Strategi Menguatkan Industri Busana Muslim Indonesia Berdaya Saing Global

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perancang busana sekaligus pengamat mode dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) Lisa Fitria dalam perhelatan fesyen

Perancang busana sekaligus pengamat mode dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) Lisa Fitria dalam perhelatan fesyen "SPOTLIGHT" pada Desember 2022.(poto: antara).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Pengamat mode Lisa Fitria mendorong penguatan daya saing industri modest fashion Indonesia agar mampu menguasai pasar global secara berkelanjutan. Langkah strategis ini sangat mendesak karena Indonesia memiliki modal ekosistem busana sopan yang relatif lengkap.

Ekosistem tersebut mencakup desainer berbakat, merek lokal popular, industri tekstil nasional, hingga ragam kain wastra Nusantara. Selain itu, basis konsumen yang besar serta komunitas Muslim yang aktif turut memperkuat fondasi industri ini.

Pemerintah bersama kementerian terkait juga terus menggelar berbagai agenda internasional berskala besar. Upaya berkelanjutan ini bertujuan menjadikan Indonesia sebagai destinasi ramah Muslim yang nyaman bagi wisatawan dunia.

Peningkatan Kualitas Produk Busana Sopan Standar Global

Lisa menekankan pentingnya peningkatan standar kualitas para pelaku usaha agar siap bersaing di kancah internasional. Setiap jenama lokal wajib memenuhi standar global mulai dari desain, material, rantai pasok, hingga konsistensi produksi.

Baca Juga :  Pemko Pariaman Utus 11 Tim Verifikasi Hafiz

Pelaku industri juga harus mengubah persepsi publik mengenai konsep pakaian sopan tersebut. Busana jenis ini tidak hanya ditujukan bagi umat Muslim, melainkan menjadi pilihan gaya busana universal.

Kolaborasi internasional menjadi kunci utama untuk membawa karya desainer lokal ke ajang pekan busana dunia. Kerja sama global ini membuka peluang pertemuan langsung antara pencipta karya dengan para pembeli mancanegara.

Para pelaku usaha dalam negeri tentu perlu menyiapkan kapasitas produksi yang memadai. Manajemen bisnis yang profesional akan memastikan industri nasional siap menerima pesanan berskala besar.

Sentuhan Wastra Nusantara Memperkuat Identitas Fesyen Global

Laporan Islamic Global Report menempatkan Indonesia pada posisi pertama sebagai pusat inovasi busana Muslim dunia. Capaian membanggakan ini membuktikan keunggulan kreativitas para perancang busana Tanah Air.

Baca Juga :  Fakultas Dakwah UIN Jambi Gandeng KPU Tanjabtim Perkuat Demokrasi

Tren masa kini menunjukkan minat tinggi generasi muda terhadap perpaduan unsur tradisional dan modernitas. Fenomena positif tersebut mendorong peningkatan penggunaan kain wastra Nusantara dalam berbagai karya busana harian.

Penggunaan kain tradisional secara masif memberikan dampak ekonomi langsung bagi para perajin di daerah. Inovasi rancangan ini mampu mengangkat kesejahteraan pekerja seni kain di berbagai penjuru wilayah.

Pengembangan industri ini tidak sekadar membawa busana lokal ke pasar internasional secara instan. Langkah jangka panjang ini bertujuan menciptakan fesyen global yang tetap membawa karakter serta DNA Indonesia.(ust)

Berita Terkait

Restoran Tanpa Sertifikat Halal Terancam Ditutup Permanen Mulai 2026
Wajib Sertifikat Halal 2026: BPJPH Minta Restoran dan UMK Segera Urus Legalitas
Seleksi Petugas Haji 2027 Resmi Dibuka, Cek Jadwal Dan Kisi-Kisi Soal Tes CAT
Aturan Wajib Halal 2026 Segera Berlaku Pelaku Usaha Diminta Segera Urus Sertifikasi
Gus Kikin Pimpin PBNU 2026–2031, Ajak NU Kembali ke Qanun Asasi
BKIM IPB Gelar Diskusi Publik Kawal Perwali P4S Bogor
Wali Kota Pariaman Melantik Pimpinan Baznas Baru Periode 2026-2031
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:33 WIB

Restoran Tanpa Sertifikat Halal Terancam Ditutup Permanen Mulai 2026

Rabu, 2 September 2026 - 20:26 WIB

Wajib Sertifikat Halal 2026: BPJPH Minta Restoran dan UMK Segera Urus Legalitas

Rabu, 2 September 2026 - 20:14 WIB

Aturan Wajib Halal 2026 Segera Berlaku Pelaku Usaha Diminta Segera Urus Sertifikasi

Selasa, 1 September 2026 - 14:53 WIB

Gus Kikin Pimpin PBNU 2026–2031, Ajak NU Kembali ke Qanun Asasi

Selasa, 1 September 2026 - 14:46 WIB

BKIM IPB Gelar Diskusi Publik Kawal Perwali P4S Bogor

Berita Terbaru

Peserta komisi bahtsul masail waqi'iyah.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Komersialisasi Data DNA Menurut Muktamar NU

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:27 WIB