Dampak Erupsi Anak Krakatau: Kemenhaj Mitigasi Penundaan Penerbangan Umrah Soetta

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jamaah umrah membatalkan penerbangan lantaran penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau.(poto: nuonline).

Jamaah umrah membatalkan penerbangan lantaran penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau.(poto: nuonline).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperketat pemantauan serta koordinasi akibat dampak erupsi Anak Krakatau di Bandara Soekarno-Hatta. Langkah ini melibatkan pengelola bandara, maskapai, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menjamin keselamatan jamaah.

Sebaran abu vulkanik memicu penutupan sementara serta gangguan operasional penerbangan di bandara internasional tersebut. Otoritas mencatat 55 rencana penerbangan internasional dan umrah mengangkut 13.549 penumpang pada Senin (7/9/2026).

Jumlah tersebut mencakup 3.450 jamaah umrah dari berbagai wilayah. Sebanyak 28 rencana penerbangan keberangkatan menjadwalkan pembawaan 1.859 jamaah umrah ke Tanah Suci.

Sementara itu, 27 rencana penerbangan kedatangan menjadwalkan pengangkutan 1.591 jamaah umrah menuju Tanah Air. Namun, paparan abu vulkanik menahan sebagian besar jadwal penerbangan maskapai utama.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo mengonfirmasi status HOLD bagi maskapai Saudia Airlines, Qatar Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Emirates, dan Oman Air. Informasi ini disampaikan Puji kepada wartawan di Jakarta pada Selasa (8/9/2026).

Baca Juga :  DPR Minta Waktu Pelunasan Biaya Haji 2027 Jadi 5 Bulan

Dampak Penurunan Operasional Harian Penerbangan Umrah Bandara Soetta

Eskalasi gangguan vulkanik memperparah penurunan operasional harian yang terjadi sejak Minggu (6/9/2026). Realisasi penerbangan umrah pada hari Minggu tersebut hanya memberangkatkan dua penerbangan tanpa adanya kedatangan.

Penerbangan itu membawa total 749 penumpang yang mencakup 449 jamaah umrah. Puji menilai kondisi ini menunjukkan kontraksi tajam dibanding capaian operasional normal periode sebelumnya.

Padahal, aktivitas ibadah umrah melalui Terminal 2F dan Terminal 3 Soetta mencatat volume pergerakan masif sejak 1 Juli hingga 6 September 2026. Otoritas telah melayani 1.538 penerbangan umrah yang terdiri atas 758 keberangkatan dan 780 kedatangan.

Total mobilitas penumpang selama rentang waktu tersebut menembus angka 486.629 orang. Dari total mobilitas itu, jamaah umrah menyumbang 180.726 orang atau sekitar 37,14 persen dari lalu lintas internasional.

Puncak kepadatan jamaah terjadi pada 15 Juli 2026 yang menyentuh 4.542 orang dalam sehari. Rekor frekuensi penerbangan tertinggi tercatat pada 7 Agustus 2026 dengan total 39 penerbangan.

Baca Juga :  Operasional Haji 2026 Resmi Berakhir, Seluruh Jamaah Pulang

Selama periode berjalan, tiga nomor penerbangan Saudia yakni SV817, SV826, dan SV821 menjadi rute paling dominan dalam melayani jamaah. Situasi force majeure ini mendorong langkah taktis dari pemerintah demi keamanan perjalanan.

Instruksi Kemenhaj Terhadap Asosiasi Travel Penyelenggara Umrah PPIU

Menghadapi kondisi darurat bencana alam ini, Puji menginstruksikan seluruh PPIU dan asosiasi travel bergerak cepat. Pengelola travel wajib menyampaikan informasi transparan dan akurat kepada jamaah beserta keluarga.

Kemenhaj mengimbau pihak PPIU memfasilitasi kebutuhan akomodasi dan konsumsi bagi jamaah yang tertahan di arena bandara. Fasilitas ini sangat penting menjaga kenyamanan para jamaah selama masa penundaan.

Selain itu, Kemenhaj meminta PPIU menahan keberangkatan jamaah dari daerah asal menuju Bandara Soekarno-Hatta. Jamaah mengimbau menunggu pengumuman resmi dari otoritas terkait pembukaan kembali ruang udara.

Sinergi antara pemerintah, maskapai, dan agen perjalanan memegang peranan kunci dalam mengurai dampak bencana vulkanik ini. Semua pihak memprioritaskan keselamatan penerbangan serta kenyamanan para jamaah umrah.(ust)

Berita Terkait

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal
Kemenag Gelar Lomba Video Kreatif Islami Berhadiah Belasan Juta untuk Siswa dan Guru
Sekjen Kemenag Lantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Minta Perkuat Pemahaman Ekosistem
Kemenag Kerahkan Kekuatan Penuh Sukseskan Program Prioritas Pemerintah
Kolaborasi Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata
Pimpin Apel Pegawai, Kakanwil Kemenag Jambi Dorong Kinerja Kolektif dan Akuntabel
Menag Nasaruddin Umar Ungkap Potensi Pesantren Bangun Peradaban Islam Modern
Kemenag Belum Buka CPNS 2026, Waspadai Modus Penipuan Rekrutmen
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Kemenag Gelar Lomba Video Kreatif Islami Berhadiah Belasan Juta untuk Siswa dan Guru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Sekjen Kemenag Lantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Minta Perkuat Pemahaman Ekosistem

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Kemenag Kerahkan Kekuatan Penuh Sukseskan Program Prioritas Pemerintah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Kolaborasi Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata

Berita Terbaru

Ilustrasi: Kiai mengajar kitab fikih klasik tentang istibra dan menjaga nasab kepada para santri di pesantren tradisional.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Istibra Matan Taqrib: Aturan Menjaga Nasab

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:53 WIB

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin rapat Pembentukan Tim Fasilitasi Sertifikasi Keamanan Pangan dan Sertifikasi Halal Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Berita Islam

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:45 WIB