Palu, dorlanhikmah.com – Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. KH. Zainal Abidin, mengajak seluruh umat Islam menjadikan momentum peringatan hari lahir Rasulullah sebagai sarana perbaikan diri. Oleh karena itu, beliau menegaskan bahwa hikmah Maulid Nabi Muhammad harus menjadi pijakan utama dalam memperkuat keluhuran akhlak dan keteladanan di tengah masyarakat.
Sebab, masyarakat Indonesia perlu mengingat kembali hakikat utama pengutusan Rasulullah ke muka bumi ini. Bahkan, Nabi Muhammad hadir secara khusus sebagai pembawa kasih sayang serta rahmat bagi seluruh alam semesta.
Meneladani Metode Dakwah Rasulullah dengan Kelembutan Hati
Selain itu, peringatan Maulid Nabi hendaknya mampu meningkatkan keimanan sekaligus memperbaiki perilaku setiap Muslim. Maka dari itu, Prof. Zainal menekankan pentingnya meneladani seluruh akhlak mulia Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, para dai dan ulama memikul tanggung jawab besar sebagai pewaris tugas kenabian di era modern. Dengan demikian, mereka harus menyampaikan ajaran agama dengan cara-cara yang menyejukkan.
Sesuai teladan beliau, pendekatan dakwah Rasulullah selalu berdiri di atas pijakan hikmah dan kelembutan. Sehingga, syiar Islam tidak boleh menggunakan cara-cara intimidatif atau memaksa orang lain.
Namun, masyarakat harus menghentikan kebiasaan menjadikan peringatan Maulid Nabi sebatas kegiatan seremonial tahunan semata. Sebaliknya, momentum bersejarah ini hendaknya menjadi sarana otokritik untuk mengukur pengamalan nilai-nilai kenabian.
Lagipula, Rasulullah SAW selalu mengajarkan umatnya untuk menghargai setiap kebaikan sekecil apa pun. Di samping itu, beliau juga melarang keras sikap meremehkan atau menghina sesama manusia.
Sebab pada dasarnya, kunci keberhasilan dakwah Nabi terletak pada keluhuran akhlak dan ketulusan hati yang mendalam. Oleh sebab itu, pakar pemikir Islam modern UIN Datokarama Palu ini meyakini nilai tersebut sangat relevan hingga hari ini.
Merawat Kemajemukan Bangsa Melalui Keteladanan Akhlak Mulia
Secara nyata, nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad sanggup menjaga dan merawat kemajemukan bangsa Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah. Hasilnya, keharmonisan hidup akan terwujud nyata saat warga mengamalkan kepedulian sosial.
Lebih lanjut, sikap saling menghormati antarumat beragama menjadi fondasi kokoh bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab, persaudaraan yang erat akan membentengi masyarakat dari ancaman perpecahan.
Akhirnya, peringatan Maulid Nabi harus mampu memperkuat tali persaudaraan sesama anak bangsa. Oleh karena itu, PBNU mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kedamaian dan toleransi secara konsisten.
Pada akhirnya, pesan perdamaian ini menjadi refleksi penting bagi perbaikan kualitas iman setiap individu. Sebab, pengamalan ajaran Nabi secara mutlak akan melahirkan keharmonisan hidup beragama yang sejati.(ust)










Komentar