Jakarta, Dorlanhikmah.com – Memahami tata bahasa Arab terasa jauh lebih mudah saat Anda menguasai panduan lengkap isim isyarah sejak awal belajar. Isim isyarah adalah kata tunjuk atau kata isyarat yang berfungsi mengarahkan perhatian pada objek tertentu.
Secara mendasar, ada dua jenis isim isyarah berdasarkan jaraknya. Pembagian tersebut mencakup kata tunjuk untuk dekat (artinya ini) serta kata tunjuk untuk jauh (artinya itu).
Perhatikan gambar berikut untuk mempermudah pemahaman visual tentang pembagian kata tunjuk. Representasi gambar membantu Anda memetakan seluruh bentuk kata secara runtut.
Isim Isyarah Tunggal (Mufrad) Dekat dan Jauh
Penutur memakai kata tunjuk berbeda tergantung pada status gramatikal benda dan jaraknya. Pada isim mudzakkar yang dekat, kalimatnya berbunyi:
هَذَا قَلَمٌ
“Ini adalah pena.” Kata “قَلَمٌ” adalah isim mudzakkar, sehingga menggunakan isim isyarah “هَذَا”.
Aturan berbeda berlaku pada isim muannats yang dekat. Kalimatnya tersusun sebagai berikut:
هَذَهِ سَبُّوْرَةٌ
“Ini adalah papan tulis.” Kata “سَبُّوْرَة” adalah isim muannats, sehingga menggunakan isim isyarah “هَذَهِ”.
Pergeseran kata terjadi saat menunjuk isim mudzakkar yang jauh. Pola kalimatnya tersaji melalui contoh ini:
ذَلِكَ قَلَمٌ
“Itu adalah pena.” Kata “قَلَمٌ” adalah isim mudzakkar, sehingga menggunakan isim isyarah “ذَلِكَ”.
Begitu pula pada isim muannats yang jauh. Anda menyusun kalimatnya dengan struktur berikut:
تِلْكَ سَبُّوْرَةٌ
“Itu adalah papan tulis.” Kata “سَبُّوْرَة” adalah isim muannats, sehingga menggunakan isim isyarah “تِلْكَ”.
Isim Isyarah untuk Menunjukkan Sesuatu yang Berjumlah Dua (Mutsanna)
Kaidah bahasa Arab menyiapkan kata tunjuk khusus untuk objek berjumlah dua. Contoh penggunaan isim isyarah untuk mutsanna (berjumlah dua) mudzakkar dekat adalah:
هَذَانِ قَلَمَانِ
“Ini adalah dua pena.” Kata “هَذَانِ” (atau “هَذَيْنِ” saat nashab dan jar) khusus menunjuk dua benda mudzakkar di jarak dekat.
tips: Untuk merubah jumlah isim menjadi dua, cukup ditambah huruf “انِ”. Dua pena = قَلَمَانِ.
Untuk dua benda muannats di jarak dekat, penutur menggunakan kata tunjuk “هَاتَانِ” (atau “هَاتَيْنِ”). Contoh kalimatnya adalah:
هَاتَانِ سَبُّوْرَتَانِ
“Ini adalah dua papan tulis.” Struktur ini menegaskan bentuk ganda feminin pada jarak dekat.
Sementara itu, dua benda mudzakkar pada jarak jauh ditunjuk memakai kata “ذَانِكَ” (atau “ذَيْنِكَ”). Contoh penggunaannya dalam kalimat:
ذَانِكَ قَلَمَانِ
“Itu adalah dua pena.” Kata isyarah ini khusus menyasar sepasang objek maskulin di kejauhan.
Untuk dua benda muannats pada jarak jauh, kata tunjuk yang berlaku adalah “تَانِكَ” (atau “تَيْنِكَ”). Contoh susunan kalimatnya:
تَانِكَ سَبُّوْرَتَانِ
“Itu adalah dua papan tulis.” Kata ini menjadi padanan penunjuk jarak jauh bagi sepasang objek feminin.
Isim Isyarah untuk Isim Jamak (Berjumlah Banyak)
Isim isyarah untuk menunjuk sesuatu yang banyak dibagi menjadi dua kelompok besar. Pembagian tersebut terdiri atas kelompok jamak tidak berakal dan jamak berakal:
-
Untuk isim jamak yang tidak berakal. Contoh: buku-buku, rumah-rumah.
-
Untuk isim jamak yang berakal. Contoh: ibu-ibu, murid-murid.
Pada isim isyarah untuk jamak, kita tidak perlu memperhatikan muannats atau mudzakkar. Anda cukup perhatikan apakah objek tersebut berakal atau tidak berakal.
Contoh Kalimat Isim Isyarah untuk Jamak
Kelompok jamak benda mati atau tidak berakal diperlakukan layaknya muannats tunggal. Berikut contoh kalimat untuk jamak tidak berakal jarak dekat:
هَذِهِ أَقْلَامٌ
“Ini adalah pena-pena.”
هَذِهِ سَبُّوْرَ
“Ini adalah papan tulis (berjumlah banyak).”
Jika jamak tidak berakal berada di kejauhan, kata tunjuk yang dipakai adalah “تِلْكَ”. Contoh kalimatnya berbunyi:
تِلْكَ أَقْلَامٌ
“Itu adalah pena-pena.”
Sebaliknya, kelompok jamak yang berakal memiliki kata tunjuk tersendiri yang berlaku setara bagi laki-laki maupun perempuan. Contoh kalimat jamak berakal jarak dekat:
هَؤُلَاءِ مُسْلِمُوْنَ
“Ini adalah orang-orang muslim (laki-laki).” Kata “هَؤُلَاءِ” juga berlaku untuk perempuan, seperti dalam kalimat:
هَؤُلَاءِ مُسْلِمَاتٌ
“Ini adalah orang-orang muslim (perempuan).”
Untuk jamak berakal di jarak jauh, kata tunjuk yang digunakan adalah “أُولَئِكَ”. Contoh penggunaannya pada kalimat:
أُولَئِكَ مُسْلِمَاتٌ
“Itu adalah orang-orang muslim (perempuan).” Kata “أُولَئِكَ” juga dipakai untuk laki-laki, seperti:
أُولَئِكَ مُسْلِمُوْنَ
“Itu adalah orang-orang muslim (laki-laki).”
Isim Isyarah untuk Menunjukkan Tempat
Menunjukkan posisi tempat memanfaatkan kelompok isim isyarah yang ringkas. Ada kata tunjuk tempat untuk dekat, sedang (menengah), dan jauh:
-
هُنَا: Di sini
-
هُنَاكَ: Di sana
-
هُنَالِكَ: Di sana (jauh)
Contoh kata tunjuk tempat dalam kalimat membedakan posisi lokasi secara bertingkat. Kata tunjuk tempat untuk dekat (هُناَ) tersaji pada:
المَسجِدُ هُناَ
“masjid (tersebut) di sini”
Sementara itu, kata tunjuk tempat untuk jauh (هُناكَ) diterapkan pada area yang berjarak. Contoh penggunaannya adalah:
المَدرَسَةُ هُناكَ
“sekolah itu di sana”
Untuk jarak tempat yang lebih jauh lagi, bahasa Arab menyediakan kata “هُنَالِكَ”. Contoh kalimatnya berbunyi:
البَيْتُ هُنَالِكَ
“Rumah itu di sana (jauh).”(ust)










Komentar