Jakarta, dorlanhikmah.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz resmi menyusun susunan kepengurusan PBNU 2026-2031. Sosok yang akrab disapa Gus Kikin ini langsung bergerak cepat pascapengukuhan dirinya pada Senin (31/8/2026) di akhir agenda Muktamar.
Ia menyampaikan rencana strategis tersebut saat menggelar kunjungan perdana di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026). Langkah awal ini menjadi fondasi penting sebelum seluruh jajaran organisasi mulai aktif menjalankan program kerja untuk masyarakat luas.
Dalam kunjungan perdananya, Gus Kikin memanfaatkan momen pagi hari untuk menyapa dan bersilaturahmi langsung dengan seluruh staf serta karyawan PBNU. Kebersamaan tersebut mencerminkan komitmen kepemimpinan baru yang ingin membangun hubungan harmonis di internal sekretariat PBNU.
Selain menyapa jajaran staf sekretariat, Gus Kikin juga menyempatkan diri meninjau secara langsung ruang kerja Ketua Umum PBNU. Peninjauan fasilitas ini memastikan kesiapan sarana fisik pendukung operasional PBNU dalam menyambut masa kepengurusan yang baru.
Dua tokoh NU, H Asrorun Niam Sholeh dan H Gudfan Arif Ghofur, mendampingi penuh seluruh rangkaian kegiatan kunjungan Gus Kikin tersebut. Kehadiran para pimpinan ini mempertegas soliditas tim formatur dalam merampungkan seluruh agenda transisi kepemimpinan PBNU.
Langkah Awal Menyusun Jajaran Formatur Pengurus PBNU Baru
Gus Kikin menegaskan penyelesaian struktur kepengurusan menjadi skala prioritas utama yang harus segera tuntas dalam waktu dekat. Keberadaan jajaran pengurus baru akan memicu percepatan roda organisasi serta efektivitas pelayanan publik organisasi kemasyarakatan Islam ini.
Melengkapi struktur formatur PBNU menjadi syarat mutlak agar organisasi dapat segera mengeksekusi berbagai program keumatan. Tanpa kelengkapan susunan pengurus, aktivitas operasional PBNU belum dapat berjalan secara optimal sesuai dengan mandat organisasi.
Momen hari pertama berkantor ini pun murni menjadi ajang silaturahmi ramah tamah antarpimpinan dan jajaran pegawai PBNU. Kebijakan strategis organisasi baru akan bergulir setelah seluruh komposisi tim formatur resmi terbentuk secara utuh.
Tradisi Istikharah PBNU Serta Sinergi Bersama Bank Syariah
Proses penentuan nama-nama calon pengurus tetap bersandar pada tradisi spiritual NU yang sangat kuat, yakni melalui ibadah istikharah. Pendekatan spiritual ini menjamin penunjukan sosok pengurus berlandaskan petunjuk dan keberkahan bagi kemaslahatan masyarakat.
Langkah istikharah menjadi benteng moral PBNU agar jajaran pengurus terpilih mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh umat. Tradisi mulia ini senantiasa menjaga nilai-nilai keikhlasan dan ketulusan berkhidmah di dalam tubuh Nahdlatul Ulama.
Di luar agenda internal organisasi, Gus Kikin juga langsung membuka ruang kolaborasi eksternal dengan menerima jajaran manajemen Bank Syariah Indonesia. Pertemuan strategis pada hari pertama kerja ini langsung menghasilkan kesepakatan awal untuk memperkuat sinergi kedua lembaga.
Sinergi antara PBNU dan Bank Syariah Indonesia menyasar berbagai program penguatan ekonomi syariah serta pemberdayaan potensi masyarakat. Kesepahaman ini diharapkan segera terealisasi menjadi aksi nyata yang memberi dampak ekonomi positif secara menyeluruh.(ust)










Komentar