Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Waktunya Muhasabah Diri

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iluistrasi Shalat Istisqa.(poto: ist).

Iluistrasi Shalat Istisqa.(poto: ist).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Bencana kekeringan yang menimpa umat manusia menyimpan hikmah mendalam untuk menyadarkan setiap individu akan agungnya nikmat air. Saat sumber daya air makin langka, seluruh lapisan masyarakat menyadari ketergantungan penuh mereka pada rahmat Allah swt.

Momen sulit ini menjadi kesempatan emas bagi umat Muslim untuk melakukan introspeksi serta memperbaiki kualitas kehidupan spiritual. Redaksi NU Online menyajikan naskah khutbah salat istisqa berjudul “Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri” sebagai pedoman renungan bersama.

Khutbah I

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّومَ وَأَتُوبُ إِليْهِ ([9]). اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، إِلٰهَا وَاحِدًا إِيَّاهُ يَقْصِدُونَ وَإِلىَ رِضْوَانِهِ يَرْغَبُونَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُصْطَفَى الْمَأْمُوْنُ. ٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تعالى: فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا، يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

Jamaah sekalian marilah memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt atas kucuran nikmat yang melimpah. Sang Pencipta telah menurunkan air dari langit demi menjamin keberlangsungan hidup seluruh makhluk di bumi.

Salawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan para sahabatnya. Khatib mengimbau jamaah sekalian agar terus meningkatkan ketakwaan melalui kepatuhan atas perintah serta ajaran-Nya.

Langkah muhasabah diri saat kekeringan menjadi instrumen krusial dalam mengubah hal-hal buruk menjadi lebih berdaya guna. Allah swt telah menegaskan pentingnya introspeksi diri melalui firman-Nya dalam Surah Al-Hasyr:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr, [59]: 18).

Kaum muslimin berkumpul bersama untuk memohon keberkahan hujan demi menyambung napas kehidupan sehari-hari. Seluruh makhluk membutuhkan pasokan air untuk konsumsi harian, pertanian, hingga keberlanjutan ternak.

Masyarakat perlu menjadikan krisis air ini sebagai sarana mengukur kadar kepatuhan dan rasa syukur. Kitab suci Al-Qur’an menegaskan bahwa perbanyak istighfar memicu turunnya rahmat berupa curahan air hujan:

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا، يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا، وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Membuka Pintu Rahmat di Tengah Kemarau

Artinya, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12).

Permohonan ampunan tidak boleh berhenti pada ucapan lisan semata tanpa pembuktian tindakan nyata. Umat Islam harus menunjukkan kesungguhan tobat lewat perbaikan taat serta meninggalkan perbuatan dosa.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa permohonan ampun yang tulus akan membuka gerbang keberkahan dari berbagai penjuru. Beliau menuliskan penjelasannya dalam kitab Tafsir Al-Qur’anil Adzim jilid VIII halaman 233:

إِذَا تُبْتُمْ إِلىَ اللهِ وَاسْتَغْفَرْتُمُوْهُ وَأَطَعْتُمُوْهُ، كَثُرَ الرِّزْقُ عَلَيْكُمْ، وَأَسْقَاكُمْ مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبَتَ لَكُمْ مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ، وَأَنْبَتَ لَكُمُ الزَّرْعَ وَأَدَرَّ لَكُمُ الضَّرْعَ

Artinya, “Jika kalian bertobat kepada Allah, memohon ampun kepada-Nya, dan menaati-Nya, niscaya rezeki akan dilapangkan bagi kalian, Dia akan memberi kalian minum dari keberkahan langit, menumbuhkan keberkahan bumi, menumbuhkan tanaman, dan melimpahkan air susu bagi kalian.”

Pertobatan menjadi fondasi utama dalam membenahi diri dari segala kelalaian masa lalu. Umat Islam wajib membuktikan kesadaran tersebut dengan menghentikan perilaku pemborosan air.

Islam melarang keras penggunaan air secara berlebihan walau ketersediaannya masih cukup melimpah. Firman Allah swt dalam Surah Al-A’raf mengingatkan larangan berbuat boros:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya, “Dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).

Masyarakat juga patut menumbuhkan empati sosial terhadap warga yang kesulitan memperoleh pasokan air bersih. Bantuan berupa sedekah maupun pembagian air minum sangat membantu meringankan beban sesama.

Langkah introspeksi juga menuntut keterlibatan kolektif dari segenap elemen bangsa. Pemerintah wajib mengevaluasi kebijakan tata kelola air agar seluruh warga memperoleh akses yang layak.

Sektor industri harus memastikan kegiatan operasional mereka tidak merusak ekosistem sumber air bersih. Lembaga pendidikan bersama lingkungan keluarga berperan penting menanamkan kesadaran hemat air sejak dini.

Upaya memohon hujan harus berjalan selaras dengan ikhtiar menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan. Semoga doa yang terpanjatkan membawa perubahan perilaku menuju hamba yang lebih pandai bersyukur.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Baca Juga :  Khutbah Jumat Hemat Air Saat Kemarau

Khutbah II

[(7x)] أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّومَ وَأَتُوبُ إِليْهِ اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْها سُقْيا رَحْمَةٍ وَلا تَجْعَلْها سُقْيا عَذَابٍ وَلا مَحقٍ وَلا بَلاءٍ، وَلا هَدْمٍ وَلا غَرَقٍ، اللَّهُمَّ عَلى الظِّرَابِ وَالآكَامِ وَمَنَابِتِ الشّجَرِ وَبُطُونِ الأودِيَةِ، اللَّهُمَّ حَوَالَيْنا وَلاَ عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنا غَيْثاً مغِيثاً هَنِيئاً مَرِيئاً مُرِيعاً سَحّاً عامّاً غَدَقاً طَبَقاً مُجَلَّلاً دائماً إلى يَوْمِ الدِّينِ، اللَّهُمَّ اسْقِنا الغَيْثَ وَلا تَجعَلْنا مِنَ القَانِطِينَ، اللَّهُمَ إنَّ بِالعِبادِ وَالبِلاَدِ مِنَ الجهْدِ وَالْجوعِ والضّنْكِ ما لا نَشْكُو إلاّ إلَيْكَ، اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضّرْعَ وَأَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكاتِ السَّمَاءِ وَأنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ، وَاكْشِفْ عَنّا مِنَ البَلاءِ مَا لاَ يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إنَّكَ كُنْتَ غَفَّاراً فَأَرْسِل السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَاراً وَيَغْتَسِلُ في الوَادِي إذَا سالَ وَيُسَبِّحُ للرَّعْدِ وَالبَرْقِ

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Berita Terkait

Khutbah Jumat: Penyebab Utama Musibah Datang dari Dosa dan Maksiat Diri
Khutbah Jumat: Ketegasan dan Kebijaksanaan Rasulullah
Khutbah Jumat Hemat Air Saat Kemarau
Khutbah Jumat: Pemerintah Wajib Sigap Menangani Karhutla
Khutbah Jumat: Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir setelah Kematian
Khutbah Jumat: Kesejahteraan Guru Honorer Tanggung Jawab Pemerintah dalam Islam
Khutbah Jumat: Menundukkan Nafsu di Waktu Subuh
Khutbah Jumat: 3 Sifat Utama Muslim Sejati
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 08:53 WIB

Khutbah Jumat: Penyebab Utama Musibah Datang dari Dosa dan Maksiat Diri

Jumat, 11 September 2026 - 08:32 WIB

Khutbah Jumat: Ketegasan dan Kebijaksanaan Rasulullah

Kamis, 10 September 2026 - 20:34 WIB

Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Waktunya Muhasabah Diri

Kamis, 10 September 2026 - 20:28 WIB

Khutbah Jumat Hemat Air Saat Kemarau

Rabu, 9 September 2026 - 20:58 WIB

Khutbah Jumat: Pemerintah Wajib Sigap Menangani Karhutla

Berita Terbaru

Ilustrasi Khubah Jumat.(poto: arsip).

Kultum

Khutbah Jumat: Ketegasan dan Kebijaksanaan Rasulullah

Jumat, 11 Sep 2026 - 08:32 WIB

Ilustrasi Khubah Jumat.(poto: arsip).

Kultum

Khutbah Jumat Hemat Air Saat Kemarau

Kamis, 10 Sep 2026 - 20:28 WIB