Jakarta, dorlanhikmah.com – Memahami perbedaan qalqalah sugra kubra menjadi langkah penting bagi umat Islam yang ingin membaca Al-Qur’an dengan benar.
Ilmu tajwid membantu setiap Muslim melafalkan ayat sesuai kaidah sehingga bacaan tetap jelas dan maknanya terjaga. Karena itu, para ulama sejak dahulu menempatkan tajwid sebagai bagian penting dalam pembelajaran Al-Qur’an.
Saat membaca Al-Qur’an, setiap huruf memiliki aturan pelafalan yang berbeda. Sebagian huruf memerlukan dengungan, sebagian harus dipanjangkan, dan sebagian lainnya menghasilkan pantulan suara. Salah satu hukum bacaan yang paling sering muncul adalah qalqalah.
Meski sering dipelajari sejak awal, banyak orang masih sulit membedakan qalqalah sugra dan qalqalah kubra. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Perbedaan itu terletak pada posisi huruf, cara membaca, dan kekuatan pantulan suara.
Apa Itu Qalqalah dalam Ilmu Tajwid?
Secara bahasa, kata qalqalah (قلقلة) berarti getaran, guncangan, atau pantulan.
Sementara itu, dalam ilmu tajwid, qalqalah merupakan cara membaca huruf tertentu dengan menghasilkan bunyi pantulan ketika huruf tersebut berada dalam keadaan sukun atau mati.
Para ulama tajwid menjelaskan bahwa pembaca perlu mengeluarkan suara secara jelas tanpa menambahkan harakat baru. Dengan demikian, huruf tetap terdengar tegas tetapi tidak berubah menjadi bunyi lain.
Kitab klasik Hidayatul Mustafid fi Ahkamit Tajwid menjelaskan bahwa qalqalah merupakan getaran suara yang muncul saat melafalkan huruf bersukun sehingga terdengar jelas tanpa tambahan bunyi.
Dalam praktiknya, qalqalah hanya berlaku pada lima huruf hijaiyah, yaitu:
ق – ط – ب – ج – د
Para guru tajwid sering mengajarkan huruf tersebut melalui singkatan:
قطب جد
Sebagian pelajar di Indonesia juga mengenalnya dengan pola hafalan Ba–Ju–Di–To–Qo.
Karena jumlah hurufnya sedikit, pelajar biasanya dapat menghafalnya dengan cepat. Namun, mereka tetap perlu memahami cara penerapannya agar bacaan tetap tepat.
Mengapa Umat Islam Perlu Mempelajari Qalqalah?
Belajar tajwid tidak hanya bertujuan memperindah suara saat membaca Al-Qur’an.
Sebaliknya, tajwid menjaga keaslian pelafalan ayat sehingga pembaca tidak mengubah bunyi huruf secara keliru.
Allah SWT berfirman:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”
(QS. Al-Muzzammil: 4)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah memerintahkan umat Islam membaca Al-Qur’an secara teratur, jelas, dan sesuai aturan.
Selain itu, Imam Ibnu Al-Jazari dalam kitab Al-Jazariyyah menegaskan:
وَالأَخْذُ بِالتَّجْوِيدِ حَتْمٌ لاَزِمُ
مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ الْقُرْآنَ آثِمُ
“Menerapkan tajwid merupakan kewajiban yang harus dijalankan. Siapa yang tidak memperbaiki bacaan Al-Qur’annya maka ia melakukan kesalahan.”
Karena itu, memahami qalqalah menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas bacaan.
Perbedaan Qalqalah Sugra dan Qalqalah Kubra
Walaupun sama-sama menghasilkan bunyi pantulan, qalqalah sugra dan kubra memiliki karakter yang berbeda.
Secara umum, perbedaannya terlihat dari posisi huruf dan tingkat kekuatan bunyi saat dibaca.
Qalqalah Sugra: Pantulan Ringan dalam Bacaan
Qalqalah sugra muncul ketika salah satu huruf qalqalah memiliki sukun asli dan berada di tengah bacaan.
Karena pembaca tidak berhenti pada huruf tersebut, bunyi pantulan terdengar ringan dan singkat.
Dengan kata lain, pembaca hanya menegaskan huruf tanpa memperpanjang suara.
Ciri-Ciri Qalqalah Sugra
- Huruf qalqalah memiliki sukun asli.
- Huruf berada di tengah kata atau kalimat.
- Pembaca tidak melakukan waqaf.
- Pantulan terdengar ringan.
Saat menerapkan qalqalah sugra, pembaca perlu menjaga keseimbangan suara. Jika pantulan terlalu kuat, maka bacaan akan terdengar tidak alami.
Contoh Qalqalah Sugra dalam Al-Qur’an
1. Surah Al-Humazah Ayat 5
وَمَا أَدْرَاكَ
Dibaca:
Wa maa adraaka
Huruf دْ menghasilkan pantulan ringan karena berada di tengah bacaan.
2. Surah Al-Asr Ayat 3
وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Dibaca:
Wa tawaashaw bish-shabr
Huruf بْ memunculkan qalqalah sugra.
3. Surah Al-Lahab Ayat 5
فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍ
Dibaca:
Fii jiidihaa hablun min masad
Huruf بْ pada kata حَبْلٌ menunjukkan pantulan ringan.
4. Surah Al-Kautsar Ayat 3
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Dibaca:
Inna shaani’aka huwal abtar
Huruf بْ dibaca secara tegas namun tetap singkat.
Qalqalah Kubra: Pantulan Lebih Kuat Saat Berhenti
Berbeda dengan sugra, qalqalah kubra muncul ketika huruf qalqalah berada di akhir bacaan lalu pembaca melakukan waqaf.
Akibatnya, suara pantulan terdengar lebih jelas.
Meski demikian, pembaca tetap tidak boleh menambahkan bunyi baru.
Ciri-Ciri Qalqalah Kubra
- Huruf qalqalah berada di akhir kata.
- Pembaca melakukan waqaf.
- Pantulan terdengar lebih kuat.
- Bacaan tetap singkat dan terkontrol.
Qalqalah kubra sering muncul pada akhir ayat. Oleh sebab itu, pelajar tajwid perlu banyak berlatih agar pantulan tidak berlebihan.
Contoh Qalqalah Kubra dalam Al-Qur’an
1. Surah Al-Ikhlas Ayat 1
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Saat berhenti:
Qul huwallahu ahad
Huruf دْ menghasilkan pantulan yang jelas.
2. Surah Al-Ikhlas Ayat 2
اللَّهُ الصَّمَدُ
Dibaca:
Allahush shamad
Huruf دْ dibaca dengan pantulan kuat.
3. Surah Al-Falaq Ayat 1
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Dibaca:
Qul a’udzu birabbil falaq
Huruf قْ menghasilkan qalqalah kubra.
4. Surah Al-Lahab Ayat 1
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
Saat waqaf:
Wa tabb
Huruf بْ dipantulkan secara jelas.
5. Surah Al-Buruj Ayat 1
وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ
Saat berhenti:
Wal samaa’i dzatil buruj
Huruf جْ menghasilkan bunyi pantulan.
Cara Mudah Mengingat Perbedaan Keduanya
Agar lebih mudah memahami hukum ini, gunakan pola sederhana berikut.
Jika huruf qalqalah muncul di tengah bacaan dan pembaca tidak berhenti, maka bacaan masuk kategori sugra.
Sebaliknya, jika huruf qalqalah berada di akhir bacaan lalu pembaca berhenti, maka bacaan termasuk kubra.
Singkatnya:
- Sugra = pantulan kecil
- Kubra = pantulan lebih kuat
Selain itu, Anda bisa melatih pendengaran dengan mendengarkan bacaan qari yang menerapkan tajwid secara tepat.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membaca Qalqalah
Banyak pelajar tajwid melakukan kesalahan saat menerapkan qalqalah.
Pertama, sebagian orang memantulkan huruf terlalu kuat hingga terdengar seperti menambah harakat.
Kedua, sebagian lainnya justru menghilangkan pantulan sehingga huruf terdengar lemah.
Ketiga, beberapa pembaca menyamakan semua tingkat pantulan tanpa membedakan sugra dan kubra.
Karena itu, latihan rutin menjadi cara terbaik untuk memperbaiki kualitas bacaan.
Cara Melatih Bacaan Qalqalah agar Lebih Tepat
Untuk meningkatkan kemampuan membaca, lakukan latihan secara bertahap.
Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:
- Hafalkan lima huruf qalqalah.
- Baca ayat secara perlahan.
- Perhatikan posisi waqaf.
- Dengarkan bacaan qari.
- Ulangi ayat yang mengandung qalqalah setiap hari.
- Minta koreksi dari guru tajwid.
Dengan latihan yang konsisten, lidah akan terbiasa menghasilkan pantulan yang tepat.(ust)







Komentar