

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:00 WIB