Jakarta, dorlanhikmah.com – Penyuluh Agama Islam Kankemenag Kabupaten Kepulauan Seribu mematangkan agenda besar keagamaan melalui rapat koordinasi intensif. Rapat strategis ini mematangkan persiapan Festival Maulid Kepulauan Seribu 1448 Hijriah sekaligus mengevaluasi program pembinaan masyarakat yang sedang berjalan.
Para penyuluh menyelenggarakan pertemuan penting tersebut di Masjid Agung Al-Makmuriyah, Pulau Pramuka, pada Rabu (15/7/2026). Seluruh peserta rapat menyepakati pembagian tugas teknis agar pelaksanaan syiar Islam berjalan optimal.
Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Kepulauan Seribu, Samtidar Efendy Tomagola, memimpin langsung jalannya rapat koordinasi. Beliau saat ini juga aktif menjabat sebagai Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Sejumlah penyuluh agama Islam dan penghulu di wilayah kepulauan menghadiri musyawarah kerja ini secara antusias. Mereka siap membangun kolaborasi kuat dengan para pengurus masjid di seluruh wilayah Kepulauan Seribu.
Rapat Koordinasi Evaluasi Program Pembinaan Masyarakat
Forum ini mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan program penyuluhan yang telah menyasar warga pulau selama beberapa bulan terakhir. Evaluasi berkala tersebut menjamin mutu pembinaan keagamaan berjalan sesuai target Kankemenag.
Selain fokus mengevaluasi program lama, peserta rapat langsung mengalihkan perhatian pada rancangan teknis festival keagamaan mendatang. Panitia menyusun pembagian tugas secara detail demi menyukseskan perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Pihak panitia menjadwalkan perhelatan akbar keagamaan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Kegiatan syiar tersebut akan mulai bergulir pada tanggal 31 Agustus hingga 2 September 2026.
Masyarakat lokal memprediksi perayaan ini akan menyedot perhatian ribuan warga dari berbagai pulau pemukiman. Panitia mengemas acara secara menarik dengan memadukan unsur edukasi keagamaan dan perlombaan kompetitif.
Rangkaian Perlombaan Edukatif Meriahkan Syiar Islam
Panitia menyiapkan acara Tabligh Akbar sebagai puncak momentum siraman rohani bagi umat Muslim di wilayah kepulauan. Selain ceramah umum, festival ini menghadirkan berbagai kompetisi keagamaan untuk menjaring potensi generasi muda.
Anak-anak dan remaja dapat mengikuti lomba cerdas cermat keagamaan serta kompetisi kumandang adzan yang syahdu. Pihak panitia juga menggelar lomba tilawah Al-Qur’an dan kompetisi seni mewarnai kaligrafi islam.
Berbagai perlombaan tersebut menyasar peserta dari kelompok usia anak-anak hingga kalangan remaja produktif. Upaya masif ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta mendalam kepada figur dan keteladanan Rasulullah SAW.
Penyelenggaraan kompetisi ini sekaligus menjadi media strategis dalam memperkuat gaung syiar Islam di wilayah pesisir Jakarta. Panitia optimis kegiatan edukatif mampu menyering bakat-bakat terbaik dari santri kepulauan.
Momentum Eratkan Ukhuwah Melalui Keteladanan Rasulullah
Ketua IPARI Kepulauan Seribu, Samtidar Efendy Tomagola, menegaskan bahwa festival ini mengusung misi persatuan umat yang kokoh. Beliau berharap perhelatan akbar mampu meningkatkan semangat warga dalam mengamalkan nilai-nilai luhur kenabian.
“Festival Maulid Nabi bukan hanya peringatan seremonial, tetapi menjadi media dakwah yang menghadirkan edukasi, syiar Islam, dan pembinaan umat,” ujar Samtidar. Oleh karena itu, seluruh panitia harus mematangkan persiapan agar kegiatan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Beliau menaruh harapan besar pada jalinan kolaborasi antara penyuluh agama, penghulu, dan pengurus kemakmuran masjid. Sinergi lintas sektoral ini diyakini mampu mewujudkan festival yang meriah, bermutu, dan berdampak nyata.
Pihak penyelenggara ingin membangun semangat kebersamaan yang kokoh di tengah keanekaragaman masyarakat pulau. Perayaan tahun ini menargetkan lahirnya generasi penerus yang mencintai Al-Qur’an dan menerapkan prinsip islami sehari-hari.(ust)










Komentar