Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Pusat Studi Al-Qur’an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan. Forum ini membedah peran tradisi pesantren menyikapi pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Suwendi menilai pesantren memiliki fondasi moral yang kokoh. Nilai adab, musyawarah, kemandirian, dan sanad keilmuan menjaga arah masyarakat agar tidak tersesat di tengah perubahan teknologi.

Perkembangan kecerdasan buatan menyajikan informasi serbacepat dengan tingkat kepastian yang kerap semu. Oleh sebab itu, masyarakat membutuhkan pegangan nilai yang mampu menyaring kebenaran secara jernih.

Negara telah memberi pengakuan resmi terhadap tradisi pesantren lewat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019. Pengakuan kelembagaan tersebut menuntut dunia pesantren bergerak maju menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat global.

Pesantren selama ini membentuk tatanan sosial keagamaan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan. Jejaring alumni merawat nilai-nilai Islam melalui ruang pengajian, majelis taklim, dan kegiatan keagamaan warga.

Baca Juga :  Kemenag dan UIN Jakarta Garap Skema Konversi Kuliah Digital MOOC PINTAR

Tradisi Sanad Jadi Penyaring Arus Informasi

Kehadiran kecerdasan buatan memudahkan pencarian data teknis maupun kajian keagamaan. Namun, teknologi canggih ini belum tentu menjamin ketepatan isi naskah yang tersaji.

Tradisi sanad melatih para santri melacak sumber informasi secara bertanggung jawab. Kebiasaan menguji keaslian rujukan mencegah penyebaran tafsir keliru di ruang digital.

Tantangan utama era internet bukan lagi soal kelangkaan informasi melainkan kecermatan memilah data valid. Masyarakat perlu mengembalikan urusan keagamaan kepada pakar yang memiliki otoritas keilmuan sahih.

Selain verifikasi teks, tradisi hidup bersama di pondok menanamkan adab menghargai guru dan sesama santri. Pengalaman komunal tersebut membentuk karakter pemuda yang santun saat mengemukakan pendapat di ruang publik.

Forum bahtsul masail juga melatih santri mengelola silang pendapat dengan kepala dingin. Perbedaan gagasan selalu bersandar pada dalil kuat, klarifikasi terbuka, dan penghormatan timbal balik.

Baca Juga :  Strategi Konten KUA Era Digital: Membangun Kepercayaan Publik Lewat Edukasi Creative

Kemandirian Ekonomi Perkuat Posisi Pesantren

Pesantren juga terus mengembangkan fungsi pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program ekonomi praktis. Lembaga pendidikan Islam kini aktif mendorong lahirnya santripreneur dan koperasi mandiri.

Gerakan usaha ini menopang ketahanan operasional pondok sekaligus menggerakkan perekonomian warga sekitar. Langkah tersebut membuktikan pesantren tanggap menjawab kebutuhan riil masyarakat sehari-hari.

Kajian Membumikan Al-Qur’an Edisi ke-38 ini turut menghadirkan Dr. M. Ulinnuha Husnan dan Muhammad Nuruddin. Para narasumber sepakat bahwa khazanah klasik tetap relevan memandu etika pemanfaatan teknologi modern.

Peserta dari kalangan santri pascatahfiz, mahasiswa, ustaz, dan pegiat literasi digital mengikuti forum ini secara antusias. Diskusi tersebut menegaskan kembali posisi pesantren sebagai benteng etika di era otomasi.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Buka Lima Pelatihan Daring Gratis Sambut Hari Santri 2026
Kemenag Gandeng ICT Watch Gelar Pelatihan AI Gratis Guru Pesantren
Kemenag Rilis Kartu Nikah Digital Praktis Lewat Simkah
Strategi Konten KUA Era Digital: Membangun Kepercayaan Publik Lewat Edukasi Creative
Kemenag dan UIN Jakarta Garap Skema Konversi Kuliah Digital MOOC PINTAR
Kemenag Luncurkan e-SMART KOMITE untuk Madrasah
Arab Saudi Luncurkan Platform Digital Panduan Jemaah Masjidil Haram
Kalkulator Waris NU Online Bantu Hitung Hak Ahli Waris
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Kemenag Buka Lima Pelatihan Daring Gratis Sambut Hari Santri 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Kemenag Gandeng ICT Watch Gelar Pelatihan AI Gratis Guru Pesantren

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Kemenag Rilis Kartu Nikah Digital Praktis Lewat Simkah

Jumat, 25 September 2026 - 14:22 WIB

Strategi Konten KUA Era Digital: Membangun Kepercayaan Publik Lewat Edukasi Creative

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB