Ketika Jenazah “Berbicara”: Tanda Amal di Alam Kubur

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah ketika di bawa menuju kuburan( Poto : Radar Mukomuko )

Jenazah ketika di bawa menuju kuburan( Poto : Radar Mukomuko )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Dalam pembahasan alam kubur hadits jenazah, Islam menjelaskan bahwa amal manusia langsung terlihat sejak jenazah dibawa menuju kubur.

Karena itu, Rasulullah SAW menggambarkan bagaimana orang saleh merasakan ketenangan, sementara pelaku maksiat justru merasakan ketakutan sejak awal perjalanan menuju alam barzakh.

Hadits Shahih tentang Jenazah Menuju Kubur

Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muhammad menjelaskan bahwa kondisi jenazah mencerminkan amal hidupnya. Dalam Shahih Bukhari, beliau menerangkan bahwa saat jenazah diangkat, ia seakan “berbicara” sesuai keadaan dirinya.

Beliau bersabda:

“Jika jenazah itu orang saleh, ia berkata: ‘Segerakan aku.’ Namun jika ia tidak saleh, ia berkata: ‘Celaka, ke mana mereka membawa aku?’”

Dengan demikian, hadits ini langsung menegaskan perbedaan kondisi ruh sejak awal perjalanan menuju kubur.

Makna Hadits Menurut Ulama

Selanjutnya, para ulama menjelaskan bahwa ucapan jenazah bukan suara fisik yang didengar manusia. Sebaliknya, ucapan itu menggambarkan kondisi ruh di alam barzakh.

Imam Al-Qurthubi dalam kitab At-Tadzkirah menjelaskan bahwa Allah SWT memperlihatkan keadaan awal akhirat melalui kondisi tersebut. Oleh karena itu, ruh orang beriman merasa tenang, sedangkan ruh pelaku dosa merasa gelisah.

Selain itu, penjelasan ini memperkuat keyakinan bahwa alam kubur benar-benar menjadi fase awal kehidupan akhirat.

Orang Saleh Merasakan Ketenangan

Kemudian, orang yang hidup dengan iman dan amal saleh akan merasakan ketenangan saat jenazahnya dibawa. Ia tidak lagi terikat dengan dunia, sehingga ia menyambut perjalanan itu dengan rasa harap.

Baca Juga :  Keistimewaan Jawamiul Kalim Rasulullah SAW

Selain itu, ia seolah melihat rahmat Allah SWT terbuka di hadapannya. Oleh karena itu, ia meminta agar proses penguburan dipercepat.

Dengan demikian, amal saleh yang ia lakukan di dunia memberikan ketenangan bahkan sebelum memasuki kubur.

Ahli Maksiat Mengalami Ketakutan

Sebaliknya, pelaku maksiat mengalami ketakutan yang sangat besar. Saat jenazahnya di angkat, ia mulai menyadari bahwa dunia telah di tinggalkan.

Kemudian, ia berkata dengan penuh penyesalan:
“Celaka, ke mana mereka membawa aku?”

Ucapan ini menunjukkan bahwa ia tidak lagi memiliki perlindungan duniawi. Oleh sebab itu, ia hanya merasakan ketakutan karena amal buruk yang ia bawa.

Alam Kubur sebagai Awal Kehidupan Akhirat

Selanjutnya, Islam menegaskan bahwa kematian bukan akhir kehidupan. Justru, alam kubur menjadi awal perjalanan menuju akhirat.

Setelah itu, manusia memasuki alam barzakh yang menentukan keadaan awalnya di akhirat. Karena itu, amal menjadi satu-satunya bekal yang tersisa.

Rasulullah SAW juga sering mengajarkan doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

“Allāhumma innī a‘ūdzu bika min ‘ażābil-qabr”
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur)

Dengan demikian, beliau menegaskan bahwa azab kubur adalah kenyataan yang harus di waspadai.

Penjelasan Al-Qur’an tentang Kematian

Selain itu, Al-Qur’an juga menggambarkan kondisi orang zalim saat sakaratul maut:

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ
(QS Al-An’am: 93)

Ayat ini menegaskan bahwa malaikat langsung mengambil nyawa orang zalim dengan keras. Oleh karena itu, kematian bagi mereka menjadi awal hukuman yang menghinakan.

Baca Juga :  Matan Taqrib: Larangan bagi Wanita Haidh, Nifas, dan Junub

Mengapa Manusia Tidak Mendengar Alam Kubur

Kemudian, Allah SWT menutup pendengaran manusia dari alam kubur. Hal ini terjadi sebagai bentuk rahmat kepada manusia.

Jika manusia mendengar suara alam kubur, mereka akan hidup dalam ketakutan yang luar biasa. Oleh sebab itu, Allah menjaga keseimbangan hidup dunia agar manusia tetap bisa menjalankan tugasnya.

Pandangan Ulama Klasik tentang Azab Kubur

Selanjutnya, para ulama klasik seperti Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa azab kubur terjadi karena amal buruk manusia.

Ia menyebut beberapa penyebab utama, antara lain:

  • meninggalkan salat
  • berbuat zalim
  • memakan harta haram
  • berdusta dan mengadu domba
  • meremehkan dosa kecil

Dengan demikian, setiap perbuatan di dunia akan kembali kepada pelakunya di alam kubur.

Hadits sebagai Pengingat Kehidupan

Selain itu, hadits ini tidak hanya menjelaskan keadaan setelah mati, tetapi juga menjadi pengingat bagi manusia yang masih hidup.

Setiap orang pasti akan menuju kubur seorang diri. Oleh karena itu, tidak ada harta atau jabatan yang bisa menemani perjalanan tersebut.

Sebaliknya, hanya amal yang akan menjadi teman sejati di alam barzakh.

Refleksi Kehidupan Dunia

Kemudian, kehidupan dunia sering membuat manusia lupa akan akhir perjalanan. Namun, hadits ini mengembalikan kesadaran bahwa semua manusia akan kembali kepada Allah SWT.

Oleh sebab itu, manusia perlu memperbanyak amal saleh sebelum kesempatan berakhir.(ust)

Berita Terkait

Malaikat Penatap Sangkakala Kiamat: Rahasia Kesiapan Mukmin
Panduan Lengkap Mimpi Buruk dalam Islam: Penyebab, Dalil, dan Adab Menyikapinya
Keistimewaan Pohon Bidara Menurut Alquran dan Sunnah Nabi
Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar
Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap
Tanda Husnul Khotimah dan Keutamaan Pujian Orang Beriman
Rahasia Dialog Allah dan Hamba dalam Surat Al-Fatihah
Hadits tentang Maulid Nabi, Adakah Perintah Merayakannya?
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Malaikat Penatap Sangkakala Kiamat: Rahasia Kesiapan Mukmin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Panduan Lengkap Mimpi Buruk dalam Islam: Penyebab, Dalil, dan Adab Menyikapinya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Keistimewaan Pohon Bidara Menurut Alquran dan Sunnah Nabi

Minggu, 20 September 2026 - 16:19 WIB

Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar

Sabtu, 12 September 2026 - 20:07 WIB

Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap

Berita Terbaru

Tim Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi mengawal langsung survei kerukunan umat beragama di Kabupaten Batang Hari.(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:56 WIB

Kegiatan gelar wicara bertajuk “Akses Rumah Pertama bagi Pekerja Muda” dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).(poto: republika).

Berita Islam

Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:39 WIB

Gus Nadir.(poto: istimewa).

Pendidikan

Santri Masa Kini Mesti Kuasai AI dan Keterampilan Digital

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:32 WIB

Ponpes THOHIR YASIN Lendang Nangka-Masbagik-Lombok Timur(poto: istimewa).

Sejarah

Menelusuri Jejak Sejarah Pesantren dan Makna Santri

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:17 WIB

Isim Isyarah.

Bahasa Arab

Panduan Lengkap Isim Isyarah: Jenis dan Contoh Kalimat

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:56 WIB