BPS Rilis Indeks Kepuasan Layanan Haji 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.(poto: republika).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.(poto: republika).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi meluncurkan indikator anyar untuk menilai kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Hasil evaluasi penyelenggaraan layanan haji Indonesia 2026 tersebut mencatatkan nilai Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) mencapai 83,28 poin.

Capaian skor tersebut mengantarkan kualitas pelayanan ibadah haji tahun ini masuk dalam kategori memuaskan. Pemerintah merancang indikator baru ini untuk menyempurnakan instrumen evaluasi terdahulu agar mencakup seluruh tahapan kegiatan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengumumkan langsung pencapaian positif tersebut di Jakarta. Pihaknya menggelar konferensi pers bersama Kementerian Haji dan Umrah pada Kamis (6/8/2026).

Amalia menegaskan bahwa penyesuaian perhitungan menjadi langkah penting seiring berdirinya kementerian baru. Lembaga pemerintah ini memperbarui instrumen pengukuran agar proses penilaian berlangsung lebih rinci dan objektif.

BPS Terapkan Perhitungan Metodologi Baru Secara Komprehensif

Metode Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) sebelumnya hanya berfokus pada hasil akhir pelayanan di Arab Saudi. Sementara itu, indikator IKLHI terbaru menilai keseluruhan alur pelayanan jemaah secara berkesinambungan.

Instrumen baru ini menjangkau pelayanan mulai dari dalam negeri hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Pihak BPS mengombinasikan dua kelompok area tersebut untuk menghasilkan angka indeks nasional.

Baca Juga :  Program Ihram Berkelanjutan Arab Saudi Ubah Kain Haji Jadi Produk Bernilai Ekonomi

BPS mencatat skor komponen pelayanan dalam negeri sukses meraih nilai 83,85 poin. Sedangkan penilaian pada komponen pelayanan luar negeri berhasil memperoleh angka 82,71 poin.

Penggabungan kedua komponen tersebut menghasilkan skor akhir rata-rata nasional sebesar 83,28 poin. Petugas menyusun data faktual ini berdasarkan masukan langsung jemaah di lapangan.

Sebanyak 14.400 kepala rombongan (karom) menjadi responden utama sepanjang operasional haji berlangsung. Para ketua rombongan memberikan penilaian obyektif mengenai berbagai fasilitas yang diterima seluruh rombongan.

Simulasi Metodologi Lama Catatkan Kenaikan Poin Signifikan

BPS tetap menghitung capaian kepuasan memakai metodologi lama sebagai bahan perbandingan historis. Langkah simulasi ini membantu publik mengamati tren perkembangan kualitas pelayanan dari tahun ke tahun.

Hasil perhitungan metode lama mencatatkan angka Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia sebesar 91,45 poin. Hasil tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 2,99 poin jika membandingkannya dengan capaian musim haji 2025.

Amalia menjelaskan bahwa kenaikan skor tersebut membuktikan keberhasilan berbagai program pembenahan pemerintah. Jemaah merasakan langsung dampak positif perbaikan fasilitas yang berlangsung secara konsisten.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyambut gembira laporan resmi dari BPS tersebut. Pejabat yang akrab disapa Gus Irfan ini mengapresiasi kerja keras seluruh petugas lapangan.

Baca Juga :  Dampak Erupsi Anak Krakatau: Kemenhaj Mitigasi Penundaan Penerbangan Umrah Soetta

Pemerintah menilai capaian ini sebagai bukti nyata kemajuan penyelenggaraan ibadah haji nasional. Namun demikian, kementerian menjadikan hasil ini sebagai pelecut semangat perbaikan layanan mendatang.

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji Nasional

Gus Irfan menegaskan bahwa angka statistik tersebut berkaitan erat dengan penguatan ekonomi nasional. Pihaknya menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun ekosistem haji yang mandiri.

Pemerintah terus memperluas penggunaan produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah. Langkah ini memastikan perputaran dana haji membawa manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat Indonesia.

Kementerian terus mengupayakan peningkatan kandungan lokal pada setiap sajian kuliner di Arab Saudi. Kebijakan strategis ini membuka peluang bagi pelaku usaha domestik untuk menembus pasar global.

Panitia sukses memberangkatkan seluruh jemaah walau situasi geopolitik Timur Tengah sempat kurang kondusif. Ketegangan kawasan tidak memadamkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan terbaik.

Pencapaian ini membuktikan ketangguhan manajemen pelayanan haji Indonesia di tengah tantangan global. Pemerintah bertekad mempertahankan serta meningkatkan standar pelayanan pada musim haji berikutnya.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB