Jakarta, Dorlanhikmah.com – Pemerintah menaikkan derajat pesantren ke panggung utama pembangunan nasional. Komitmen Presiden Prabowo Subianto terlihat jelas lewat pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di tubuh Kementerian Agama.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, membeberkan bukti keseriusan negara dalam merangkul kalangan santri. Langkah kelembagaan baru ini memberi pesantren payung hukum sekaligus wewenang yang jauh lebih kuat.
Pemerintah juga menempatkan sejumlah tokoh santri di kursi menteri Kabinet Merah Putih. Kehadiran mereka membawa pengalaman riil pendidikan bilik santri langsung ke meja pengambil kebijakan tertinggi negara.
Langkah Nyata Angkat Posisi Tawar Pesantren
Selama puluhan tahun, pesantren kerap menanggung beban pembinaan moral bangsa secara mandiri. Kini, negara menempatkan lembaga khas Nusantara ini sebagai tumpuan utama pencetakan sumber daya manusia unggul.
Syahganda menegaskan bahwa pesantren bukan sekadar tempat mengaji kitab kuning. Lembaga ini terbukti sukses merawat persatuan warga, meredam gesekan sosial, dan menyemai benih toleransi lintas generasi.
Keberpihakan nyata dari pimpinan negara membuka jalan lebar bagi pesantren untuk bergerak lincah. Syahganda optimis fondasi nilai pesantren sanggup menopang lahirnya peradaban baru Indonesia yang berdaulat dan berkarakter kuat.
Para pengasuh pondok kini memiliki jalur birokrasi khusus yang memahami kultur pesantren secara utuh. Keberadaan ditjen baru ini memangkas hambatan administratif yang selama ini memperlambat pembenahan fasilitas pondok.
Dukungan anggaran dan program kerja kementerian kini menyasar langsung kebutuhan dasar para santri di pelosok daerah. Kebijakan ini menyalakan harapan baru bagi jutaan pencari ilmu di seluruh penjuru tanah air.
Tuntutan Melek Teknologi Menuju Indonesia Emas
Pada momentum peringatan Hari Santri Nasional, Menteri Agama KH Nasaruddin Umar menitipkan pesan penting kepada generasi muda sarungan. Ia mengusung tema ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’ sebagai peta jalan perjuangan baru.
Nasaruddin mengingatkan bahwa medan laga santri hari ini telah bergeser total dari era revolusi fisik. Santri masa kini memikul tanggung jawab besar memajukan negeri lewat kecerdasan pikiran dan karya nyata.
Kemerdekaan bangsa memang lahir dari cucuran keringat dan darah para pejuang pondok terdahulu. Namun, bangsa ini menuntut santri masa kini untuk segera menguasai sains modern, kecerdasan buatan, dan teknologi digital.
Nasaruddin mendorong para santri agar getol melahirkan inovasi terapan yang memecahkan masalah riil masyarakat. Penguasaan teknologi tinggi harus berjalan seiring dengan penjagaan akhlak mulia dan keteguhan spiritual.
Tantangan zaman bergerak cepat tanpa menunggu kesiapan siapa pun. Karena itu, semangat pengabdian santri kepada bumi pertiwi wajib terus menyala terang di tengah derasnya arus modernisasi dunia.(ar)










Komentar