Sumatera Barat, dorlanhikmah.com – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melepas secara resmi Kafilah MTQ KORPRI Provinsi Sumbar menuju Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Acara pelepasan berlangsung di Auditorium Gubernuran pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Para utusan siap mengarungi ajang MTQ ke-8 KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026. Sebanyak 38 peserta terbaik melangkah ke tingkat nasional setelah melewati seleksi ketat.
Panitia mencatat awal pendaftaran diikuti oleh 367 orang dari berbagai instansi. Jumlah tersebut menyusut hingga menyisakan sekitar 10 persen peserta terbaik.
Proses Seleksi Ketat dan Pesan Gubernur
Mahyeldi menyebut tahapan penyaringan berjalan sangat tajam dan melalui proses panjang. Langkah ini memastikan para Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki kesiapan penuh.
Gubernur mengingatkan peserta agar tidak sekadar mengejar kemenangan dalam musabaqah tilawatil Qur’an. ASN Sumbar wajib menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an pada tugas pelayanan publik.
Langkah ini memperkuat kearifan lokal Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Falsafah tersebut telah mengakar kuat dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022.
Strategi Pertahankan Gelar Juara Umum
Pengurus KORPRI Sumbar menggelar 10 kali Training Center bersama pelatih nasional. Tim pelatih juga memberikan evaluasi, try out, hingga tugas latihan mandiri.
Persiapan matang ini menjadi modal utama untuk mempertahankan prestasi juara umum. Sumbar sebelumnya sukses merebut gelar juara umum pada edisi 2022 dan 2024.
Selain mengasah keahlian individu, Mahyeldi menyoroti pentingnya penampilan kolaboratif antarpeserta. Kerja sama tim memupuk semangat kebersamaan di tengah pesatnya era digitalisasi.
Ia meminta seluruh anggota kontingen menjaga nama baik daerah serta menjunjung sportivitas. Setelah berikhtiar maksimal, seluruh peserta menyerahkan hasil akhir kepada Allah SWT.
Ketua KORPRI Sumbar Andri Yulika merinci total kontingen berjumlah 49 orang. Rombongan terdiri dari 38 peserta, sembilan pelatih, dan dua official pendamping.
Pihaknya telah menyiapkan seluruh urusan administrasi, transportasi, akomodasi, hingga layanan kesehatan. Andri memohon doa dari masyarakat agar kafilah berhasil membawa pulang kemenangan.(ust)










Komentar