Promosi Miras Pakai Hafalan Ad-Dhuha, Indonesia Halal Watch Dorong Tabayyun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Founder Indonesia Halal Watch (IHW), KH Ikhsan Abdullah.(poto: republika).

Founder Indonesia Halal Watch (IHW), KH Ikhsan Abdullah.(poto: republika).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Beredarnya rekaman video kegiatan promosi minuman beralkohol viral yang memanfaatkan hafalan Surat Ad-Dhuha memicu keprihatinan mendalam dari Indonesia Halal Watch (IHW). Pihak penyelenggara acara menyajikan minuman keras sebagai imbalan utama bagi pengunjung yang menyelesaikan tantangan membaca ayat suci Al-Qur’an tersebut.

Founder Indonesia Halal Watch (IHW), KH Ikhsan Abdullah, menilai tindakan tersebut sangat tidak patut dan telah melukai perasaan keagamaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat mulia sebagai petunjuk utama dalam kehidupan umat Islam.

Menjadikan ayat suci sebagai permainan promosi produk haram jelas merendahkan keluhuran kitab suci di ruang publik. Sosok yang juga menjabat Katib Syuriyah PBNU ini mengingatkan pelaku usaha agar senantiasa menghormati norma keagamaan.

Kiai Ikhsan menghargai kebebasan berusaha dan kreativitas pemasaran yang berkembang dalam dunia bisnis saat ini. Namun, ia menekankan bahwa seluruh aktivitas pemasaran wajib berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial serta etika budaya setempat.

Indonesia Halal Watch Minta Enam Poin Klarifikasi

IHW memilih tidak terburu-buru mengambil kesimpulan akhir hanya berdasarkan potongan video yang beredar luas di media sosial. Lembaga ini mengedepankan prinsip tabayyun sebagaimana arahan Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 6 untuk memperjelas persoalan.

Baca Juga :  Pimpin Apel Pegawai, Kakanwil Kemenag Jambi Dorong Kinerja Kolektif dan Akuntabel

Pihak IHW merancang langkah komunikasi langsung guna meminta penjelasan resmi dari penyelenggara acara maupun produsen pemilik merek. Langkah klarifikasi ini mencakup enam poin utama agar masyarakat memperoleh informasi secara utuh dan transparan.

Pertama, IHW ingin memastikan apakah aksi dalam video benar-benar terjadi dan merupakan bagian aktivitas resmi pemilik merek. Kedua, lembaga ini mempertanyakan pihak yang merancang serta bertanggung jawab atas tantangan berhadiah minuman keras tersebut.

Ketiga, IHW mengonfirmasi sejauh mana manajemen produsen mengetahui dan menyetujui strategi promosi kontroversial ini. Keempat, pihak IHW menanyakan sosok yang bertanggung jawab atas pelaksanaan operasional stan pameran di lokasi acara.

Kelima, IHW meminta kepastian mengenai persetujuan penyelenggara utama acara terhadap bentuk kegiatan pameran tersebut. Keenam, lembaga ini meneliti kepatuhan seluruh aktivitas pemberian minuman beralkohol terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kiai Ikhsan berharap pihak produsen dan penyelenggara memberikan jawaban yang jujur, terbuka, serta penuh tanggung jawab. Klarifikasi transparan sangat penting agar isu sensitif ini tidak memicu kesalahpahaman yang lebih luas di tengah masyarakat.

Imbau Masyarakat Tetap Tenang Dan Hindari Persekusi

IHW mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar menyikapi polemik promosi ini dengan kepala dingin dan tidak terpancing emosi. Pihaknya menegaskan bahwa upaya membela kehormatan agama harus meneladani akhlakul karimah yang menyejukkan.

Baca Juga :  ISLAMI 2026 Unisba Angkat Revitalisasi Wakaf sebagai Solusi Ekonomi dan Kolaborasi Kemanusiaan Global

Lembaga ini menolak keras segala bentuk aksi anarkis, persekusi, intimidasi, maupun penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Kiai Ikhsan memastikan bahwa mekanisme hukum tetap menjadi sarana utama apabila pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran.

Jika hasil klarifikasi menunjukkan adanya pelanggaran aturan, pihak berwenang wajib memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. IHW menegaskan bahwa komitmen tabayyun bukan berarti membiarkan pembiaran atas tindakan yang melanggar norma.

Pelajaran Penting Bagi Dunia Usaha Dalam Pemasaran

IHW mengingatkan para pelaku usaha agar tidak lagi memanfaatkan simbol keagamaan sebagai taktik pemikat konsumen semata. Strategi meraih perhatian publik melalui kontroversi sensitif bukanlah bentuk kreativitas bisnis yang sehat maupun beretika.

Dunia usaha semestinya tumbuh secara harmonis bersama masyarakat tanpa mempertaruhkan sensitivitas kerukunan sosial demi meraih keuntungan semata. Peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengusaha agar lebih berhati-hati dalam merancang kampanye publik.

Pernyataan tegas IHW ini berlandaskan rasa kepedulian tinggi terhadap keluhuran Al-Qur’an serta ketenteraman kehidupan beragama di Indonesia. Semua pihak diharapkan dapat saling menghormati demi menjaga kondusivitas dan kerukunan antarelemen bangsa.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri Meneguhkan Moral Bangsa

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:33 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB