Ponpes Al-Hamid Dorong PBNU Jadi Rumah Besar dan Pembela Umat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid KH Lukman Hakim Hamid menaruh harapan besar kepada para pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031.(poto: nuonline).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid KH Lukman Hakim Hamid menaruh harapan besar kepada para pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031.(poto: nuonline).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid KH Lukman Hakim Hamid menaruh harapan besar kepada para pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031. Ia mendorong organisasi Islam terbesar ini berdiri tegak sebagai rumah pelindung bagi ribuan pesantren di seluruh Indonesia.

Harapan tersebut mencuat saat Pondok Pesantren Al-Hamid di Cilangkap, Jakarta Timur, menggelar agenda pengukuhan pengurus baru PBNU pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Pesantren dari wilayah kota hingga pelosok desa saat ini sangat membutuhkan naungan organisasi yang kokoh untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Lukman memandang pesantren menghadapi tantangan zaman yang kian berat setiap hari. Oleh karena itu, PBNU harus merangkul semua pondok tanpa membeda-bedakan latar belakang daerah maupun skala kelembagaannya.

PBNU mengemban amanah besar untuk mengayomi seluruh warga Nahdliyin sekaligus menjaga keutuhan bangsa. Pesantren menanti langkah nyata para pengurus dalam membangun sinergi pendidikan dan pemberdayaan santri secara menyeluruh.

Penguatan Fungsi Kontrol Sosial dan Advokasi Warga

Lukman meminta jajaran kepengurusan baru menjalankan fungsi kontrol sosial secara tegas dan berani. PBNU perlu tampil di garis depan sebagai penyambung lidah masyarakat kecil yang kerap terpinggirkan oleh arus perubahan zaman.

Baca Juga :  Kapolri Temui Petinggi PBNU di Jatim dan Ziarahi Makam Gus Dur

Ia menyoroti sejumlah masalah krusial bangsa yang mendesak penanganan serius dari para pemimpin keagamaan. Masalah tersebut mencakup praktik korupsi, laju kerusakan lingkungan, penurunan daya beli masyarakat, serta jurang kesenjangan sosial yang terus melebar.

PBNU tidak boleh sekadar berhenti sebagai simbol wadah bernaung belaka. Organisasi ini harus aktif membedah persoalan riil di akar rumput lalu merumuskan solusi strategis yang langsung menjawab kebutuhan warga.

Suara ulama dan kiai memiliki pengaruh moral yang sangat kuat untuk mengawal kebijakan publik. Ketika para kiai bersuara membela lingkungan dan keadilan ekonomi, negara akan menyimak aspirasi tersebut dengan sungguh-sungguh.

Menjaga Marwah Perjuangan Kiai Pendiri Jam’iyyah

Pada kesempatan yang sama, Lukman mengajak seluruh pengurus baru menyatukan tekad demi menunaikan amanah organisasi selama lima tahun ke depan. Para pengurus memikul tanggung jawab besar sebagai penerus cita-cita luhur pendiri NU, termasuk Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan KH Bisri Syansuri.

Baca Juga :  PBNU Luncurkan Buku Pedoman Perlindungan Anak di Pesantren

Ia mengingatkan bahwa seluruh pengurus dan warga Nahdliyin berstatus sebagai santri dari para kiai muassis tersebut. Tanggung jawab ini menuntut kerja ikhlas agar tidak mencederai amanah perjuangan yang telah para sesepuh rintis sejak puluhan tahun silam.

Lukman juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena PBNU memilih Pesantren Al-Hamid sebagai pusat perhelatan penting ini. Momentum pengukuhan tersebut menandai babak baru langkah kepengurusan PBNU dalam mengabdi kepada umat dan negeri.

Ia mendoakan jajaran pengurus agar selalu memperoleh petunjuk serta keteguhan batin dalam menyelesaikan seluruh program kerja. Dedikasi para pengurus akan menentukan seberapa jauh nilai-nilai keislaman dan kebangsaan terus tumbuh subur di tengah masyarakat.(ar)

Berita Terkait

Pesantren Naik Kelas: Dari Lembaga Umat ke Motor Kemajuan
Harapan Muslimat dan Fatayat NU untuk PBNU 2026–2031
PBNU Gandeng Ekonom dan Pakar Kaji Arah Perekonomian Bangsa
Rais Aam PBNU Ajak Pengurus Buang Kepentingan Pribadi
Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Personalia PBNU Baru
Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari
Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda
Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Harapan Muslimat dan Fatayat NU untuk PBNU 2026–2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:30 WIB

PBNU Gandeng Ekonom dan Pakar Kaji Arah Perekonomian Bangsa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Ponpes Al-Hamid Dorong PBNU Jadi Rumah Besar dan Pembela Umat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Rais Aam PBNU Ajak Pengurus Buang Kepentingan Pribadi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Personalia PBNU Baru

Berita Terbaru

Ilustrasi Suasana kultum di masjid, seorang penceramah di mimbar menyampaikan tausiyah penuh hikmah kepada jamaah yang khusyuk.(poto: AI).

Kultum

Teks Ceramah Hari Santri Nasional Penuh Makna

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi Suasana belajar kitab kuning Matan Taqrib tentang bersuci bersama kiai dan santri di serambi pesantren yang damai.(poto: AI).

Fiqih

Enam Sebab Mandi Wajib Menurut Panduan Matan Taqrib

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:04 WIB

Suasana hangat ibu menyusui bayi di rumah, didampingi anak perempuan dan putra sulungnya yang sedang membaca.(ilustrasi poto: AI).

Fiqih

Hukum Saudara Kandung Anak Susuan Jadi Mahram

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:50 WIB