Jombang, dorlanhikmah.com – Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menerima amanah sebagai tuan rumah ajang Muktamar ke-35 NU Tambakberas. Panitia menjadwalkan agenda besar organisasi ini pada tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026 mendatang.
Penunjukan pesantren berusia dua abad ini makin memperkuat ikatan sejarah dengan Nahdlatul Ulama. Pengurus pesantren terus mematangkan berbagai sarana pendukung demi menyambut puluhan ribu tamu undangan.
Persiapan Lokasi Muktamar NU Capai Delapan Puluh Persen
Ketua Majelis Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum KH M Hasib Wahab Hasbullah menyebut persiapan lokasi mencapai 80 persen. Pihaknya kini fokus menyelesaikan penambahan dan perbaikan sarana kamar mandi umum untuk para peserta.
Panitia lokal turut menyiapkan lahan seluas empat hektare yang memanfaatkan area persawahan warga. Lahan tersebut bakal menampung kendaraan peserta, stan bazar UMKM, serta panggung pentas seni budaya.
Gus Hasib mengonfirmasi ketersediaan ruang sidang komisi, pusat layanan kesehatan, dan area penginapan utusan daerah. Tim PBNU sebelumnya sudah menilai langsung kelayakan seluruh fasilitas utama di dalam kompleks pesantren.
Para kiai dan santri juga menggelar acara sujud syukur serta doa bersama di Tambakberas. Seluruh elemen pesantren bergotong royong menyiapkan arena utama demi menyukseskan agenda akbar nasional tersebut.
Solusi Jalan Tengah Di Tengah Perdebatan Rapat Alot
PBNU menetapkan Tambakberas melalui proses musyawarah panjang dan diskusi mendalam antar-pengurus. Forum rapat sempat berlangsung alot akibat perbedaan dukungan antara Pesantren Lirboyo dan Pesantren Al-Hamid Jakarta.
Gus Hasib lalu menawarkan opsi Pesantren Tambakberas sebagai jalan tengah bagi kedua pihak. Seluruh peserta rapat pimpinan langsung menyetujui usulan tersebut sebagai titik temu terbaik bagi semua opsi.
KH Abdus Salam atau Mbah Shoichah mendirikan Pesantren Bahrul Ulum ini pada tahun 1825 silam. Pesantren bersejarah ini menjadi basis pergerakan KH Abdul Wahab Hasbullah dalam merintis kelahiran organisasi Nahdlatul Ulama.
Pahlawan Nasional tersebut juga mencetuskan sebutan Rais Aam untuk menggantikan istilah Rais Akbar. Langkah bijak tersebut menunjukkan rasa hormat dan takzim beliau kepada sang guru KH Hasyim Asy’ari.
Fokus Penguatan Sektor Ekonomi Syariah Pada Abad Kedua
Panitia membawa gagasan Muktamar Gembira untuk menciptakan suasana musyawarah yang sejuk dan penuh persaudaraan. Gus Hasib mengajak seluruh warga nahdliyin merayakan momen abad kedua NU tanpa mempertajam perbedaan pandangan.
Muktamar mendatang mengarahkan fokus utama pada perumusan strategi penguatan pilar ekonomi berbasis syariah. Sektor pendidikan dan dakwah NU sudah berkembang pesat sehingga aspek ekonomi memerlukan perhatian ekstra.
Pengasuh pesantren berharap seluruh rangkaian musyawarah Muktamar ke-35 NU berjalan lancar serta membawa keberkahan. Momentum ini bisa mengembalikan seluruh elemen organisasi pada semangat dasar perjuangan para muassis NU.(ust)










Komentar