Optimistis Bebas Buta Huruf Al-Qur’an Tiga Tahun

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menag dalam Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah.(poto: kemenag.go.id).

Menag dalam Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah.(poto: kemenag.go.id).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menargetkan Indonesia bebas buta huruf Al-Qur’an dalam waktu tiga tahun ke depan. Beliau menyampaikan optimisme tersebut saat mengukuhkan 10.000 guru ngaji di Jakarta pada Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan besar ini berlangsung dalam rangkaian Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah. Oleh karena itu, momen tersebut menjadi langkah awal yang sangat penting untuk memperluas jangkauan pendidikan agama di seluruh daerah.

Menag membeberkan fakta bahwa sekitar 60 persen warga muslim Indonesia belum bisa membaca Al-Qur’an. Karena itu, Kementerian Agama mengajak ormas-ormas Islam untuk menyelesaikan persoalan besar ini secara bersama-sama.

Kehadiran puluhan ribu pengajar ini menjadi bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam mengatasi masalah literasi Al-Qur’an. Selain itu, Wahdah Islamiyah langsung bergerak cepat dengan menyiagakan tenaga pengajar di berbagai wilayah.

Baca Juga :  Menag Tegaskan Penghulu Wajib Pahami Psikologi Rumah Tangga

Nasaruddin kemudian merinci kalkulasi matematis terkait skema percepatan pemberantasan buta aksara tersebut. Selanjutnya, setiap guru ngaji memikul tugas untuk membimbing minimal 10 orang murid.

Proses belajar membaca Al-Qur’an tersebut membutuhkan waktu paling lambat selama tiga bulan. Akibatnya, pola pembinaan berjenjang ini pasti mampu melahirkan kader-kader baru dengan sangat cepat.

Kontribusi Nyata Ormas Islam Bebaskan Buta Aksara

Meskipun demikian, Menag meminta para guru tidak sekadar mengajarkan teknis membaca ayat-ayat suci. Lebih dari itu, pengajar Al-Qur’an harus aktif membentuk karakter serta akhlak mulia para peserta didik.

Seorang guru idealnya mampu menyentuh batin para muridnya secara mendalam. Oleh sebab itu, proses transfer ilmu harus berjalan searah dengan penanaman nilai-nilai kebaikan.

Di samping itu, Nasaruddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat Indonesia sebagai bangsa yang moderat. Beliau menegaskan bahwa prinsip moderasi beragama tidak pernah bertentangan dengan kekuatan syariat.

Baca Juga :  Ponpes Al-Hamid Dorong PBNU Jadi Rumah Besar dan Pembela Umat

Bahkan, negara religi dan konsep masyarakat moderat justru dapat saling menguatkan satu sama lain. Sebab, Indonesia selalu berhasil menggabungkan kedua pilar tersebut demi menjaga kerukunan nasional.

Merawat Indonesia Moderat Melalui Pengajaran Keagamaan

Oleh karena itu, pengukuhan 10.000 guru Al-Qur’an ini akan menjadi gerakan masif di tengah masyarakat. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah dan ormas Islam menjadi kunci utama keberhasilan target nasional ini.

Pada akhirnya, masyarakat dapat mendukung program ini dengan memanfaatkan fasilitas pembelajaran di daerah masing-masing. Sehingga, cita-cita mulia untuk membebaskan Indonesia dari buta aksara Al-Qur’an pasti terwujud tepat waktu.(ust)

Berita Terkait

Pesantren Naik Kelas: Dari Lembaga Umat ke Motor Kemajuan
Harapan Muslimat dan Fatayat NU untuk PBNU 2026–2031
PBNU Gandeng Ekonom dan Pakar Kaji Arah Perekonomian Bangsa
Ponpes Al-Hamid Dorong PBNU Jadi Rumah Besar dan Pembela Umat
Rais Aam PBNU Ajak Pengurus Buang Kepentingan Pribadi
Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Personalia PBNU Baru
Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari
Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Harapan Muslimat dan Fatayat NU untuk PBNU 2026–2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:30 WIB

PBNU Gandeng Ekonom dan Pakar Kaji Arah Perekonomian Bangsa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Ponpes Al-Hamid Dorong PBNU Jadi Rumah Besar dan Pembela Umat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Rais Aam PBNU Ajak Pengurus Buang Kepentingan Pribadi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Personalia PBNU Baru

Berita Terbaru

Ilustrasi Suasana kultum di masjid, seorang penceramah di mimbar menyampaikan tausiyah penuh hikmah kepada jamaah yang khusyuk.(poto: AI).

Kultum

Teks Ceramah Hari Santri Nasional Penuh Makna

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi Suasana belajar kitab kuning Matan Taqrib tentang bersuci bersama kiai dan santri di serambi pesantren yang damai.(poto: AI).

Fiqih

Enam Sebab Mandi Wajib Menurut Panduan Matan Taqrib

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:04 WIB

Suasana hangat ibu menyusui bayi di rumah, didampingi anak perempuan dan putra sulungnya yang sedang membaca.(ilustrasi poto: AI).

Fiqih

Hukum Saudara Kandung Anak Susuan Jadi Mahram

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:50 WIB