Jakarta, dorlanhikmah.com – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ulil Abshar Abdalla menanggapi aksi promo miras pakai hafalan Surah Ad-Dhuha yang viral. PBNU menilai aksi tantangan berhadiah minuman keras pada konser Sound Project tersebut sebagai bentuk kekhilafan.
Namun, Gus Ulil meyakini pihak penyelenggara maupun pembawa acara tidak memiliki niat buruk untuk melecehkan Alquran. Meskipun begitu, ia menegaskan tindakan tersebut tetap tidak pantas dan sangat patut disayangkan.
Oleh karena itu, masyarakat perlu mengingatkan penyelenggara yang memperlakukan kitab suci Alquran secara tidak sopan. Meskipun demikian, Gus Ulil meminta publik tidak terburu-buru menganggap panitia memiliki niat jahat.
Sebab, aksi tersebut kemungkinan besar muncul secara spontan akibat suasana acara yang sedang sangat meriah. Oleh sebab itu, Pengurus PBNU berharap insiden konyol seperti ini tidak terulang kembali pada masa mendatang.
Gus Ulil Tegaskan Miras Haram Menjadi Hadiah Hafalan
Selain itu, Gus Ulil menjelaskan bahwa ajaran Islam melarang keras umatnya mengonsumsi minuman keras dalam kondisi apa pun. Akibatnya, menjadikan barang haram tersebut sebagai hadiah acara jelas merupakan tindakan yang sangat tidak sopan.
Perbuatan tersebut terasa semakin tidak tepat karena panitia menyandingkannya dengan hafalan Surah Ad-Dhuha. Padahal, panitia telah menyatukan bentuk penghormatan terhadap Alquran dengan sesuatu yang dilarang keras oleh agama.
Meskipun secara tegas menilai tindakan tersebut salah, Gus Ulil kembali menekankan tidak ada unsur kesengajaan. Justru, ia pribadi percaya pembawa acara tidak berniat melakukan penistaan terhadap kitab suci.
Oleh karena itu, kesalahan tersebut harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh penyelenggara acara hiburan di Indonesia. Selanjutnya, setiap panitia wajib menjaga norma agama serta kesopanan saat merancang agenda panggung.
PBNU Belum Keluarkan Imbauan Resmi Terkait Kasus Viral
Sementara itu, saat media mengonfirmasi sikap lembaga, PBNU mengaku belum menggelar pembahasan khusus terkait kasus ini. Bahkan, jajaran pengurus belum mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat maupun pihak kepolisian.
Sebab, Gus Ulil mengungkapkan bahwa PBNU saat ini sedang sangat sibuk menyiapkan agenda besar muktamar. Akibat kesibukan internal tersebut, pengurus belum memiliki waktu untuk membahas insiden konser secara khusus.
Di sisi lain, pihak kepolisian sendiri sudah menahan dua terduga pelaku yang menginisiasi tantangan promo tersebut. Penahanan ini berjalan seiring dengan derasnya kritikan publik di berbagai media sosial.
Oleh sebab itu, peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi para pembawa acara agar lebih bijak memilih konten. Hasilnya, hiburan anak muda bisa tetap menghormati nilai-nilai keagamaan yang berlaku di tengah masyarakat.
Penyelenggara Acara Hiburan Harus Lebih Menjaga Norma Kebangsaan
Sebelumnya, konser musik Sound Project memang menjadi sorotan publik setelah video tantangan tersebut menyebar luas di internet. Dampaknya, banyak netizen mengecam aksi pembawa acara yang dinilai kurang sensitif terhadap nilai agama.
Oleh karena itu, PBNU berharap kejadian ini tidak menimbulkan kegaduhan yang berlarut-larut di kalangan umat Islam. Sebaliknya, pihaknya mengimbau semua pihak untuk menyikapi masalah ini secara bijak dan kepala dingin.
Selain itu, para penggiat industri kreatif perlu memahami batasan etik sebelum melemparkan gurauan di atas panggung. Padahal, penghormatan terhadap simbol agama merupakan hal mutlak yang harus selalu kita jaga bersama.
Dengan adanya teguran ini, panggung hiburan Tanah Air diharapkan bisa menjadi tempat yang aman. Akhirnya, budaya saling menghormati harus tetap menjadi landasan utama dalam mengekspresikan karya seni serta hiburan.(ust)










Komentar