Jakarta, dorlanhikmah.com – Kini proses rehabilitasi pasca bencana Aceh memasuki babak baru dengan dimulainya pembangunan infrastruktur pendidikan Islam. Oleh karena itu, NU Care-LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret) resmi memulai pembangunan kembali Balai Pengajian Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah. Selanjutnya, prosesi peletakan batu pertama berlangsung di Kampung Alue Ie Puteh, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Selasa (14/7/2026).
Kemitraan kemanusiaan ini mendanai pemulihan sarana keagamaan menggunakan hasil penghimpunan donasi masyarakat melalui gerai Indomaret di seluruh Indonesia. Selain itu, langkah nyata tersebut menjadi bagian penting dari Program Rehabilitasi Bencana Sumatra yang menyasar wilayah terdampak banjir. Akhirnya, pemerintah daerah menyambut baik inisiatif tersebut sebagai simbol kebangkitan sektor pendidikan pascabencana.
Pemulihan Sarana Keagamaan Kuatkan Kehidupan Masyarakat
Sementara itu, Sekretaris LAZISNU PBNU H Moesafa menegaskan bahwa pemulihan wilayah terdampak tidak boleh berfokus pada infrastruktur umum saja. Sebaliknya, pihaknya menilai pembangunan kembali pusat pendidikan dan keagamaan menjadi instrumen penting untuk menghidupkan kembali kekuatan sosial masyarakat. Dengan demikian, fasilitas tersebut berfungsi sebagai pilar utama dalam mengembalikan aktivitas normal warga sekitar.
“Selain pembangunan Balai Pengajian Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah, program ini juga mencakup rehabilitasi ruang ustadz dan dapur pesantren Dayah Sabilul ‘Ulum Diniyah Islamiyah serta rehabilitasi Balai Pengajian lantai dua Madrasah Al Hidayatul Islamiyah,” jelas Moesafa. Oleh sebab itu, PBNU berkomitmen menyelesaikan seluruh rangkaian pemulihan fisik ini secara bertahap demi kenyamanan para santri.
Di sisi lain, Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Miftahul Jannah Tengku Ramadhani menyebut proyek ini menghadirkan harapan baru bagi para santri dan masyarakat sekitar. Sebab, sebelumnya luapan banjir besar mengakibatkan kerusakan parah pada balai pengajian utama dayah mereka. Akibatnya, kondisi tersebut sempat mengganggu kelancaran aktivitas pengajian harian.
“Namun, dengan adanya pembangunan ini, insya Allah proses belajar mengajar dan mengaji akan semakin nyaman dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan para santri. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yang telah mewujudkan cita-cita ini,” tutur Ramadhani.
Dayah Jadi Pusat Pembinaan Karakter Santri
Kemudian, Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Armia Pahmi memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama di lokasi proyek tersebut. Dalam pidatonya, Armia menegaskan bahwa dayah memegang posisi strategis dalam membangun karakter tangguh generasi muda. Jadi, lembaga pendidikan Islam ini menjadi benteng moral yang menjaga nilai-nilai luhur masyarakat.
“Meskipun demikian, momentum ini bukan hanya dimulainya pembangunan sebuah bangunan, tetapi dimulainya ikhtiar bersama membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, dayah akan menjadi pusat pembinaan umat sekaligus benteng moral masyarakat,” ujar Armia. Selanjutnya, pemerintah daerah siap mendukung penuh keberlanjutan program penguatan sektor keagamaan ini.
Selain itu, pemerintah setempat juga mengapresiasi sinergi lintas sektor yang membantu percepatan pemulihan Kabupaten Aceh Tamiang. Alhasil, kehadiran fasilitas yang memadai akan mempercepat pemulihan psikologis anak-anak pascabencana. Pada akhirnya, kolaborasi ini memperlihatkan pentingnya kepedulian bersama dalam menghadapi dampak bencana alam berskala besar.
Donasi Pelanggan Indomaret Berikan Dampak Berkelanjutan
Pada kesempatan yang sama, perwakilan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Bambang Trijanto menegaskan bahwa kemitraan dengan NU Care-LAZISNU PBNU merupakan wujud nyata kepedulian kemanusiaan. Maka dari itu, perusahaan berkomitmen aktif dalam mendukung pembangunan kembali masyarakat yang mandiri pascabencana. Dengan kata lain, program ini membuktikan kekuatan gotong royong masyarakat Indonesia melalui jaringan ritel modern.
“Bahkan, program ini menunjukkan bahwa kepedulian pelanggan yang disalurkan melalui donasi di gerai Indomaret dapat memberikan dampak yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kami berharap fasilitas yang dibangun menjadi pusat lahirnya generasi penerus yang memberikan manfaat bagi bangsa dan masyarakat,” kata Bambang.
Oleh karena itu, semangat gotong royong yang kuat antara pemerintah, LAZISNU PBNU, Indomaret, dan masyarakat lokal mempercepat realisasi proyek ini. Kesimpulannya, pembangunan sejumlah dayah di Aceh Tamiang menjadi tonggak penting penguatan pendidikan Islam regional. Akhirnya, kolaborasi ini secara langsung mempercepat pemulihan total kehidupan sosial ekonomi masyarakat setempat.(ust)










Komentar