Keutamaan Shalat Tahajud dalam Islam dan Dalil Lengkap

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keutamaan Shalat Tahajjud menurut Al-Qur'an dan Hadist ( poto : nu online )

Keutamaan Shalat Tahajjud menurut Al-Qur'an dan Hadist ( poto : nu online )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Keutamaan shalat tahajud menjadi pembahasan penting dalam Islam karena ibadah ini memberikan dampak besar bagi kehidupan spiritual dan sosial seorang Muslim.

Shalat tahajud mendorong seorang hamba untuk bangun di sepertiga malam, meninggalkan kenyamanan tidur demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini memperkuat iman, melapangkan rezeki, serta mengangkat derajat manusia di sisi Allah.

Shalat tahajud dilakukan setelah tidur pada malam hari, terutama di sepertiga malam terakhir. Pada waktu ini, suasana sangat tenang sehingga seorang Muslim bisa beribadah dengan lebih khusyuk, jujur, dan penuh pengharapan kepada Allah SWT.

1. Tahajud Mengangkat Derajat Hamba

Allah SWT secara langsung memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan shalat tahajud dalam Al-Qur’an:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah tidak hanya memerintahkan ibadah, tetapi juga menjanjikan kedudukan yang tinggi bagi orang yang melaksanakannya dengan ikhlas.

Para ulama menjelaskan bahwa “maqaman mahmuda” menunjukkan kedudukan mulia yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang menjaga qiyamullail. Ibn Kathir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kedudukan ini mencakup kemuliaan di dunia dan syafaat di akhirat.

Orang yang menjaga tahajud akan Allah angkat derajatnya, meskipun ia hidup sederhana di mata manusia.

2. Tahajud Membuka Pintu Rezeki

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa malam memiliki waktu mustajab untuk berdoa. Dalam hadits shahih, beliau bersabda:

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَـةً، لاَ يُوَافِقُهَا رَجُـلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ.

“Sesungguhnya di dalam malam itu ada satu waktu, jika seorang Muslim memohon kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat, niscaya Allah akan mengabulkannya. Dan itu berlaku setiap malam.”

Hadits ini menegaskan bahwa Allah membuka pintu rezeki setiap malam bagi hamba yang mau berdoa.

Rezeki dalam Islam tidak hanya berupa harta, tetapi juga kesehatan, ketenangan hati, keluarga yang harmonis, dan kemudahan urusan hidup. Dengan melaksanakan tahajud, seorang Muslim menunjukkan ketergantungannya kepada Allah, bukan kepada makhluk.

Baca Juga :  Kontroversi Tafsir “Rabb” dan Batas Otoritas Penafsiran Al-Qur’an

Imam Al-Qurtubi menjelaskan bahwa keberkahan rezeki sering kali turun pada hamba yang menjaga ibadah malam karena mereka bangun dengan niat tulus tanpa riya.

3. Waktu Paling Dekat dengan Allah SWT

Shalat tahajud memberikan kesempatan khusus bagi seorang hamba untuk merasakan kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Allah turun ke langit dunia ketika sepertiga malam terakhir dan berkata: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya, siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, Aku akan mengampuninya.”

Hadits ini menunjukkan bahwa waktu tahajud adalah waktu paling istimewa dalam sehari.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa malam menciptakan kondisi hati yang jernih, sehingga doa lebih mudah sampai kepada Allah SWT. Ia juga menegaskan bahwa munajat malam menghidupkan hati yang mati karena kesibukan dunia.

Ketika seorang hamba bangun di waktu ini, ia memasuki momen spiritual paling dekat dengan Tuhannya.

4. Menghapus Dosa dan Menjaga Diri dari Maksiat

Shalat tahajud juga berfungsi sebagai sarana pembersih dosa. Rasulullah SAW bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَقُرْبَةٌ لَكُمْ إِلَى رَبِّكُمْ، وَمَكْفَرَةٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ

“Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam, karena ia adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, dan ia juga dapat mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa-dosa, serta menghindarkan diri dari perbuatan dosa.”

Hadits ini menjelaskan bahwa tahajud tidak hanya membersihkan masa lalu, tetapi juga mencegah kesalahan di masa depan.

Imam Ibn Qayyim Al-Jauziyah dalam Madarij as-Salikin menegaskan bahwa qiyamullail memperkuat cahaya iman di dalam hati, melemahkan dorongan maksiat, dan meningkatkan kontrol diri.

Seseorang yang rutin tahajud biasanya lebih tenang, lebih sabar, dan lebih sulit terjerumus dalam dosa karena hatinya selalu terhubung dengan Allah.

5. Mendapat Cahaya di Hari Kiamat

Rasulullah SAW memberikan kabar gembira kepada orang yang menjaga ibadah malam:

Baca Juga :  Bergembira dengan Al-Qur’an, Karunia yang Tak Tertandingi

بَشِّرُوا المَشَّائِينَ في الظُّلَمِ إلى المَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sering berjalan di kegelapan malam menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.”

Hadits ini menunjukkan bahwa Allah memberikan cahaya khusus di hari kiamat bagi hamba yang menjaga ibadah malam.

Cahaya tersebut menjadi penolong saat manusia berada dalam situasi paling sulit dan gelap di akhirat.

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa cahaya ini merupakan simbol keselamatan dan kemuliaan bagi orang yang istiqamah dalam ibadah.

6. Pandangan Ulama Klasik tentang Tahajud

Ulama klasik sangat menekankan pentingnya shalat malam. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebut bahwa malam merupakan waktu terbaik untuk muhasabah diri dan mendekatkan hati kepada Allah.

Ia menulis bahwa hati yang tidak pernah bangun malam akan menjadi keras dan sulit menerima nasihat.

Imam Hasan Al-Bashri juga berkata bahwa kemuliaan seorang mukmin terlihat dari bagaimana ia menjaga malamnya, bukan hanya siangnya.

Ulama lain seperti Sufyan Ats-Tsauri bahkan mengatakan bahwa ia tidak pernah meninggalkan qiyamullail sejak muda karena ia menemukan manisnya iman di dalamnya.

7. Cara Melatih Konsistensi Tahajud

Banyak Muslim ingin melaksanakan tahajud tetapi kesulitan menjaga konsistensi. Islam memberikan kemudahan dalam memulai ibadah ini secara bertahap.

Seorang Muslim bisa mulai dengan tidur lebih awal agar tubuh siap bangun di malam hari. Ia juga bisa memulai dengan dua rakaat ringan tanpa beban berat.

Membiasakan tidur dalam keadaan berwudhu membantu seseorang lebih mudah bangun.

Selain itu, menjaga shalat wajib dengan baik akan memudahkan seseorang menjaga shalat sunnah.

Kunci utama tahajud terletak pada niat yang kuat dan latihan konsisten.

8. Hikmah Kehidupan dari Shalat Tahajud

Shalat tahajud tidak hanya berdampak spiritual, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental. Orang yang bangun malam untuk beribadah biasanya memiliki ketenangan batin lebih tinggi.

Secara psikologis, waktu malam membantu otak berada dalam kondisi tenang sehingga seseorang lebih mudah melakukan refleksi diri.

Tahajud juga membantu mengurangi stres, memperkuat kesabaran, dan meningkatkan optimisme dalam menghadapi kehidupan.(ust)

Berita Terkait

Perbedaan Qalqalah Sugra dan Kubra Beserta Contohnya
Tiga Ragam Musibah Menurut Al-Qur’an dan Maknanya
Kontroversi Tafsir “Rabb” dan Batas Otoritas Penafsiran Al-Qur’an
Kritik Penafsiran “Ayat MBG” dalam Surah Quraisy
Menunda Pernikahan Gen Z: Pandangan Islam dan Realitas Ekonomi
8 Amalan yang Mengundang Doa Para Malaikat
Bergembira dengan Al-Qur’an, Karunia yang Tak Tertandingi
Tiga Golongan Orang Beriman Masuk Surga Menurut Dalil
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:00 WIB

Keutamaan Shalat Tahajud dalam Islam dan Dalil Lengkap

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:00 WIB

Perbedaan Qalqalah Sugra dan Kubra Beserta Contohnya

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:00 WIB

Tiga Ragam Musibah Menurut Al-Qur’an dan Maknanya

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:00 WIB

Kontroversi Tafsir “Rabb” dan Batas Otoritas Penafsiran Al-Qur’an

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kritik Penafsiran “Ayat MBG” dalam Surah Quraisy

Berita Terbaru

Keutamaan Shalat Tahajjud menurut Al-Qur'an dan Hadist ( poto : nu online )

Al-Qur'an

Keutamaan Shalat Tahajud dalam Islam dan Dalil Lengkap

Jumat, 12 Jun 2026 - 21:00 WIB

zakat perusahaan dalam Islam, dalil Al-Qur’an, hadis, dan regulasi( poto : bantu sesama )

Fiqih

Kewajiban Zakat Perusahaan dalam Islam dan Regulasi

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:00 WIB