Jakarta, Dorlanhikmah.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan kesiapan jajarannya memberikan dukungan penuh Kementerian Agama terhadap seluruh program prioritas Presiden. Ia menegaskan kesiapan tersebut saat menghadiri agenda koordinasi kerja bersama kementerian terkait pada Selasa (13/10/2026).
Menag memastikan seluruh aparatur kementerian bergerak serentak dari tingkat pusat hingga kecamatan. Langkah terpadu ini menjadi modal utama pemerintah untuk memperluas jangkauan hasil pembangunan nasional ke masyarakat.
Kementerian Agama menyiapkan 4.916 satuan kerja dengan dukungan sekitar 346 ribu pegawai negeri sipil. Mereka menyiagakan 5.917 Kantor Urusan Agama (KUA) guna mengoptimalkan pelayanan publik di wilayah akar rumput.
Sebanyak 12 ribu penghulu bersama puluhan ribu penyuluh agama siap mendampingi masyarakat setiap hari. Seluruh petugas lapangan ini bertugas memastikan stabilitas sosial dan politik tetap terjaga secara konsisten.
Lembaga ini membina hampir 11 juta peserta didik yang tersebar di ribuan madrasah seluruh Nusantara. Mereka juga menaungi sekitar 42 ribu pondok pesantren dengan populasi santri mencapai hampir tiga juta orang.
Kemenag mengelola lebih dari seribu perguruan tinggi keagamaan negeri maupun swasta di berbagai daerah. Nasaruddin menilai ekosistem pendidikan raksasa ini memegang peranan krusial dalam mencetak generasi penerus bangsa.
Kementerian menempatkan kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi mendasar bagi ketenteraman masyarakat luas. Menag mengajak seluruh jajaran mempertahankan tren positif indeks kerukunan melalui kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan.
Ia mendorong koordinasi intensif bersama Kemenko PMK demi mempercepat eksekusi program pembangunan nasional. Kolaborasi strategis ini mencakup pemenuhan agenda jangka pendek, target menengah, hingga rencana jangka panjang pemerintah.
Menko PMK Paparkan Empat Peran Strategis Kemenag
Menko PMK Sugiono mengapresiasi kesiapan jajaran Kemenag dalam mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia unggul. Ia menekankan empat pilar tugas pokok kementerian yang meliputi kerukunan beragama, karakter, pendidikan, serta tata kelola birokrasi.
Sugiono meminta para pemangku kepentingan mempercepat penyusunan rancangan Peraturan Presiden tentang pemeliharaan kerukunan umat beragama. Regulasi tersebut akan memandu implementasi moderasi beragama secara konkret agar keberagaman menjadi energi pemersatu bangsa.
Pemerintah menempatkan institusi keluarga sebagai pilar terdepan dalam membentuk kepribadian masyarakat yang tangguh dan berintegritas. KUA memegang fungsi sentral melalui bimbingan pranikah terpadu serta program pendampingan bagi pasangan pascanikah.
Petualangan membina rumah tangga membutuhkan bekal mitigasi konflik yang matang serta pola asuh anak yang tepat. Upaya preventif semacam ini efektif menekan persoalan sosial sekaligus melahirkan generasi masa depan yang optimis.
Revitalisasi Lembaga Madrasah Percepat Kualitas Pendidikan Nasional
Menko PMK menaruh perhatian besar pada modernisasi kurikulum serta sarana fisik lingkungan pendidikan keagamaan. Ia mendorong lembaga madrasah memadukan pembelajaran nilai-nilai agama dengan penguasaan sains, teknologi, dan matematika terkini.
Pemerintah mempercepat program revitalisasi madrasah sebagai agenda prioritas nasional pada tahun anggaran 2026. Seluruh tim pengawas wajib memantau jalannya renovasi agar sarana belajar mengajar tepat sasaran.
Sugiono mengingatkan pentingnya peningkatan taraf kesejahteraan guru madrasah demi mengerek mutu pengajaran secara menyeluruh. Pengajar yang sejahtera sanggup menularkan semangat belajar tinggi kepada para peserta didik di kelas.
Menko PMK menutup arahannya dengan menekankan penerapan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Para aparatur sipil negara wajib mewujudkan nilai-nilai luhur keagamaan ke dalam etos kerja profesional sehari-hari.(ust)







Komentar