Menag Nasaruddin Umar Ungkap Potensi Pesantren Bangun Peradaban Islam Modern

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(poto: kemenag jambi).

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(poto: kemenag jambi).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar meyakini potensi pesantren bangun peradaban Islam di Indonesia sangat terbuka lebar melalui tradisi keilmuan khasnya. Oleh karena itu, penguatan fondasi pendidikan ini harus memadukan nalar rasional dengan kedalaman spiritual secara seimbang.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag dalam agenda resmi Kementerian Agama di Jakarta, Senin (12/10/2026). Selain itu, forum penting ini membahas Finalisasi dan Penetapan Hasil Rekrutmen Anggota Majelis Masyayikh Masa Khidmat 2026–2031.

Nasaruddin Umar mengajak seluruh kalangan pesantren memperkuat cara pandang keilmuan yang menjadi dasar pendidikannya. Sebab, lembaga tradisional ini menyimpan kekayaan intelektual melimpah guna menjawab berbagai tantangan zaman modern.

Integrasi Nalar Rasional Dan Kedalaman Batin Santri

Lebih lanjut, pimpinan Kemenag tersebut menggarisbawahi pentingnya perjumpaan antara pemikiran rasional dan olah batin spiritual. Dengan demikian, kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam membentuk pemahaman hidup yang utuh bagi para santri.

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Keutamaan Memudahkan Urusan Orang Lain dalam Islam

Bahkan, Nasaruddin mengibaratkan sinergi dua kutub pengetahuan itu seperti fenomena pertemuan dua lautan lepas. Melalui gambaran tersebut, ia menegaskan tradisi pemikiran analitis dan keheningan zikir dapat berkembang bersama tanpa saling berbenturan.

Di samping itu, Menag turut menyinggung rekam jejak kejayaan intelektual pada era peradaban Baitul Hikmah. Pasalnya, semangat keilmuan yang inklusif pada masa lampau berhasil memicu lompatan peradaban melalui berbagai cabang pengetahuan.

Kekuatan Tradisi Sendiri Menjawab Berbagai Tantangan Zaman

Selanjutnya, Nasaruddin mengingatkan pengelola pesantren agar memajukan lembaga dengan bersandar penuh pada kekuatannya sendiri. Pasalnya, kedalaman ilmu agama, pembinaan akhlak, dan keteladanan para ulama merupakan modal utama yang tak tergantikan.

Oleh sebab itu, kekayaan tradisi internal pesantren harus terus dijaga demi memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Hasilnya, institusi pendidikan berbasis asrama ini tetap relevan memimpin perubahan di tengah era globalisasi.

Sementara itu, kriteria seleksi anggota Majelis Masyayikh periode 2026–2031 harus mempertimbangkan kemampuan calon dalam merawat marwah tersebut. Karenanya, panitia seleksi wajib menyaring figur berintegritas tinggi yang memahami betul denyut nadi pesantren.

Baca Juga :  Pendaftar Tembus 75 Ribu, Ujian CAT Petugas Haji 2027 Digelar Dua Gelombang

Seleksi Majelis Masyayikh Menentukan Arah Pendidikan Bangsa

Tentunya, para tokoh terpilih memikul amanah besar dalam merumuskan arah kebijakan serta standar mutu pendidikan pesantren. Pada akhirnya, pemahaman mendalam para pengurus baru akan menjaga orisinalitas lembaga sembari terus mendorong transformasi pembelajaran.

Di sisi lain, Menag menatap masa depan lembaga pendidikan khas nusantara ini dengan rasa optimisme yang sangat tinggi. Sebab, model pendidikan asrama membina akal pikiran sekaligus menyucikan hati generasi penerus bangsa.

Dengan cara demikian, proses pembinaan tersebut melahirkan sumber daya manusia unggul yang mendedikasikan ilmunya bagi kemaslahatan publik. Akhirnya, langkah strategis bersama Majelis Masyayikh ini mempertegas peran sentral pesantren dalam memajukan peradaban Indonesia ke depan.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB