Hadits Arbain Nawawi 1 tentang Pentingnya Niat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hadist Arba'in Nawawi tentang Niat ( Poto : Menuntut Ilmu ).

Hadist Arba'in Nawawi tentang Niat ( Poto : Menuntut Ilmu ).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Hadits Arbain Nawawi 1 tentang niat menegaskan bahwa setiap amal bergantung pada tujuan dalam hati.

Dalam Islam, niat tidak hanya menentukan sah atau tidaknya ibadah, tetapi juga menentukan apakah amal diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hadits tentang niat ini menjadi salah satu dasar penting dalam ajaran Islam. Para ulama bahkan menyebutnya sebagai fondasi utama dalam memahami ibadah, keikhlasan, dan tujuan hidup seorang muslim.

Hadits Arbain Nawawi 1 dan Terjemahnya

Hadits pertama dalam kitab Arbain Nawawi karya Imam Nawawi rahimahullah diriwayatkan oleh Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Artinya:

“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya. Setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa berhijrah karena dunia yang ingin ia peroleh atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia tuju.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kedudukan Hadits tentang Niat dalam Islam

Para ulama memberikan perhatian besar terhadap hadits ini. Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan bahwa hadits niat mencakup sepertiga ilmu agama. Menurut beliau, seluruh amal manusia berkaitan dengan hati, lisan, dan anggota badan.

Imam Abu Dawud juga menyebut hadits ini sebagai separuh ajaran Islam. Sebab, agama tidak hanya berbicara tentang amalan lahiriah, tetapi juga kondisi hati seseorang.

Karena pentingnya niat, Imam Nawawi menjadikan hadits ini sebagai pembuka kitab Arbain Nawawi. Imam Bukhari juga menempatkannya di awal kitab Shahih Bukhari.

Niat Menentukan Sahnya Ibadah

Sabda Nabi Muhammad ﷺ berikut menjadi dasar utama:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ

Artinya, setiap amal ibadah bergantung pada niat.

Para ulama menjelaskan bahwa ibadah tidak sah tanpa niat. Shalat tanpa niat tidak dianggap shalat. Puasa tanpa niat juga tidak bernilai ibadah.

Niat membedakan ibadah dengan aktivitas biasa. Orang yang tidak makan karena diet berbeda dengan orang yang menahan lapar karena puasa Ramadan.

Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa amal dalam hadits ini mengarah pada amal ibadah yang dilakukan seorang mukallaf.

Baca Juga :  Adab Makan Menurut Nabi dan Rahasia Hidup Sehat

Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu juga menerangkan bahwa tempat niat ada di hati. Seseorang tidak wajib melafazkan niat dengan lisan, meskipun sebagian ulama membolehkannya untuk membantu hati lebih fokus.

Niat Menentukan Diterimanya Amal

Bagian kedua hadits berbunyi:

وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Setiap orang akan memperoleh sesuai niatnya.

Kalimat ini menjelaskan bahwa Allah tidak hanya melihat bentuk amal. Allah juga melihat tujuan dan keikhlasan di balik amal tersebut.

Seseorang mungkin melakukan ibadah dengan sempurna di hadapan manusia. Namun, jika ia melakukannya demi pujian, amal itu kehilangan nilainya di sisi Allah.

Rasulullah ﷺ bahkan mengingatkan bahaya riya dalam sebuah hadits:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ

Para sahabat bertanya:

وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟

Beliau menjawab:

الرِّيَاءُ

Artinya:

“Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.”
Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Riya.”
(HR. Ahmad)

Hadits ini menunjukkan bahwa niat yang rusak dapat menghancurkan pahala amal.

Ikhlas Menjadi Inti Ibadah

Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga keikhlasan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Bayyinah ayat 5:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

Artinya:

“Mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan ikhlas.”

Ayat ini menegaskan bahwa ikhlas menjadi inti dari seluruh ibadah.

Meski demikian, menjaga niat tetap ikhlas bukan perkara mudah. Sufyan Ats-Tsauri pernah berkata:

مَا عَالَجتُ شَيئًا أَشَدُّ عَليَّ مِن نِيَّتِي لأَنَّهَا تَتَقَلَّبُ عَليّ

Artinya:

“Tidak ada sesuatu yang paling berat aku perbaiki selain niatku, karena niat selalu berubah-ubah.”

Perkataan ulama besar ini menunjukkan bahwa menjaga keikhlasan memerlukan perjuangan sepanjang hidup.

Amal Kecil Bisa Bernilai Besar

Keikhlasan dapat mengubah aktivitas sederhana menjadi ibadah bernilai pahala.

Seseorang yang bekerja untuk menafkahi keluarga karena Allah akan mendapat pahala. Begitu pula orang tua yang mengasuh anak dengan niat ibadah.

Bahkan Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa niat baik sudah bernilai pahala meski belum terlaksana.

Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan:

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِذَا تَـحَدَّثَ عَبْدِيْ بِأَنْ يَعْمَلَ حَسَنَةً ؛ فَأَنَا أَكْتُبُهَا لَهُ حَسَنَةً

Artinya:

“Jika hamba-Ku berniat melakukan kebaikan, Aku menuliskan baginya satu pahala.”

Hadits ini menunjukkan luasnya rahmat Allah kepada hamba-Nya.

Baca Juga :  Benarkah Semua Manusia Mengalami Himpitan Kubur? Ini Penjelasan Hadis dan Ulama

Bahaya Amal Tanpa Keikhlasan

Amal yang terlihat besar bisa menjadi sia-sia ketika niatnya salah.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah memberikan perumpamaan yang sangat terkenal:

العَمَلُ بِغَيْرِ اِخْلاَصٍ كَالمُسَافِرِ يَمْلَأُ جِرَابُهُ رَمْلاً يُثْقِلُهُ وَلَا يَنْفَعُهُ

Artinya:

“Amal tanpa ikhlas seperti musafir yang memenuhi kantongnya dengan pasir. Bebannya berat tetapi tidak bermanfaat.”

Perumpamaan ini menggambarkan betapa sia-sianya amal tanpa niat yang benar.

Kisah Muhajir Ummu Qais

Rasulullah ﷺ memberi contoh tentang hijrah agar umat Islam memahami pentingnya niat.

Pada masa awal Islam, hijrah dari Makkah ke Madinah termasuk ibadah besar yang penuh risiko. Namun ada seseorang yang berhijrah demi menikahi seorang wanita bernama Ummu Qais.

Karena itu, masyarakat menjulukinya Muhajir Ummu Qais.

Imam At-Thabrani meriwayatkan kisah ini dalam Al-Mu’jam Al-Kabir dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.

Kisah tersebut mengingatkan bahwa amal besar sekalipun dapat kehilangan nilai akhirat jika niatnya hanya demi urusan dunia.

Cara Melatih Niat agar Tetap Ikhlas

Menjaga niat membutuhkan latihan terus-menerus. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan seorang muslim.

Mengingat bahwa Allah melihat hati

Manusia hanya melihat penampilan luar. Allah mengetahui isi hati dan tujuan seseorang ketika beramal.

Tidak mengejar pujian manusia

Orang yang terlalu haus pujian akan mudah terjerumus dalam riya.

Memperbanyak amal tersembunyi

Amal yang tidak diketahui banyak orang lebih membantu menjaga keikhlasan.

Membaca doa perlindungan dari syirik

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئاً نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ نَعْلَمُهُ

Artinya:

“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui dan kami memohon ampun atas dosa yang tidak kami ketahui.”

Doa ini membantu seorang muslim menjaga hati dari riya dan syirik kecil.

Pelajaran Penting dari Hadits Arbain Nawawi 1

Hadits Arbain Nawawi 1 mengajarkan banyak pelajaran penting dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, niat menjadi penentu sahnya ibadah. Kedua, keikhlasan menentukan diterima atau tidaknya amal. Ketiga, amal sederhana bisa bernilai besar jika dilakukan karena Allah.

Sebaliknya, amal besar dapat menjadi sia-sia ketika seseorang melakukannya demi pujian atau keuntungan dunia.

Karena itu, setiap muslim perlu terus memperbaiki niat dalam seluruh aktivitasnya, baik ibadah maupun urusan dunia.(ust)

Berita Terkait

Malaikat Penatap Sangkakala Kiamat: Rahasia Kesiapan Mukmin
Panduan Lengkap Mimpi Buruk dalam Islam: Penyebab, Dalil, dan Adab Menyikapinya
Keistimewaan Pohon Bidara Menurut Alquran dan Sunnah Nabi
Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar
Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap
Tanda Husnul Khotimah dan Keutamaan Pujian Orang Beriman
Rahasia Dialog Allah dan Hamba dalam Surat Al-Fatihah
Hadits tentang Maulid Nabi, Adakah Perintah Merayakannya?
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Malaikat Penatap Sangkakala Kiamat: Rahasia Kesiapan Mukmin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Panduan Lengkap Mimpi Buruk dalam Islam: Penyebab, Dalil, dan Adab Menyikapinya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Keistimewaan Pohon Bidara Menurut Alquran dan Sunnah Nabi

Minggu, 20 September 2026 - 16:19 WIB

Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar

Sabtu, 12 September 2026 - 20:07 WIB

Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap

Berita Terbaru

Tim Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi mengawal langsung survei kerukunan umat beragama di Kabupaten Batang Hari.(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:56 WIB

Kegiatan gelar wicara bertajuk “Akses Rumah Pertama bagi Pekerja Muda” dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).(poto: republika).

Berita Islam

Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:39 WIB

Gus Nadir.(poto: istimewa).

Pendidikan

Santri Masa Kini Mesti Kuasai AI dan Keterampilan Digital

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:32 WIB

Ponpes THOHIR YASIN Lendang Nangka-Masbagik-Lombok Timur(poto: istimewa).

Sejarah

Menelusuri Jejak Sejarah Pesantren dan Makna Santri

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:17 WIB

Isim Isyarah.

Bahasa Arab

Panduan Lengkap Isim Isyarah: Jenis dan Contoh Kalimat

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:56 WIB