Kapolri Temui Petinggi PBNU di Jatim dan Ziarahi Makam Gus Dur

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menggelar kunjungan Kapolri ke PBNU dengan menyambangi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).(poto: nu.or.id).

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menggelar kunjungan Kapolri ke PBNU dengan menyambangi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).(poto: nu.or.id).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menggelar kunjungan Kapolri ke PBNU dengan menyambangi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026). Pertemuan hangat di Yayasan Pondok Pesantren Miftachussunnah ini mempererat jalur komunikasi antara jajaran aparat penegak hukum dan ulama.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi langsung rombongan pimpinan korps baju cokelat tersebut. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono beserta deretan pejabat utama Mabes Polri juga turut mengawal agenda kerja itu.

Pertemuan strategis ini mempertemukan aparat dengan sejumlah ulama serta pimpinan pondok pesantren terkemuka di wilayah setempat. Mereka membedah berbagai isu krusial seputar dialog kebangsaan demi menjamin stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Divisi Humas Polri merilis pernyataan tertulis mengenai misi utama silaturahmi formal tersebut. Pihak kepolisian menegaskan komitmen mereka dalam merawat keharmonisan hubungan kelembagaan demi menjaga keutuhan persatuan Republik Indonesia.

Polri menilai figur ulama dan pemuka agama mengemban tanggung jawab penting di tengah pergaulan sosial masyarakat. Kehadiran para tokoh agama terbukti ampuh menyebarkan pesan perdamaian, memperkuat ikatan persaudaraan, serta menjaga kerukunan antarwarga.

Jajaran kepolisian menaruh harapan besar pada kesinambungan kerja sama erat bersama para alim ulama. Sinergi ini ditujukan untuk membangun tatanan kehidupan publik yang aman, damai, serta ramah terhadap keberagaman.

Dialog Kamtibmas Surabaya dan Ziarah Tebuireng Jombang

Usai menuntaskan dialog di Surabaya, rombongan Kapolri bergerak menuju Kabupaten Jombang pada hari yang sama. Jenderal Suyudi sowan ke kediaman Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau akrab disapa Gus Kikin di Pesantren Tebuireng.

Baca Juga :  Ketua Umum PBNU Gus Kikin Awali Kerja Perdana dengan Memantau Pojok Gus Dur

Gus Kikin menyambut langsung kehadiran Kapolri dan para rombongan di Ndalem Kasepuhan pesantren bersejarah tersebut. Keduanya memanfaatkan sesi tatap muka itu untuk beramah-tamah sebelum melangkah ke agenda berikutnya.

Gus Kikin kemudian mengantarkan jajaran kepolisian menuju area kompleks pemakaman keluarga besar Pesantren Tebuireng. Rombongan berziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Jenderal Suyudi beserta jajaran pejabat kepolisian turut mendatangi pusara KH Hasyim Asy’ari dan makam KH Wahid Hasyim. Ketiga sosok pahlawan tersebut menorehkan jejak sejarah besar dalam kemerdekaan bangsa serta perjalanan panjang jamiyyah Nahdlatul Ulama.

Suasana hening menyelimuti rombongan saat memanjatkan doa bersama persis di depan batu nisan Gus Dur. Acara doa berlanjut dengan prosesi tabur bunga sebagai simbol penghormatan atas legasi pemikiran kebangsaan dan nilai toleransi mendiang mantan presiden.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jombang KH Fahmi Amrullah Hadzik mengapresiasi langsung langkah silaturahmi pimpinan korps kepolisian itu. Sosok yang akrab disapa Gus Fahmi ini menyambut baik kedatangan Jenderal Suyudi di pesantren tempatnya berkhidmah.

Gus Fahmi menilai lawatan perdana tersebut memiliki nilai strategis karena terlaksana hanya berselang beberapa hari seusai pelantikan Kapolri baru. Pihaknya menitipkan harapan agar kepemimpinan anyar ini sanggup membenahi organisasi Polri dan melipatgandakan kepercayaan publik.

Baca Juga :  Operasional Haji 2026 Resmi Berakhir, Seluruh Jamaah Pulang

Lawatan ke Tebuireng membuka jalan lebar untuk memperkokoh relasi antara instansi kepolisian, kalangan pesantren, dan warga nahdliyin. Posisi Gus Kikin yang merangkap amanah Pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus Ketum PBNU makin menguatkan arti pertemuan ini.

Gus Fahmi menegaskan pertemuan tersebut tidak boleh terhenti sekadar acara ramah-tamah seremonial semata. Pengurus daerah berharap kedua institusi segera merancang kerja sama nyata dan terukur pada masa mendatang.

Sinergi Polisi dan Pesantren Demi Kepercayaan Rakyat

Hubungan baik antara aparat penegak hukum dan kalangan santri menjadi pondasi penting dalam menciptakan stabilitas daerah. Kehadiran pemimpin kepolisian di jantung pesantren mengirimkan sinyal positif bagi penguatan keamanan di tingkat akar rumput.

Jawa Timur kerap menjadi barometer keamanan nasional berkat perpaduan kultur religius pesantren dan peran aktif masyarakatnya. Komunikasi tatap muka yang rutin sanggup menepis berbagai potensi gesekan sosial di ruang publik.

Kapolri membuktikan keseriusan institusinya untuk selalu membuka diri terhadap saran dan wejangan para kiai sepuh. Pendekatan persuasif semacam ini mempermudah tugas kepolisian dalam menjalankan roda pemeliharaan keamanan masyarakat.

Pertemuan di Miftachussunnah dan Tebuireng menegaskan kembali komitmen bersama dalam merawat persatuan nusantara. Kolaborasi berkesinambungan antara umara dan ulama menjadi modal kuat untuk menjawab dinamika tantangan zaman.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB