Solok Selatan Dorong Sekolah Gratis Madrasah Aliyah Lewat Kolaborasi Kemenag

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama jajaran  Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Suyitno, di Jakarta, Senin (29/6/2026). ( poto : sumbardayli.com)

Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Suyitno, di Jakarta, Senin (29/6/2026). ( poto : sumbardayli.com)

Solok Selatan, dorlanhikmah.com – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus memperkuat komitmennya menghadirkan sekolah gratis Madrasah Aliyah sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh pelajar, termasuk siswa Madrasah Aliyah (MA), memperoleh kesempatan belajar tanpa terkendala biaya pendidikan.

Komitmen tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan membangun kolaborasi dengan Kementerian Agama. Langkah itu diwujudkan melalui pertemuan resmi di Jakarta pada Senin (29/6/2026) untuk membahas dukungan pelaksanaan program sekolah gratis hingga jenjang pendidikan menengah atas.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas memimpin langsung rombongan pemerintah daerah. Turut hadir perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Solok Selatan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Suyitno, menerima rombongan tersebut.

Pemkab Perluas Dukungan Pendidikan Hingga Tingkat Madrasah Aliyah Nasional

Dalam pertemuan itu, Khairunas menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah lebih dulu memberikan bantuan seragam kepada seluruh peserta didik. Program tersebut juga menjangkau sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Kini, pemerintah daerah ingin melangkah lebih jauh dengan membebaskan biaya pendidikan hingga jenjang SLTA. Kebijakan itu juga mencakup Madrasah Aliyah agar seluruh siswa memperoleh hak pendidikan yang sama.

“Kami berpandangan bahwa upaya memajukan pendidikan tidak boleh berhenti pada bantuan seragam semata. Kami ingin menghadirkan kebijakan yang lebih progresif, yaitu menggratiskan biaya pendidikan hingga tingkat SLTA, termasuk Madrasah Aliyah,” kata Khairunas.

Baca Juga :  Menag Minta PB PMII Jaga Hak Kelompok Minoritas Indonesia

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memperkirakan sekitar 700 siswa setiap tahun menempuh pendidikan di dua Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang berada di wilayah tersebut. Untuk menjalankan program sekolah gratis bagi seluruh siswa itu, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp900 juta setiap tahun.

Anggaran tersebut menjadi dasar pemerintah daerah mengajak Kementerian Agama menyusun pola kerja sama yang mampu menjaga keberlanjutan program. Dengan kolaborasi itu, pemerintah berharap seluruh siswa madrasah dapat menikmati layanan pendidikan tanpa beban biaya.

Pemerintah Ajukan Skema Pendanaan Bersama Demi Program Berkelanjutan Nasional

Khairunas menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah memiliki pengalaman menjalankan program pembiayaan pendidikan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Skema tersebut diterapkan untuk SMA dan SMK melalui mekanisme cost sharing dengan komposisi pendanaan 50:50.

Pemerintah daerah berharap pola serupa dapat diterapkan untuk Madrasah Aliyah melalui kerja sama dengan pemerintah pusat. Menurut Khairunas, kolaborasi pendanaan akan memperkuat keberlangsungan program sekolah gratis.

“Kami memahami bahwa pemerintah pusat memiliki berbagai prioritas dan keterbatasan anggaran. Namun besar harapan kami kiranya dapat ditemukan skema kolaborasi yang memungkinkan program ini berjalan. Apakah dukungan tersebut dapat diberikan secara penuh, atau mungkin melalui pola sharing anggaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Menag Tegaskan Penghulu Wajib Pahami Psikologi Rumah Tangga

Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memperluas akses pendidikan. Dengan dukungan kedua pihak, siswa yang menempuh pendidikan di madrasah memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas.

Pemkab Minta Percepatan Penegerian MAS Lubuk Malako Segera Terealisasi Bersama

Selain membahas program sekolah gratis, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga menyampaikan perkembangan proses penegerian Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Lubuk Malako di Kecamatan Sangir Jujuan.

Khairunas menjelaskan bahwa pembahasan penegerian terakhir berlangsung pada 2021. Namun hingga kini proses tersebut belum rampung karena keputusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) belum terbit.

Melalui pertemuan itu, pemerintah daerah meminta arahan, dukungan, dan pendampingan dari Kementerian Agama agar proses penegerian MAS Lubuk Malako dapat dipercepat. Pemerintah berharap sekolah tersebut segera berstatus negeri sehingga mampu memperluas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Di akhir pertemuan, Khairunas menegaskan bahwa kunjungan pemerintah daerah bukan sekadar mengajukan bantuan anggaran. Ia menyebut pemerintah daerah datang dengan semangat membangun kolaborasi untuk memperkuat sektor pendidikan.

“Kami datang dengan semangat kolaborasi, bukan semata-mata mengajukan permohonan bantuan. Kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” tandasnya.(ust)

Berita Terkait

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis
Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah
Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng
NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026
Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Status Aset Kripto Merujuk Fatwa MUI
Seleksi Guru Agama Sekolah Rakyat Perketat Uji Baca Kitab Suci
Kemenag Rilis Tiga Langkah Perkuat Ekonomi Umat Rp1.200 Triliun
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:23 WIB

NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB