Jakarta, dorlanhikmah.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kini mempercepat langkah strategis guna menyiapkan SDM profesional luar negeri asal Indonesia. Upaya nyata tersebut bertujuan mencetak tenaga terampil nahdliyin yang siap bersaing merebut peluang karier internasional.
Rencana besar ini mencuat usai jajaran pengurus PBNU menggelar pertemuan diplomatik dengan perwakilan Kedutaan Besar Qatar di Jakarta. Sekretaris Jenderal PBNU H Gudfan Arif menyambut langsung kunjungan Wakil Duta Besar Qatar Mohammad Bin Awad al-Shammari.
Kedua belah pihak membahas skema kemitraan resmi antara PBNU dan Pemerintah Qatar. Pertemuan penting tersebut berlangsung hangat di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Muhammad Nur Hayid membeberkan hasil pembicaraan tingkat tinggi tersebut. Tokoh yang akrab disapa Gus Hayid itu menyebut kedua pihak saling membutuhkan penguatan kompetensi kerja.
Pemerintah Qatar kini sedang menyelesaikan proses pembicaraan terkait penyerapan tenaga kerja terampil asal Tanah Air. Situasi ini membuka jalan lebar bagi lembaga pendidikan NU untuk merespons kebutuhan pasar global.
PBNU Siapkan Pelatihan Khusus Bagi Alumni Pesantren
Gus Hayid memandang posisi sentral PBNU sangat strategis dalam membimbing jaringan pesantren di seluruh Indonesia. PBNU menaungi beragam institusi pendidikan, mulai dari LP Ma’arif, LPTNU, hingga asosiasi pondok pesantren RMINU.
Jaringan pendidikan tersebut siap mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu memenuhi kualifikasi ketat di Qatar. Lembaga-lembaga ini akan menyusun modul pembelajaran khusus agar para lulusan lekas terserap dunia industri.
Pria yang juga menjabat Anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini menaruh harapan besar pada kemitraan tersebut. Hubungan bilateral ini harus mendatangkan manfaat ekonomi nyata bagi seluruh warga nahdliyin.
RMINU bersiap memberikan pembekalan intensif bagi para santri sebelum mereka bertolak menuju kawasan Timur Tengah. Santri sejatinya telah mengantongi bekal karakter terpuji serta modal dasar komunikasi bahasa Arab yang memadai.
Pengelola pelatihan tinggal mengasah kecakapan percakapan sehari-hari lewat pendalaman bahasa Arab dialek ‘Amiyah khas Qatar. Pesantren juga akan melatih keterampilan teknis spesifik agar para santri lulus uji kompetensi kerja.
Kebutuhan Tenaga Profesional Sektor IT dan Konstruksi
Gus Hayid menguraikan bahwa para santri memiliki latar belakang pendidikan formal yang sangat bervariasi. Sebagian santri menamatkan studi kejuruan di SMK, Madrasah Aliyah, maupun balai pelatihan peternakan.
Keragaman latar belakang keilmuan ini memudahkan proses pemetaan minat serta bakat kerja para calon pekerja migran. PBNU tinggal mengarahkan mereka ke bidang industri yang sedang mencari banyak pegawai baru.
Pemerintah Qatar saat ini membutuhkan pasokan tenaga kerja profesional dalam jumlah tinggi untuk beberapa sektor utama. Pasar kerja negara teluk itu memprioritaskan bidang ketahanan pangan, sektor konstruksi fisik, hingga rekayasa teknologi informasi (IT).
Lulusan sekolah kejuruan NU berpeluang besar mengisi pos pekerjaan teknik dan proyek pembangunan gedung di sana. Sementara itu, lulusan perguruan tinggi NU dapat mengisi formasi ahli komputasi serta rekayasa perangkat lunak modern.
Sinergi berkelanjutan ini membuktikan tekad PBNU dalam mentransformasi santri menjadi tenaga kerja global yang mandiri. PBNU optimistis langkah konkret ini mampu mengangkat kesejahteraan alumni madrasah di pentas dunia kerja internasional.(ust)










Komentar