Daftar Lengkap Pemenang Kompetisi Film Islami Kemenag 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Panitia pelaksana menetapkan empat karya terbaik pilihan dewan juri dalam pengumuman resmi di Jakarta, Selasa (13/10/2026).(poto: kemenag.go.id).

Panitia pelaksana menetapkan empat karya terbaik pilihan dewan juri dalam pengumuman resmi di Jakarta, Selasa (13/10/2026).(poto: kemenag.go.id).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam sukses menggelar ajang Kompetisi Film Islami 2026. Kegiatan tingkat nasional ini mengusung tema besar “Keluarga Sakinah-Maslahat: Menguatkan Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas”.

Panitia pelaksana menetapkan empat karya terbaik pilihan dewan juri dalam pengumuman resmi di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Ajang bergengsi ini menjadi wadah strategis bagi para sineas daerah dalam menyampaikan pesan moral keagamaan secara luas.

Para sineas menyajikan narasi pentingnya membangun keharmonisan rumah tangga melalui tayangan audio visual yang sangat inspiratif. Langkah kreatif ini membuktikan bahwa penguatan nilai keluarga dapat tersampaikan efektif lewat medium sinematografi modern.

Karya berjudul Ruang Keluarga delegasi asal Jawa Tengah berhasil mengukir prestasi gemilang dengan merebut gelar juara pertama. Sementara itu, sineas asal Jawa Timur menyusul di peringkat kedua lewat karya berjudul Skenario Sakinah.

Provinsi Jawa Tengah kembali mengirimkan wakilnya di podium ketiga lewat karya apik Qawwam – Dua Pilar Satu Rumah. Di sisi lain, dewan juri menobatkan film Keluarga Jalur Langit asal Jawa Timur sebagai peraih predikat juara terfavorit.

Baca Juga :  Mengenal Profil dan Karier Akademik Menteri Agama Nasaruddin Umar

Sineas Daerah Dominasi Panggung Juara Film Islami

Direktorat Jenderal Bimas Islam mengalokasikan total hadiah uang tunai bernilai puluhan juta rupiah beserta piagam elektronik kepada seluruh pemenang. Apresiasi finansial ini menjadi wujud dukungan konkret pemerintah demi mendorong produktivitas karya kreatif anak bangsa.

Juara pertama berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta atas pencapaian karya terbaiknya. Panitia kemudian memberikan hadiah senilai Rp7 juta kepada juara kedua dan Rp5 juta bagi juara ketiga.

Pemenang kategori favorit yang memikat hati penonton menerima dana pembinaan sebesar Rp2 juta. Seluruh peraih penghargaan juga menerima dokumen e-piagam resmi sebagai tanda legalitas prestasi nasional mereka.

Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis Muhammad Hanafi, mengapresiasi langsung seluruh sineas yang mengirimkan karya terbaik mereka. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada para kreator yang telah berpartisipasi mengangkat isu ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas.

Muchlis menegaskan pentingnya karya sinema bermutu tinggi dalam memberikan edukasi positif bagi kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Menurutnya, karya para finalis sukses menghadirkan tontonan yang sarat nilai spiritual sekaligus bernilai estetika tinggi.

Baca Juga :  Jejak Panjang PPSN Menuju Gerakan Ekoteologi Santri

Transformasi Dakwah Digital Melalui Karya Sinematografi Kreatif

Kepala Subdirektorat Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati, turut memaparkan signifikansi perkembangan teknologi komunikasi saat ini. Ia menilai laju digitalisasi membuka peluang emas bagi generasi muda dalam menyebarkan nilai-nilai Islam secara kontekstual.

Media film kini tidak sekadar berfungsi sebagai tontonan pelepas penat bagi masyarakat modern. Sineas dapat mengoptimalkan medium layar kaca untuk menumbuhkan kesadaran publik tentang pentingnya keharmonisan rumah tangga.

Alur cerita yang mengangkat problematika kehidupan sehari-hari membuat pesan dakwah jauh lebih mudah diterima khalayak. Format visual yang dinamis membantu nilai-nilai keagamaan meresap ke benak generasi muda tanpa kesan menggurui.

Wida menggarisbawahi bahwa penyampaian syiar Islam pada era modern tidak lagi terbatas pada mimbar masjid konvensional. Konten video pendek dan karya sinematik terbukti sanggup menjangkau lapisan masyarakat di pelosok negeri secara cepat.

Pihak kementerian menaruh harapan besar agar kompetisi ini memacu semangat sineas melahirkan lebih banyak karya berkualitas tinggi. Sinergi antara keindahan seni dan muatan dakwah diharapkan terus memperkokoh pilar keluarga bangsa menuju peradaban maju.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri Meneguhkan Moral Bangsa

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:33 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB