Hadis tentang Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam dan Peran Orang Tua

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hadis tentang pendidikan anak usia dini menjelaskan pentingnya peran orang tua dalam membentuk akhlak, disiplin, dan kebiasaan ibadah anak sejak kecil menurut ajaran Islam.( Poto : istimewa ).

Hadis tentang pendidikan anak usia dini menjelaskan pentingnya peran orang tua dalam membentuk akhlak, disiplin, dan kebiasaan ibadah anak sejak kecil menurut ajaran Islam.( Poto : istimewa ).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Pendidikan anak usia dini dalam Islam mendapat perhatian besar sejak masa Rasulullah ﷺ. Islam menempatkan keluarga sebagai tempat pertama pembentukan karakter, akhlak, dan kebiasaan ibadah anak.

Karena itu, orang tua perlu membimbing anak sejak kecil agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan berakhlak baik.

Salah satu hadis yang menjadi dasar penting pendidikan anak diriwayatkan oleh Abu Dawud berikut:

حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ هِشَامٍ يَعْنِي الْيَشْكُرِيَّ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ سَوَّارٍ أَبِي حَمْزَةَ قَالَ أَبُو دَاوُد وَهُوَ سَوَّارُ بْنُ دَاوُدَ أَبُو حَمْزَةَ الْمُزَنِيُّ الصَّيْرَفِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
(رواه أبو داود)

Artinya:

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka apabila pada usia sepuluh tahun mereka meninggalkan shalat, serta pisahkan tempat tidur mereka.”
(HR. Abu Dawud)

Hadis tersebut menegaskan pentingnya pendidikan sejak dini, terutama dalam membangun kebiasaan ibadah dan kedisiplinan anak.

Kualitas Hadis dan Sanad Perawi

Para ulama mengategorikan hadis ini sebagai hadis hasan. Mereka menerima hadis tersebut karena sanadnya bersambung dan didukung riwayat lain dalam Musnad Ahmad serta Sunan At-Tirmidzi.

Namun, salah satu perawi bernama Sawwar bin Dawud Al-Muzani Ash-Shairafi memiliki tingkat ketelitian periwayatan yang tidak mencapai derajat tertinggi hadis shahih.

Meski begitu, mayoritas ulama tetap memakai hadis ini sebagai dasar pendidikan anak dalam Islam. Beberapa perawi hadis ini antara lain:

  • Mu’ammal bin Hisyam Al-Yasykuri
  • Ismail bin Ibrahim bin Muqsim
  • Sawwar bin Dawud Al-Muzani
  • Amru bin Syu’aib
  • Syu’aib bin Abdullah
  • Abdullah bin Amru bin Al-Ash

Mayoritas ulama hadis menilai para perawi tersebut sebagai rawi tsiqah atau terpercaya.

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010, pendidikan anak usia dini bertujuan membantu pertumbuhan jasmani dan rohani anak sejak lahir hingga usia enam tahun.

Baca Juga :  Bupati Tebo Hadiri Pengajian Akbar Akhirussanah ke-37 Darul Hikam

Dengan demikian, anak memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Selain pendidikan formal, orang tua juga perlu memperhatikan perkembangan fisik dan mental anak sejak awal kehidupan.

Oleh sebab itu, pemenuhan nutrisi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) memegang peranan penting.

Masa 1000 HPK meliputi:

  • 270 hari selama masa kehamilan
  • 730 hari setelah anak lahir

Nutrisi yang baik membantu perkembangan otak, pertumbuhan tubuh, daya tahan tubuh, dan kemampuan kognitif anak.

Karena itu, orang tua perlu memberikan perhatian penuh pada fase penting tersebut.

Bentuk Pendidikan Anak Usia Dini

1. Mengenalkan Lingkungan dan Benda di Sekitar Anak

Orang tua perlu mengenalkan berbagai benda di sekitar anak sejak dini. Selain itu, orang tua juga perlu menjelaskan fungsi dan bahayanya.

Dengan cara ini, anak memahami alasan di balik larangan atau aturan yang diberikan.

Sebagai contoh, orang tua dapat mengenalkan:

  • Sajadah dan Al-Qur’an sebagai benda yang baik
  • Pisau, api, dan listrik sebagai benda berbahaya

Jika orang tua hanya melarang tanpa penjelasan, anak justru semakin penasaran. Sebaliknya, penjelasan yang baik membantu anak memahami risiko dengan lebih bijak.

2. Membiasakan Adab dan Kebiasaan Baik

Masa anak-anak menjadi waktu terbaik untuk membentuk karakter. Karena itu, orang tua perlu membangun rutinitas positif setiap hari.

Misalnya, anak dibiasakan bangun pagi, berdoa sebelum makan, menggunakan tangan kanan, dan mengucapkan terima kasih.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan adab makan melalui hadis berikut:

يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
(رواه البخاري)

Artinya:

“Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.”
(HR. Al-Bukhari)

Melalui kebiasaan sederhana tersebut, anak belajar sopan santun dan kedisiplinan sejak kecil.

Baca Juga :  Lalat dalam Minuman: Penjelasan Hadits dan Hikmah Syariat Islam

Mengajarkan Shalat Sejak Dini

Hadis riwayat Abu Dawud menegaskan kewajiban orang tua untuk mengajarkan shalat kepada anak sejak usia tujuh tahun. Oleh karena itu, orang tua harus mendampingi anak ketika belajar ibadah.

Orang tua dapat mengajarkan:

  • Tata cara wudhu
  • Bacaan shalat
  • Gerakan shalat
  • Disiplin waktu ibadah

Selain mengajarkan teori, orang tua juga perlu memberikan contoh secara langsung. Dengan demikian, anak lebih mudah mencintai ibadah dan menjalankannya secara rutin.

Makna “Memukul” dalam Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ

Artinya:

“Dan pukullah mereka apabila telah berusia sepuluh tahun.”

Namun, Islam tidak membenarkan kekerasan terhadap anak. Para ulama menjelaskan bahwa pukulan dalam hadis tersebut bertujuan mendidik, bukan menyakiti.

Karena itu, orang tua tidak boleh memukul wajah, melukai anak, atau melampiaskan emosi.

Sebaliknya, orang tua harus mengutamakan kasih sayang, nasihat, dan keteladanan dalam mendidik anak.

Orang Tua Menjadi Teladan Utama

Anak lebih mudah meniru perbuatan daripada mendengarkan nasihat. Oleh sebab itu, orang tua harus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika orang tua rajin shalat, berkata sopan, dan bersikap jujur, anak cenderung mengikuti kebiasaan tersebut.

Sebaliknya, perilaku buruk orang tua juga mudah ditiru anak. Karena itu, keteladanan memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak sejak dini.

Kesimpulan

Hadis tentang pendidikan anak usia dini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan pembentukan akhlak dan ibadah sejak kecil.

Oleh karena itu, orang tua perlu mendidik anak secara bertahap, konsisten, dan penuh kasih sayang.

Selain mengenalkan lingkungan sekitar, orang tua juga perlu membiasakan adab yang baik, mengajarkan ibadah, serta memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pendidikan yang tepat, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, disiplin, dan bertanggung jawab.(ust)

Berita Terkait

Malaikat Penatap Sangkakala Kiamat: Rahasia Kesiapan Mukmin
Panduan Lengkap Mimpi Buruk dalam Islam: Penyebab, Dalil, dan Adab Menyikapinya
Keistimewaan Pohon Bidara Menurut Alquran dan Sunnah Nabi
Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar
Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap
Tanda Husnul Khotimah dan Keutamaan Pujian Orang Beriman
Rahasia Dialog Allah dan Hamba dalam Surat Al-Fatihah
Hadits tentang Maulid Nabi, Adakah Perintah Merayakannya?
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Malaikat Penatap Sangkakala Kiamat: Rahasia Kesiapan Mukmin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Panduan Lengkap Mimpi Buruk dalam Islam: Penyebab, Dalil, dan Adab Menyikapinya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Keistimewaan Pohon Bidara Menurut Alquran dan Sunnah Nabi

Minggu, 20 September 2026 - 16:19 WIB

Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar

Sabtu, 12 September 2026 - 20:07 WIB

Hukum Syair Menurut Al-Qur’an dan Hadits Lengkap

Berita Terbaru

Ilustrasi Suasana kultum di masjid, seorang penceramah di mimbar menyampaikan tausiyah penuh hikmah kepada jamaah yang khusyuk.(poto: AI).

Kultum

Teks Ceramah Hari Santri Nasional Penuh Makna

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi Suasana belajar kitab kuning Matan Taqrib tentang bersuci bersama kiai dan santri di serambi pesantren yang damai.(poto: AI).

Fiqih

Enam Sebab Mandi Wajib Menurut Panduan Matan Taqrib

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:04 WIB

Suasana hangat ibu menyusui bayi di rumah, didampingi anak perempuan dan putra sulungnya yang sedang membaca.(ilustrasi poto: AI).

Fiqih

Hukum Saudara Kandung Anak Susuan Jadi Mahram

Sabtu, 24 Okt 2026 - 16:50 WIB