Bungo, dorlanhikmah.com – Para pengurus forum komunikasi pondok pesantren Kabupaten Bungo menggelar acara Silaturahim dan Kajian Bersama di Pondok Pesantren Raudhatul Tholibin, Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Pertemuan berkala ini menjadi momentum krusial untuk mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus membangun sinergi yang kokoh antarlembaga pendidikan Islam di wilayah tersebut.
Kegiatan bernilai strategis tersebut mengusung tema besar Mempererat Ukhuwah, Membangun Sinergi untuk Pesantren yang Maju dan Berkah. Puluhan pimpinan pondok pesantren dari berbagai pelosok Kecamatan Jujuhan dan Kabupaten Bungo hadir secara langsung untuk mengikuti seluruh rangkaian acara.
Para pimpinan pesantren secara tegas menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, kebersamaan, serta rasa kekeluargaan antarpondok di tengah dinamika zaman. Mereka sepakat menjadikan wadah ini sebagai ruang inklusif untuk saling berkomunikasi, berbagi ide kreatif, dan memperkuat kolaborasi demi kemajuan pendidikan keagamaan.
Selain mempererat hubungan emosional antarpimpinan, kegiatan ini menjadi wadah pengingat akan pentingnya pengamalan ilmu keagamaan secara nyata. Para kiai mengingatkan bahwa seluruh ilmu yang diperoleh para santri di dalam pondok harus membawa manfaat luas bagi kehidupan masyarakat.
Forum Komunikasi Pondok Pesantren Perkuat Sinergi Pendidikan Islam
Pimpinan Pondok Pesantren Ad-Dhuha Dr Mukhlisin yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut membagikan pandangan mendalam mengenai keberadaan organisasi ini. Ia menilai keberadaan wadah komunikasi ini bukan sekadar agenda rutin untuk berkumpul, melainkan sarana strategis dalam menyatukan visi pengembangan lembaga.
Mukhlisin menyampaikan bahwa rasa saling mencintai antar sesama pengelola lembaga menjadi pondasi utama yang melandasi seluruh kegiatan organisasi. Ia menegaskan kembali prinsip dasar keilmuan pesantren bahwa tujuan akhir dari pengetahuan yang dipelajari adalah untuk diamalkan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh pengelola pondok pesantren untuk senantiasa memupuk rasa saling mencintai dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kepedulian yang tulus antar sesama pengelola akan mencegah munculnya potensi perpecahan maupun kubu-kubu yang saling membedakan.
Pimpinan Pesantren Ad Dhuha Soroti Arti Penting Persaudaraan
Mukhlisin menegaskan bahwa rasa cinta antar sesama pengelola lembaga akan membentengi ikatan persaudaraan dari ancaman perselisihan. Ia meyakini bahwa persaudaraan yang berlandaskan kasih sayang tidak akan mudah terkotak-kotak oleh perbedaan pandangan atau kepentingan sepihak.
Lebih lanjut, ia menyoroti iklim kompetisi yang sehat dan konstruktif di lingkungan pendidikan keagamaan Kabupaten Bungo. Ia secara khusus meminta seluruh pengelola pondok pesantren untuk menghentikan segala bentuk persaingan negatif yang berpotensi saling merugikan atau menjatuhkan.
Ia mendorong agar setiap lembaga pendidikan Islam saling memberikan dukungan moral maupun teknis demi kemajuan bersama. Menurutnya, keberhasilan satu pondok pesantren hendaknya menjadi kebanggaan bersama yang memicu semangat tumbuh kolektif di daerah tersebut.
Ajakan Menghindari Persaingan Negatif Demi Kemajuan Pesantren Bungo
Mukhlisin mengajak seluruh kiai dan pengelola untuk mencintai pondok pesantren lain sebagaimana mereka mencintai dan membesarkan pesantrennya sendiri. Konsep persaudaraan yang tulus ini diyakini mampu menciptakan ekosistem pendidikan Islam yang teduh, harmonis, serta penuh keberkahan.
Ia juga memberikan imbauan hangat kepada seluruh pimpinan dan keluarga besar pesantren di Kabupaten Bungo untuk merawat silaturahim secara konsisten. Ia meminta mereka untuk meluangkan waktu dan aktif menghadiri setiap agenda pertemuan maupun undangan resmi dari organisasi.
Kehadiran aktif para pimpinan dalam setiap pertemuan FKPP akan memperkokoh tali persaudaraan yang telah terjalin dengan baik selama ini. Langkah bersama ini diharapkan mampu membawa seluruh pondok pesantren di Kabupaten Bungo tumbuh menjadi lembaga yang semakin maju dan bermanfaat.(ust)







Komentar