Jakarta, Dorlanhikmah.com – Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama resmi menggelar lomba video kreatif Islami untuk menjaring bakat digital generasi muda serta para pendidik di sekolah. Ajang bertajuk Islamic Creative Video Content Competition ini membuka kesempatan luas bagi siswa dan guru PAI untuk menyalurkan gagasan dakwah mereka.
Penyelenggara membuka masa registrasi peserta hingga batas penutupan pada 19 Oktober 2026. Calon peserta dapat mengakses informasi selengkapnya dengan mengeklik: Pendaftaran dan Panduan Lomba Konten Video Kreatif Islam, serta memantau akun Instagram resmi Direktorat PAI.
Direktur PAI Kemenag, M. Munir, mengajak insan pendidikan memanfaatkan ruang digital secara produktif demi syiar Islam yang menyejukkan. Pihaknya sengaja menggandeng kalangan sekolah karena pengguna media sosial di tanah air terhitung sangat tinggi.
“Kita ingin melibatkan siswa-siswi muslim di sekolah dan guru PAI di sekolah untuk melakukan dakwah di media sosial. Saat ini kita rasanya sulit terhindar dari media sosial,” ujar M. Munir di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Munir menegaskan bahwa komunitas sekolah memegang posisi penting dalam membentuk ekosistem digital yang sehat dan beradab. Karena itu, para pengajar dan pelajar muslim perlu mengisi ruang maya dengan narasi keagamaan yang inspiratif.
“Bahkan pengguna media sosial di Indonesia ini terhitung tinggi. Oleh sebab itu, kita musti meramaikan dakwah Islam di media sosial juga,” kata Munir menegaskan.
Makna Tema Getaran Iman Dalam Kehidupan Sehari Hari
Kompetisi berskala nasional ini mengangkat tema besar Islamic Vibes, Faith, Live and Your Story. Lewat tajuk tersebut, panitia mengajak peserta memotret dinamika iman serta getaran Islam yang mewarnai kehidupan nyata.
Munir menerangkan bahwa panitia ingin menggali kisah pengalaman para siswa dan guru saat mengamalkan nilai-nilai agama. Karya video diharapkan mampu menggambarkan bagaimana keyakinan membimbing tindakan nyata dalam berbagai aktivitas harian.
“Jadi tema ini adalah tentang bagaimana kita memaknai dan merasakan kehadiran Islam dan Iman dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah dan masyarakat,” tutur Munir menjelaskan esensi tema.
Direktorat PAI menaruh harapan besar agar kompetisi ini mampu memfasilitasi kreativitas siswa-siswi muslim dan guru PAI. Wadah ini dirancang khusus untuk membebaskan mereka mengekspresikan nilai keislaman melalui karya audio visual yang menarik.
Ekspresi keimanan yang autentik diyakini bisa menjadi konten bermutu di tengah derasnya arus linimasa media sosial. Karena itu, peserta bebas mengeksplorasi cerita nyata dari lingkungan belajar maupun lingkungan sosial masing-masing.
Peluang Hadiah Belasan Juta Rupiah Bagi Dua Kategori
Penyelenggara membagi kompetisi bergengsi ini ke dalam dua kategori kepesertaan yang berbeda. Kategori pertama mencakup siswa-siswi muslim jenjang SMP/SMPLB serta jenjang SMA/SMK/SMALB.
Kategori kedua diperuntukkan bagi guru PAI pada sekolah untuk semua jenjang pendidikan. Pembagian kategori ini memberikan ruang apresiasi yang adil bagi karya pelajar maupun pendidik.
Kementerian Agama menyiapkan total dana pembinaan senilai Rp18 juta bagi para pemenang di setiap kategori lomba. Juara I di setiap kategori berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp3.000.000.
Juara II akan menerima dana pembinaan senilai Rp2.000.000 dari pihak direktorat. Sementara itu, juara III berhak mengantongi hadiah uang tunai sebesar Rp1.000.000.
Panitia menetapkan masa pendaftaran lomba ini akan ditutup pada 19 Oktober 2026 mendatang. Seluruh pemenang akan diumumkan secara terbuka melalui akun Instagram Direktorat PAI pada 30 Oktober 2026.(ust)







Komentar