Sekjen Kemenag Lantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Minta Perkuat Pemahaman Ekosistem

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin memimpin pelantikan aparatur sipil negara di Jakarta, Selasa (13/10/2026).(poto: kemenag.go.id).

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin memimpin pelantikan aparatur sipil negara di Jakarta, Selasa (13/10/2026).(poto: kemenag.go.id).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin memimpin pelantikan aparatur sipil negara di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Melalui agenda ini, Kemenag menugaskan para pejabat baru Ditjen Pesantren untuk menduduki sejumlah posisi strategis.

Selanjutnya, Kamaruddin langsung menginstruksikan seluruh jajaran agar memperdalam pemahaman mengenai ekosistem pesantren secara menyeluruh. Sebab, penguasaan lapangan secara utuh menjadi modal utama dalam mengeksekusi program kerja kementerian.

Selain itu, pemahaman menyeluruh terhadap ekosistem pondok akan menopang tiga pilar utama, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, para pejabat memikul amanah besar sekaligus memegang kesempatan emas untuk memajukan dunia santri.

Bahkan, Kamaruddin meminta mereka langsung mempelajari seluruh aturan kedinasan sejak hari pertama bertugas. Di samping itu, para abdi negara harus segera mengenali pemangku kepentingan kunci agar mampu membangun kerja sama yang produktif.

Bagaimanapun, pesantren memegang peranan sangat strategis dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Lembaga ini bukan hanya menyelenggarakan pendidikan agama, melainkan juga menggerakkan dakwah dan memberdayakan warga sekitar.

Oleh sebab itu, pimpinan kementerian mewajibkan jajarannya menyelaraskan setiap program dinas dengan kebutuhan nyata pondok. Dengan demikian, langkah pembinaan dari pemerintah dapat menjawab tantangan riil di lapangan.

Pejabat Baru Harus Pahami Regulasi Serta Realitas

Kamaruddin mengingatkan bahwa seluruh pejabat kini mengisi pos baru dalam bagan kelembagaan Ditjen Pesantren. Akibatnya, mereka wajib menguasai aspek legalitas formal seraya mencermati dinamika sosial keagamaan yang berkembang.

Baca Juga :  Kemenag Perketat Syarat Pesantren dan Sertifikasi Pengasuh

Kemudian, ia mendorong para bawahannya terus memperluas wawasan birokrasi melalui tradisi belajar mandiri. Baginya, aparatur sipil negara harus memadukan penguasaan teks regulasi dengan kepekaan membaca kondisi nyata masyarakat.

Melalui integrasi teori dan praktik tersebut, pejabat kementerian mampu menyumbangkan gagasan terbaik untuk kemajuan pesantren nasional. Lebih lanjut, Sekjen Kemenag menegaskan bahwa ukuran keberhasilan kerja bertumpu pada besarnya faedah bagi masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengimbau aparatur menjadikan posisi baru ini sebagai ruang pengabdian tulus kepada bangsa dan negara. Sebab, mutu seorang pemimpin baru bermakna ketika tindakannya menghadirkan perubahan positif bagi orang banyak.

Pada kesempatan yang sama, para pejabat mengucapkan sumpah jabatan dengan penuh khidmat di hadapan pimpinan kementerian. Mereka berikrar menjunjung tinggi UUD 1945, menaati hukum negara, memegang teguh etika, serta menolak segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

Sembilan Belas Aparatur Resmi Emban Amanah Baru

Kementerian Agama mempercayakan tugas manajerial kepada figur-figur yang mengawal tata kelola administrasi hingga kurikulum pesantren. Khusus pada Sekretariat Ditjen, Dr. Muh. Khoirul Rifa’i, M.Pd.I. mengemban amanah sebagai Kepala Bagian Umum dan Barang Milik Negara.

Sementara itu, Dr. Endi Suhendi, S.Ag., M.A. memimpin Subdirektorat Kurikulum, Evaluasi, dan Penjaminan Mutu pada Direktorat Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal. Pada direktorat serupa, Hj. Sri Darfatihati, S.Kom., M.Si. menduduki posisi Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kesantrian.

Selanjutnya, Dr. H. Biltiser Bachtiar Manti, Lc., M.A. mengawal bidang ketenagaan santri selaku Kepala Subdirektorat Ketenagaan Pesantren. Tak ketinggalan, Firdah Thawil, S.Ag., M.Pd.I. mengemban tugas sebagai Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Pesantren.

Baca Juga :  Sumbar Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35 2026, Tunggu Keputusan PBNU

Pada Direktorat Ma’had Aly, Dr. Kartini, S.Ag., M.Pd. menjalankan peran sebagai Kepala Subdirektorat Akademik. Sejalan dengan itu, Dasrul El Hakim, S.T. memimpin Subdirektorat Kelembagaan dan Santri Ma’had Aly.

Adapun Winuhoro Hanum Bhawono, S.T., M.E., M.Si. (Han) memegang amanah Kepala Subdirektorat Ketenagaan, Sarana dan Prasarana Ma’had Aly. Sementara itu, Ratnasari Nurhayati Yusuf, S.Kom., M.Si. mengisi jabatan Kepala Subdirektorat Evaluasi dan Penjaminan Mutu Ma’had Aly.

Beralih ke Direktorat Bina Dakwah Pesantren dan Pendidikan Non Formal, Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im, S.Th.I., M.Fil.I. memimpin Subdirektorat Bina Dakwah Pesantren. Lalu, Yuli Rahmawati, S.Sos., M.M. menempati pos Kepala Subdirektorat Diniyah Takmiliyah.

Di samping itu, Aziz Syafiuddin, S.Sos.I., M.Si. mengepalai Subdirektorat Pendidikan Al-Quran. Berikutnya, Dr. Nasrullah Jasam, Lc., M.A. mengemban tanggung jawab sebagai Kepala Subdirektorat Pengkajian Kitab Kuning.

Terkait Direktorat Pemberdayaan Pesantren, H. Cecep Nursamsi, M.Si. memimpin Subdirektorat Bina Pemberdayaan Ekonomi Syariah Pesantren. Sementara, Hj. Dewi Gustikarini, S.H., M.H. menjabat Kepala Subdirektorat Bina Perencanaan Pengembangan Usaha Pesantren.

Terakhir, Ahmad Hidayat, S.H.I., Erfan, S.E., Burhanuddin, S.E., serta Masitoh, S.Pd.I. masing-masing memimpin tata usaha di empat direktorat tersebut. Kini, seluruh pejabat siap bergerak serentak demi memperkokoh peran pondok pesantren di Indonesia.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB