Perbedaan Qalqalah Sugra dan Kubra Beserta Contohnya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perbedaan Qolqolah Sugra dan Qolqolah Qubra( poto : lapal

Perbedaan Qolqolah Sugra dan Qolqolah Qubra( poto : lapal

Jakarta, dorlanhikmah.com – Memahami perbedaan qalqalah sugra kubra menjadi langkah penting bagi umat Islam yang ingin membaca Al-Qur’an dengan benar.

Ilmu tajwid membantu setiap Muslim melafalkan ayat sesuai kaidah sehingga bacaan tetap jelas dan maknanya terjaga. Karena itu, para ulama sejak dahulu menempatkan tajwid sebagai bagian penting dalam pembelajaran Al-Qur’an.

Saat membaca Al-Qur’an, setiap huruf memiliki aturan pelafalan yang berbeda. Sebagian huruf memerlukan dengungan, sebagian harus dipanjangkan, dan sebagian lainnya menghasilkan pantulan suara. Salah satu hukum bacaan yang paling sering muncul adalah qalqalah.

Meski sering dipelajari sejak awal, banyak orang masih sulit membedakan qalqalah sugra dan qalqalah kubra. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Perbedaan itu terletak pada posisi huruf, cara membaca, dan kekuatan pantulan suara.

 Apa Itu Qalqalah dalam Ilmu Tajwid?

Secara bahasa, kata qalqalah (قلقلة) berarti getaran, guncangan, atau pantulan.

Sementara itu, dalam ilmu tajwid, qalqalah merupakan cara membaca huruf tertentu dengan menghasilkan bunyi pantulan ketika huruf tersebut berada dalam keadaan sukun atau mati.

Para ulama tajwid menjelaskan bahwa pembaca perlu mengeluarkan suara secara jelas tanpa menambahkan harakat baru. Dengan demikian, huruf tetap terdengar tegas tetapi tidak berubah menjadi bunyi lain.

Kitab klasik Hidayatul Mustafid fi Ahkamit Tajwid menjelaskan bahwa qalqalah merupakan getaran suara yang muncul saat melafalkan huruf bersukun sehingga terdengar jelas tanpa tambahan bunyi.

Dalam praktiknya, qalqalah hanya berlaku pada lima huruf hijaiyah, yaitu:

ق – ط – ب – ج – د

Para guru tajwid sering mengajarkan huruf tersebut melalui singkatan:

قطب جد

Sebagian pelajar di Indonesia juga mengenalnya dengan pola hafalan Ba–Ju–Di–To–Qo.

Karena jumlah hurufnya sedikit, pelajar biasanya dapat menghafalnya dengan cepat. Namun, mereka tetap perlu memahami cara penerapannya agar bacaan tetap tepat.

Mengapa Umat Islam Perlu Mempelajari Qalqalah?

Belajar tajwid tidak hanya bertujuan memperindah suara saat membaca Al-Qur’an.

Sebaliknya, tajwid menjaga keaslian pelafalan ayat sehingga pembaca tidak mengubah bunyi huruf secara keliru.

Allah SWT berfirman:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”
(QS. Al-Muzzammil: 4)

Baca Juga :  Lahn dalam Al-Quran: Kesalahan Bacaan yang Haram

Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah memerintahkan umat Islam membaca Al-Qur’an secara teratur, jelas, dan sesuai aturan.

Selain itu, Imam Ibnu Al-Jazari dalam kitab Al-Jazariyyah menegaskan:

وَالأَخْذُ بِالتَّجْوِيدِ حَتْمٌ لاَزِمُ
مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ الْقُرْآنَ آثِمُ

“Menerapkan tajwid merupakan kewajiban yang harus dijalankan. Siapa yang tidak memperbaiki bacaan Al-Qur’annya maka ia melakukan kesalahan.”

Karena itu, memahami qalqalah menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas bacaan.

Perbedaan Qalqalah Sugra dan Qalqalah Kubra

Walaupun sama-sama menghasilkan bunyi pantulan, qalqalah sugra dan kubra memiliki karakter yang berbeda.

Secara umum, perbedaannya terlihat dari posisi huruf dan tingkat kekuatan bunyi saat dibaca.

Qalqalah Sugra: Pantulan Ringan dalam Bacaan

Qalqalah sugra muncul ketika salah satu huruf qalqalah memiliki sukun asli dan berada di tengah bacaan.

Karena pembaca tidak berhenti pada huruf tersebut, bunyi pantulan terdengar ringan dan singkat.

Dengan kata lain, pembaca hanya menegaskan huruf tanpa memperpanjang suara.

Ciri-Ciri Qalqalah Sugra

  • Huruf qalqalah memiliki sukun asli.
  • Huruf berada di tengah kata atau kalimat.
  • Pembaca tidak melakukan waqaf.
  • Pantulan terdengar ringan.

Saat menerapkan qalqalah sugra, pembaca perlu menjaga keseimbangan suara. Jika pantulan terlalu kuat, maka bacaan akan terdengar tidak alami.

Contoh Qalqalah Sugra dalam Al-Qur’an

1. Surah Al-Humazah Ayat 5

وَمَا أَدْرَاكَ

Dibaca:

Wa maa adraaka

Huruf دْ menghasilkan pantulan ringan karena berada di tengah bacaan.

2. Surah Al-Asr Ayat 3

وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Dibaca:

Wa tawaashaw bish-shabr

Huruf بْ memunculkan qalqalah sugra.

3. Surah Al-Lahab Ayat 5

فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍ

Dibaca:

Fii jiidihaa hablun min masad

Huruf بْ pada kata حَبْلٌ menunjukkan pantulan ringan.

4. Surah Al-Kautsar Ayat 3

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Dibaca:

Inna shaani’aka huwal abtar

Huruf بْ dibaca secara tegas namun tetap singkat.

Qalqalah Kubra: Pantulan Lebih Kuat Saat Berhenti

Berbeda dengan sugra, qalqalah kubra muncul ketika huruf qalqalah berada di akhir bacaan lalu pembaca melakukan waqaf.

Akibatnya, suara pantulan terdengar lebih jelas.

Meski demikian, pembaca tetap tidak boleh menambahkan bunyi baru.

Ciri-Ciri Qalqalah Kubra

  • Huruf qalqalah berada di akhir kata.
  • Pembaca melakukan waqaf.
  • Pantulan terdengar lebih kuat.
  • Bacaan tetap singkat dan terkontrol.
Baca Juga :  Dampak Buruk Maksiat Menurut Ibnul Qayyim dan Ulama Salaf

Qalqalah kubra sering muncul pada akhir ayat. Oleh sebab itu, pelajar tajwid perlu banyak berlatih agar pantulan tidak berlebihan.

Contoh Qalqalah Kubra dalam Al-Qur’an

1. Surah Al-Ikhlas Ayat 1

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Saat berhenti:

Qul huwallahu ahad

Huruf دْ menghasilkan pantulan yang jelas.

2. Surah Al-Ikhlas Ayat 2

اللَّهُ الصَّمَدُ

Dibaca:

Allahush shamad

Huruf دْ dibaca dengan pantulan kuat.

3. Surah Al-Falaq Ayat 1

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

Dibaca:

Qul a’udzu birabbil falaq

Huruf قْ menghasilkan qalqalah kubra.

4. Surah Al-Lahab Ayat 1

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

Saat waqaf:

Wa tabb

Huruf بْ dipantulkan secara jelas.

5. Surah Al-Buruj Ayat 1

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ

Saat berhenti:

Wal samaa’i dzatil buruj

Huruf جْ menghasilkan bunyi pantulan.

Cara Mudah Mengingat Perbedaan Keduanya

Agar lebih mudah memahami hukum ini, gunakan pola sederhana berikut.

Jika huruf qalqalah muncul di tengah bacaan dan pembaca tidak berhenti, maka bacaan masuk kategori sugra.

Sebaliknya, jika huruf qalqalah berada di akhir bacaan lalu pembaca berhenti, maka bacaan termasuk kubra.

Singkatnya:

  • Sugra = pantulan kecil
  • Kubra = pantulan lebih kuat

Selain itu, Anda bisa melatih pendengaran dengan mendengarkan bacaan qari yang menerapkan tajwid secara tepat.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membaca Qalqalah

Banyak pelajar tajwid melakukan kesalahan saat menerapkan qalqalah.

Pertama, sebagian orang memantulkan huruf terlalu kuat hingga terdengar seperti menambah harakat.

Kedua, sebagian lainnya justru menghilangkan pantulan sehingga huruf terdengar lemah.

Ketiga, beberapa pembaca menyamakan semua tingkat pantulan tanpa membedakan sugra dan kubra.

Karena itu, latihan rutin menjadi cara terbaik untuk memperbaiki kualitas bacaan.

Cara Melatih Bacaan Qalqalah agar Lebih Tepat

Untuk meningkatkan kemampuan membaca, lakukan latihan secara bertahap.

Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:

  • Hafalkan lima huruf qalqalah.
  • Baca ayat secara perlahan.
  • Perhatikan posisi waqaf.
  • Dengarkan bacaan qari.
  • Ulangi ayat yang mengandung qalqalah setiap hari.
  • Minta koreksi dari guru tajwid.

Dengan latihan yang konsisten, lidah akan terbiasa menghasilkan pantulan yang tepat.(ust)

Berita Terkait

Prinsip Imam Syafi’i Memahami Nas
Mengapa Hati Menjadi Keras? Ini Penjelasan Ibnu Qayyim
Siapa Sebenarnya Ahlul Kitab dalam Al-Qur’an? Ini Kata Ulama
Otoritas Tafsir Al-Qur’an dan Syarat Menjadi Mufasir
Tafsir Al Baqarah 286 Ujian Hidup Sesuai Kemampuan
Keutamaan Surah Al-Fatihah, Surah Paling Agung dalam Alquran
Tafsir Az-Zumar Ayat 53: Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah
Cara Al-Qur’an Menguatkan Hati Nabi Muhammad Saat Ditolak
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Prinsip Imam Syafi’i Memahami Nas

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:00 WIB

Mengapa Hati Menjadi Keras? Ini Penjelasan Ibnu Qayyim

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:00 WIB

Siapa Sebenarnya Ahlul Kitab dalam Al-Qur’an? Ini Kata Ulama

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:00 WIB

Otoritas Tafsir Al-Qur’an dan Syarat Menjadi Mufasir

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:00 WIB

Tafsir Al Baqarah 286 Ujian Hidup Sesuai Kemampuan

Berita Terbaru

khatib sedang membaca khutbah( ilustrasi poto: fissilmi kaffah)

Kultum

Khutbah Jumat: Islam Tegas Larang Rasisme di Media Sosial

Kamis, 30 Jul 2026 - 15:00 WIB

Hukum Islam dan UU TPPU terkait dana haram untuk pesantren.(ilustrasi poto: riau online).

Fiqih

Pencucian Uang di Pesantren: Hukum Islam dan Jerat Pidana

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:00 WIB

Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) MUI berkolaborasi dengan Baznas RI untuk memperkuat literasi keislaman digital AI.(poto: hidayatullah.com).

Berita Islam

MUI dan Baznas Latih Mujahid Digital Kuasai Teknologi AI

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:00 WIB