Adab dan Doa Meminum Air Zamzam Sesuai Sunnah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Adab meminum air Zamzam.(poto: lirboyo.net)

Adab meminum air Zamzam.(poto: lirboyo.net)

Jakarta, dorlanhikmah.com – Masyarakat Indonesia selalu menanti air Zamzam sebagai buah tangan utama selepas menunaikan ibadah di tanah suci. Seluruh umat Islam dapat mengamalkan adab meminum air Zamzam untuk merengkuh keberkahan di mana pun mereka berada.

Rasulullah ﷺ menegaskan keistimewaan utama air ini yang sangat terikat dengan niat orang yang meminumnya. Umat Islam perlu memperhatikan tata cara khusus agar khasiat serta keberkahannya meresap secara sempurna.

Tata Cara dan Adab Meminum Air Zamzam

Seseorang sebaiknya memposisikan tubuh menghadap ke arah kiblat saat hendak meneguk air penuh berkah ini. Langkah tersebut menjadi bentuk pemuliaan yang sangat dianjurkan terhadap keberadaan air Zamzam.

Setiap orang juga perlu menghadirkan niat serta hajat yang tulus di dalam hati sebelum meminumnya. Para ulama dan orang-orang saleh terdahulu membuktikan Allah mengabulkan hajat-hajat agung mereka lantaran wasilah air ini.

Besarnya nilai berkah mendorong para ulama menganjurkan umat untuk membawa atau memindahkan air Zamzam ke negara atau daerah asal. Langkah ini menjadi wadah untuk membagikan ladang tabarruk kepada keluarga dan tetangga di rumah.

Baca Juga :  Batas Akhir Shalat Isya Menurut Ulama dan Hadis

Redaksi Doa Pilihan Saat Meminum Air Zamzam

Para ulama mengamalkan beberapa pilihan doa berdasarkan tujuan khusus serta hajat yang ingin dicapai. Umat Islam dapat membaca doa untuk memohon kebahagiaan dunia dan akhirat berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنَّهُ بَلَغَنِي عَنْ نَبِيِّكَ ﷺ أَنَّ مَاءَ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ، وَأَنَا أَشْرَبُهُ لِسَعَادَةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ فَافْعَلْ

Allahumma innahu balaghani ‘an nabiyyika shallallahu ‘alaihi wa sallam anna maa’a zamzama lima syuriba lahu, wa ana asyrabuhu lisa’adatid-dunya wal-akhirah, Allahumma faf’al.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya telah sampai kepadaku dari Nabi-Mu ﷺbahwa air Zamzam itu sesuai dengan niat ketika meminumnya. Dan sesungguhnya aku meminumnya demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Ya Allah, maka kabulkanlah/wujudkanlah.”

Selain itu, terdapat doa khusus bagi siapa saja yang ingin memohon ampunan atas dosa-dosanya. Berikut adalah lafaz doa memohon ampunan dosa yang dapat Anda panjatkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَشْرَبُهُ لِتَغْفِرَ لِي، فَاغْفِرْ لِي

Allahumma inni asyrabuhu litaghfira li, faghfir li.

Baca Juga :  Penjelasan Lengkap Fikih Salat Jumat bagi Perempuan dan Ketentuan Salat Zuhur Penggantinya

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminum air ini agar Engkau mengampuniku, maka ampunilah aku.”

Umat Islam juga dapat memanjatkan doa saat meminum air ini untuk memohon kesembuhan dari penyakit. Berikut redaksi doa kesembuhan yang dituntunkan para ulama:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَشْرَبُهُ مُسْتَشْفِياً بِهِ فَاشْفيني

Allahumma inni asyrabuhu mustasyfiyan bihi fasyfini.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminum air ini dengan harapan mendapatkan kesembuhan melaluinya, maka sembuhkanlah aku.”

Panduan Fikih dan Keutamaan Air Zamzam

Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili menegaskan pentingnya memperbanyak minum air Zamzam dalam mahakaryanya, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Beliau mengutip hadis dari Jabir RA bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

Artinya: “Air Zamzam itu berkhasiat sesuai dengan niat orang yang meminumnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Teks hadis tersebut menjadi landasan pacu bagi para ulama terdahulu untuk memohon capaian perkara-perkara besar. Atas izin Allah, mereka berhasil meraih cita-cita agung tersebut melalui wasilah air Zamzam.(ust)

Berita Terkait

Hukum Air Daur Ulang Menurut Fikih Islam untuk Berwudu
Keutamaan Shalat Isya Berjamaah Mengandung Pahala Melimpah
Batas Akhir Shalat Isya Menurut Ulama dan Hadis
Mengulas Hukum Membuat Akun Palsu untuk Komentar di Media Sosial Menurut Islam
Hukum Mengirim Karangan Bunga Duka Cita dalam Islam
Hukum Berobat Menggunakan Obat Berbahan Najis Menurut Mazhab Syafi’i
Makna Musibah dalam Islam: Ujian, Muhasabah, dan Hikmah
Dampak Maksiat Merusak Akal dan Hati Manusia
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 08:48 WIB

Hukum Air Daur Ulang Menurut Fikih Islam untuk Berwudu

Minggu, 13 September 2026 - 08:28 WIB

Keutamaan Shalat Isya Berjamaah Mengandung Pahala Melimpah

Minggu, 13 September 2026 - 08:05 WIB

Batas Akhir Shalat Isya Menurut Ulama dan Hadis

Kamis, 10 September 2026 - 20:43 WIB

Mengulas Hukum Membuat Akun Palsu untuk Komentar di Media Sosial Menurut Islam

Rabu, 9 September 2026 - 20:39 WIB

Hukum Mengirim Karangan Bunga Duka Cita dalam Islam

Berita Terbaru

Ngaji Ilmu Balagah.(ilustrasi poto: istimewa).

Al-Qur'an

Rahasia Bahasa Al-Qur’an: Kalimat Berita Makna Perintah

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:27 WIB

Sikap tegas Ali bin Abi Thalib menolak korupsi.(ilustrasi poto: kemenag.go.id).

Sejarah

Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:18 WIB

Ilustrasi Imam Abu Hanifah menolak Jabatan.(poto: istimewa).

Sejarah

Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:13 WIB

Wawancara beserta awak media setelah acara pembukaan MTQ Nasional di Semarang, Sabtu (12/9/2026).(poto: kemenag.go.id).

Berita Islam

MTQ Nasional XXXI Semarang 2026 Integrasikan AI dan UMKM

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:05 WIB