Aceh, Dorlanhikmah.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meresmikan bantuan fasilitas keagamaan Aceh untuk memulihkan sarana sosial warga di Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Rombongan pimpinan bertolak langsung ke Serambi Mekkah guna meresmikan bangunan pada Rabu hingga Kamis (14-15/10/2026).
Masyarakat Nahdliyin Jawa Timur mengumpulkan seluruh dana bantuan melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jatim. Sejumlah tokoh hadir langsung ke lokasi, termasuk Wakil Rais PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir dan Plt Harian Ketua PWNU Jatim KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
Sekretaris LAZISNU Jatim Moch Rofi’i Boenawi serta Bendahara LAZISNU Jatim Tamsil Ainnur Rizal turut mengawal jalannya peresmian sarana ibadah tersebut. Para delegasi meninjau titik-titik lokasi yang sempat hancur akibat terjangan banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
Gus Firjaun menegaskan momentum Hari Santri 2026 memperkuat komitmen persaudaraan antarwarga NU lintas pulau. Gedung-gedung baru kini berdiri kokoh menggantikan fasilitas lama yang hanyut terbawa luapan arus air.
Pihak PWNU Jatim meyakini kehadiran sarana baru sanggup membangkitkan kembali semangat belajar generasi muda Islam setempat. Warga sekitar kini dapat menggelar pengajian rutin harian tanpa khawatir keterbatasan ruangan ibadah.
Kolaborasi Warga Nahdliyin Menghidupkan Kembali Ruang Belajar Santri
Gus Firjaun meminta masyarakat setempat meramaikan balai pengajian dengan beragam agenda pembelajaran Al-Qur’an dan nilai tauhid. Pembinaan pendidikan dasar agama bagi anak-anak di pelosok desa harus terus bergulir tanpa hambatan fisik bangunan.
Beliau juga menitipkan pesan penting agar pengurus lokal merawat setiap sudut bangunan secara konsisten dan berkelanjutan. Kelangsungan fungsi sarana sosial membutuhkan kerja sama erat dari seluruh elemen masyarakat di dua kabupaten terdampak.
Tokoh ulama asal Jember ini turut mendoakan kebaikan bagi para donatur yang telah mengorbankan sebagian harta mereka. Bantuan tulus para penyumbang diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan pahala kebaikan sepanjang zaman.
Rasa haru terpancar dari para guru ngaji yang menerima langsung amanah pengelolaan gedung balai pengajian. Pimpinan Balai Pengajian Rahma Nizar Aceh Tamiang, Lailawati, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para muhsinin dari Jawa Timur.
Lailawati merasa bersyukur para santri cilik dapat belajar mengeja huruf hijaiyah di dalam ruangan yang aman dan nyaman. Doa tulus mengalir agar Allah membalas seluruh kebaikan dan keikhlasan warga nahdliyin yang telah berderma.
Penuntasan Tujuh Sarana Sosial Keagamaan Pascabencana Banjir Bandang
LAZISNU Jatim secara keseluruhan membangun kembali tujuh unit fasilitas pendidikan agama dan sarana penunjang kebersihan di Tanah Rencong. Tim teknis mendirikan empat bangunan di Aceh Tamiang serta tiga bangunan di Kabupaten Aceh Timur.
Di Aceh Tamiang, bantuan mencakup Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qisroh dan Balai Pengajian Rahma Nizar. Selain itu, relawan mendirikan Balai NU Tengku Ja’far serta Balai NU Pondok Pesantren Tahfidz Al-Musthofa.
Sementara di Aceh Timur, tim membangun Balai NU TPQ Baiturrahman dan Mushala Pondok Pesantren Darussalam. LAZISNU Jatim juga memperbaiki fasilitas sanitasi serta tempat wudu Masjid Amal Ikhlas di kabupaten tersebut.
Program rekonstruksi fisik ini menuntaskan fase pemulihan panjang setelah tim relawan menggelar aksi tanggap darurat bencana. Pada masa awal tanggap bencana, LAZISNU Jatim telah mengirimkan 40 ribu porsi makanan siap santap untuk sahur dan buka puasa warga.
Para relawan kala itu juga membagikan ratusan mushaf Al-Qur’an, perlengkapan salat, serta ribuan paket sembako kebutuhan pokok. Kini gedung-gedung sarana ibadah tersebut siap difungsikan penuh demi kelancaran dakwah Islam di pelosok Aceh.(ust)







Komentar