Semarang, dorlanhikmah.com – Dentum perkusi dan harmoni instrumen musik tiup Marching Band UNIMAR AMNI memecah suasana Kota Semarang. Sementara itu, ribuan warga tumpah ruah menyaksikan pergelaran Pawai Ta’aruf MTQ Nasional 2026.
Sebanyak 46 mobil hias kemudian bergerak perlahan menyusuri rute parade. Selanjutnya, peserta pawai bertolak dari Jalan Pemuda menuju panggung utama di Jalan Pahlawan.
Pelajar SMKN 1, 3, dan 4 Semarang turut berbaur bersama masyarakat. Di samping itu, warga dari berbagai daerah seperti Pacitan, Demak, Kendal, hingga Blora juga ikut memadati lokasi.
Bahkan, pawai budaya ini menjadi penanda resmi pembukaan rangkaian MTQ Nasional ke-31 Tahun 2026. Selain itu, perhelatan keagamaan ini dijadwalkan berlangsung hingga 20 September 2026.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar turut menyaksikan parade dari panggung kehormatan. Oleh karena itu, ia menyambut langsung rombongan kafilah dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan ini, setiap kontingen memamerkan seni warisan budaya khas daerah masing-masing. Malahan, tuan rumah Jawa Tengah sukses memukau penonton lewat replika Kapal Laksamana Cheng Ho.
Dengan mengusung tema “Gumregut Nyawiji”, replika kapal tersebut menggambarkan perjumpaan lintas budaya. Selain itu, kontingen Kabupaten Cilacap melengkapi pesona Jawa Tengah dengan membawa mushaf Al-Qur’an Wijaya Kusuma.
Parade Mobil Hias Tampilkan Atraksi Kebudayaan Nusantara
Sementara itu, Provinsi Banten menggemakan nilai keteguhan akidah melalui pertunjukan kesenian Debus. Di sisi lain, Provinsi Jambi mengusung miniatur Menara Gentala Arasy yang memesona.
Tak mau kalah, kontingen DKI Jakarta melangkah percaya diri bersama iringan senyum khas Betawi. Bahkan, kehadiran tokoh ikonik Bang Haji Mandra semakin memeriahkan rombongan ibu kota.
Lebih dari itu, pawai ini memvisualisasikan pilar moderasi beragama yang tumbuh subur di Indonesia. Misalnya, kafilah Nusa Tenggara Timur melintas diiringi lantunan lagu Maumere nan hangat.
Begitu pula dengan Provinsi Kalimantan Barat yang menampilkan harmoni Suku Dayak, Melayu, dan Tionghoa. Hasilnya, keberagaman tersebut menyatu dalam kerukunan masyarakat di sepanjang Sungai Kapuas.
Catatan Sejarah Papua Tengah pada MTQ Nasional
Di samping kemeriahan tersebut, Provinsi Papua Tengah mengukir sejarah baru dalam perhelatan keagamaan tingkat nasional ini. Sebab, daerah pemekaran baru sejak tahun 2022 tersebut mengikuti ajang MTQ Nasional untuk pertama kalinya.
Dalam kemunculannya, kafilah Papua Tengah membawa lambang perisai bersudut lima sebagai representasi Pancasila. Setelah itu, mereka tampil bersanding dengan kemegahan kontingen kebudayaan Maluku Utara.
Pada parade tersebut, Maluku Utara menampilkan lambang burung goheba berkepala dua di atas iring-iringan. Singkatnya, simbol tersebut mencerminkan keselarasan hubungan antara pemimpin dan rakyat.
Pada akhirnya, Pawai Ta’aruf di Kota Semarang menjadi etalase raksasa kebudayaan Nusantara. Kesimpulannya, perhelatan ini membuktikan bahwa syiar Islam dan budaya lokal mampu melebur secara harmonis.(ust)










Komentar